RADAR TULUNGAGUNG - Ternyata tidak semua orang yang bekerja di kapal itu jago berenang. Ada yang tidak bisa berenang sama sekali.
Misalnya, tiga kru Kapal Motor (KM) Gardan Barokah Nikmat Duyung yang karam di perairan Karangente, wilayah Pasir Putih Taman Nasional Alas Purwo, Desa Kalipait, Banyuwangi, pada Minggu (14/9) malam sekitar pukul 20.00.
Kapal yang dinakhodai sang pemilik Syamsul Arifin itu tenggelam setelah menabrak kayu hingga lambungnya pecah. Hanya berselang sekitar lima menit.
"Karamnya sangat cepat," kata Syamsul seperti dilansir Radar Banyuwangi Grup Jawa Pos, Senin (15/9/2025).
Setelah sadar kapal tidak bisa diselamatkan, nakhoda dan 21 kru atau nelayan di kapal langsung menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.
Tapi, rupanya ada tiga kru yang tak bisa berenang hingga harus dibantu kru lainnya. Beruntung, bantuan cepat datang.
Menggunakan handy talky, Syamsul mengontak KM Gading milik Haji Hamid dan KM Sanjaya milik Haji Saiful. Keduanya kolega Syamsul asal Muncar, Banyuwangi.
"Semua ABK berjumlah 22 nelayan terjun ke laut dan berhasil diselamatkan," kata Kanit Satpol Airud Muncar Bripka Wayan Wedhana.
KM Gading mengevakuasi 12 ABK(anak buah kapal), sedangkan KM Sanjaya menyelamatkan 10 ABK.
Baca Juga: Gegara Cuaca Buruk Nelayan Pantai Klathak Tulungagung Urung Melaut
"Dua kapal nelayan itu sedang mencari ikan tidak jauh dari lokasi kejadian," kata Wayan.
Menurut Syamsul, sekitar pukul 19.00 kapal yang dia nakhodai sampai di perairan Pasir Putih. Sejam kemudian, lanjut dia, seluruh ABK hendak menebar jaring. Tapi, tiba-tiba ada gelondongan kayu yang ukurannya sangat besar menghantam lambung kapal. ****
Editor : Dharaka R. Perdana