RADAR TULUNGAGUNG – Proses pencarian korban runtuhnya bangunan Ponpes Al-Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, terus berlanjut hingga hari ketujuh.
Pada Minggu sore (5/10/2025) Tim SAR gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi enam jenazah korban dari dalam reruntuhan bangunan Ponpes Al Khoziny.
Penemuan pertama terjadi di sektor A2, di mana korban ke-53 berhasil dievakuasi pada pukul 14.25 WIB, disusul korban ke-54 pada pukul 15.02 WIB.
Tak lama berselang, tim SAR di sektor A3 juga menemukan empat jenazah lain dalam rentang waktu pukul 15.15 WIB hingga 16.03 WIB.
"Seluruh jenazah telah dibawa menuju RS Bhayangkara Surabaya untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI Polda Jawa Timur," kata Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit.
Seluruh proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena kondisi reruntuhan masih labil. Kami tetap berupaya maksimal agar semua korban bisa segera ditemukan.
Hingga pukul 18.00 WIB, total korban yang telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada hari ketujuh ini mencapai 19 orang.
Secara keseluruhan, jumlah korban peristiwa ambruknya Ponpes Al-Khoziny kini tercatat 149 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 45 korban meninggal dunia, termasuk dua body part yang ditemukan sebelumnya.
Proses pencarian masih terus berlanjut di sektor A1 hingga A4. Tim gabungan dari Basarnas, BPBD Jawa Timur, TNI, Polri, relawan SAR, dan petugas medis bekerja tanpa henti selama 24 jam dengan sistem bergantian.
Upaya pemetaan sisa reruntuhan juga terus dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban.
BNPB sebelumnya menyebut insiden ini termasuk kategori bencana kegagalan teknologi konstruksi, di mana struktur bangunan lantai empat Ponpes Al-Khoziny tidak mampu menahan beban pengecoran saat proses salat Asar berjamaah pada Senin (29/9). ****
Editor : Dharaka R. Perdana