RADAR TULUNGAGUNG – Musibah memilukan terjadi di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) memantik keprihatinan banyak pihak.
Apalagi bangunan mushalah ambruk saat sejumlah santri sedang melaksanakan shalat Asar berjamaah. Peristiwa ini menyebabkan puluhan santri mengalami luka-luka dan satu santri meninggal dunia.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar para santri yang masih dalam pencarian diberikan keselamatan oleh Allah SWT.
“Mari kita panjatkan doa bersama, semoga seluruh santri yang masih dicari diberikan keselamatan oleh Allah swt. Amin ya Rabb al-‘Alamin,” ujarnya.
Senada dengan itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa Pesantren Al-Khoziny.
Ia menegaskan bahwa proses evakuasi dilakukan secara menyeluruh dan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan para santri.
“Kita semua berduka, kita semua prihatin bahwa ada kejadian seperti ini. Pasti kita semua akan melakukan proses evakuasi dan menyediakan ruang yang aman bagi semua santri dan peserta didik,” kata Khofifah di Sidoarjo pada malam hari kejadian.
Baca Juga: 79 Orang Menjadi Korban Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo yang Ambruk, 1 Santri Meninggal Dunia
Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dalam proses pertolongan agar penanganan dapat berjalan cepat dan efektif, terutama bagi santri yang masih berada di dalam bangunan.
Ia juga menyampaikan harapan agar keluarga korban diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.
“Mudah-mudahan semua diberi kesabaran, keluarga-keluarga yang sedang menunggu ini pasti berharap sesegera mungkin mendapat kabar baik, dan tentu para putra-putri, ponakan, mudah-mudahan semua bisa ditemukan selamat,” ujarnya.
Berdasarkan data yang diterima NU Online pada Senin malam pukul 23.57 WIB, korban luka-luka yang dirawat tersebar di beberapa rumah sakit, yaitu 34 orang di RSUD RT Notopuro, 44 orang di Rumah Sakit Siti Hajar, dan 4 orang di RS Delta Surya Sidoarjo. Sementara itu, satu santri dinyatakan meninggal dunia akibat insiden tersebut.
Musibah ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan kesiapsiagaan di lingkungan pesantren, serta perlunya dukungan bersama dari seluruh pihak untuk membantu proses evakuasi dan pemulihan
Ketua Umum Dewan Pembina Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), Khofifah Indar Parawansa, juga mengajak masyarakat untuk terus mendoakan kelancaran evakuasi, kesehatan para relawan, dan ketabahan keluarga korban. ****
Editor : Dharaka R. Perdana