Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

79 Orang Menjadi Korban Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo yang Ambruk, 1 Santri Meninggal Dunia

Dharaka R. Perdana • Selasa, 30 September 2025 | 05:02 WIB

 

Kondisi bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk pada Senin sore. (FACEBOOK MUSTAQIM AFA)
Kondisi bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk pada Senin sore. (FACEBOOK MUSTAQIM AFA)

RADAR TULUNGAGUNG – 79 santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo dikabarkan menjadi korban bangunan ambruk pada Senin (29/9/2025). Bahkan satu santri dinyatakan meninggal dunia.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa data tersebut dihimpun dari dua rumah sakit rujukan yang menampung para korban. Yaitu RSUD RT Notopuro dan RS Siti Hajar Sidoarjo.

Baca Juga: Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo Runtuh, Tim SAR Gabungan Berusaha Evakuasi Santri Tertimpa Reruntuhan

“Berdasarkan data kami ada kurang lebih 79 korban. Di RS Siti Hajar ada 45 korban, kemudian di RSUD Sidoarjo ada 34. Secara keseluruhan 79, dengan satu korban meninggal dunia di RS Siti Hajar,” jelas Jules di lokasi kejadian.

Korban meninggal dunia saat ini sudah dalam proses pemulangan ke kediaman keluarga. Sementara korban luka masih dalam perawatan intensif tim medis di dua rumah sakit tersebut.

Baca Juga: Purnawirawan TNI Asal Sidoarjo Palsukan Surat Keterangan Desa untuk Urus Cerai, Maisaroh: Saya Merasa Dizolimi

Jules menambahkan, pihaknya bersama stakeholder terkait masih terus melakukan koordinasi dengan pihak pesantren untuk memastikan jumlah korban secara keseluruhan.

“Kita berharap jika masih ada korban di reruntuhan dapat segera kita evakuasi dan diberikan pertolongan secepatnya,” ujarnya.

Baca Juga: Asy-Syekh Mustaqim bin Husein, Ulama Besar dan Pendiri Pondok PETA Tulungagung yang Jarang Diketahui Publik

Selain mendirikan posko gabungan di sekitar lokasi kejadian, aparat juga menyiapkan posko kesehatan untuk melayani wali santri maupun keluarga korban yang mengalami kelelahan atau membutuhkan perawatan.

Hingga Senin malam, tim SAR masih terus melakukan evakuasi dengan cara manual. Penggunaan alat berat dihindari karena kondisi bangunan yang miring berpotensi menimbulkan runtuhan susulan.

Dua sorot lampu didirikan di lokasi untuk memaksimalkan pencarian korban yang diduga masih terjebak di bawah reruntuhan.

Peristiwa ambruknya bangunan ponpes ini terjadi saat proses pembangunan ruang kelas baru. Sebagian besar korban merupakan santri yang berada di sekitar lokasi ketika bangunan runtuh secara tiba-tiba. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#bangunan ambruk #sidoarjo #Al Khoziny