Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Nihil Tanda Kehidupan, Tim SAR Kerahkan Crane Angkat Material Reruntuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

Dharaka R. Perdana • Jumat, 3 Oktober 2025 | 03:46 WIB

Crane dikerahkan di reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny pada hari keempat evakuasi. (BASARNAS)
Crane dikerahkan di reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny pada hari keempat evakuasi. (BASARNAS)

RADAR TULUNGAGUNG – Memasuki hari keempat operasi SAR korban runtuhnya bangunan di Ponpes Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, pada Kamis (2/10/2025), tim SAR gabungan mulai mengerahkan alat berat berupa crane untuk memindahkan material reruntuhan dari bagian atas reruntuhan bangunan.

SAR Mission Coordinator (SMC) Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo menjelaskan, penggunaan crane dilakukan setelah tim rescue BASARNAS melaksanakan rangkaian assessment sebanyak tiga fase, pada Rabu (1/10/2025) malam.

Baca Juga: Menag Nasarudin Umar Tinjau Pesantren Al Khoziny Sidoarjo, Salurkan Bantuan untuk Korban Bangunan Ambruk

Pada fase pertama, tim melakukan pengecekan tanda-tanda kehidupan di Site A1, A2, dan A3 dengan cara memanggil korban secara bergantian. Namun hasilnya nihil.

Fase kedua dilanjutkan dengan penggunaan search camera yang menjangkau celah hingga kedalaman lima meter. Hasilnya, juga tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan.

Baca Juga: Update Evakuasi Korban Tertimbun Reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Tujuh Korban Berhasil Dievakuasi, Dua Meninggal Dunia

Kemudian, fase ketiga dilakukan dengan wall scan suffer 400 untuk mendeteksi keberadaan orang di balik reruntuhan dinding beton. Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda napas maupun denyut nadi.

Tak berhenti di situ, tim rescue BASARNAS beralih menggunakan multi search seismic scanner. Peralatan ini berfungsi menangkap getaran dan suara kecil dari dalam reruntuhan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya korban hidup.

Baca Juga: Baznas Salurkan Bantuan ke Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Rp300 Juta untuk Rekonstruksi Musholla yang Ambruk

“Selama proses assessment dan reassessment, area lokasi reruntuhan disterilisasi agar tidak ada suara tambahan yang memengaruhi hasil deteksi,” kata Bramantyo.

Secara paralel, tim BNPB juga mengerahkan drone thermal untuk memperluas pencarian tanda-tanda kehidupan dari udara.

Baca Juga: Korban Meninggal Jadi 3 Orang Pasca Runtuhnya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, 91 Orang Diperkirakan Masih Tertimbun

Setelah seluruh tahapan memastikan tidak ada respons korban dari balik reruntuhan, tim SAR gabungan bersama pihak keluarga sepakat untuk memulai proses pemindahan material dengan crane. Upaya ini dilakukan secara bertahap agar tetap menjaga keselamatan tim di lapangan.

Selain membersihkan material di bagian atas, tim SAR gabungan bersama pihak terkait juga memasang shoring atau penyangga di titik rawan. Shoring ini digunakan untuk menjaga kestabilan reruntuhan saat proses pembersihan dilakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, bangunan di Ponpes Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Sidoarjo ambruk pada Senin (29/9/2025) lalu saat para santri hendak melaksanakan salat Asar.

Akibatnya 108 orang tertimpa reruntuhan bangunan tersebut. 18 di antaranya selamat saat dievakuasi petugas, dan lima orang meninggal dunia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#operasi SAR #sidoarjo #Ponpes Al Khoziny #alat berat