RADAR TULUNGAGUNG - Operasi pencarian dan evakuasi korban runtuhan bangunan Ponpes Al-Khoziny, di Sidoarjo diteruskan sampai seluruh lokasi dinyatakan selesai dibersihkan dan tidak ada korban yang tersisa.
Hal ini dinyatakan Kepala Basarnas Marsdya Mohammad Syafii dalam konferensi pers pada Senin malam (6/10/2025) di Sidoarjo.
“Operasi dinyatakan selesai setelah tempat kejadian benar-benar clear, seluruh reruntuhan bisa dipisahkan, dan dipastikan tidak ada korban lagi,” katanya.
Dia menjelaskan bahwa meskipun Basarnas memiliki ketentuan standar operasi selama tujuh hari dengan kemungkinan perpanjangan tiga hari, kasus Al-Khoziny akan ditangani secara khusus mengingat jumlah korban yang besar dan kondisi bangunan yang rumit.
Hingga hari ini atau hari kedelapan sejak bangunan roboh, operasi masih berlangsung 24 jam penuh dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI/Polri, BNPB, BPBD, PMI, Pemadam Kebakaran hingga relawan berbagai instansi terkait.
Bahkan, Syafii menambahkan bahwa meski operasi SAR nantinya selesai, kegiatan penanganan pascabencana tetap berlanjut di bawah koordinasi BNPB dan kementerian terkait lainnya sesuai fungsi masing-masing.
Baca Juga: Korban Runtuhnya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Terus Bertambah, Begini Update Jumlah dari Basarnas
“Jadi, bukan berarti kegiatan terkait kejadian ini berhenti. Masih ada tindakan lanjutan yang akan dilakukan setelah operasi SAR dinyatakan tuntas,” kata dia yang berada di posko darurat untuk mengawasi langsung operasi dari lokasi kejadian itu.
Data dari posko tanggap darurat di Sidoarjo itu per Senin pukul 18.38 WIB mencatat jumlah 169 orang dievakuasi.
Di antaranya sebanyak 104 orang dievakuasi selamat dalam penanganan medis dan selebihnya meninggal dunia.
Selain itu, tim SAR gabungan menemukan total enam potongan tubuh yang kini masih dalam tahap identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur di Rumah Sakit Bhayangkara, Surabaya.
Jumlah korban tersebut masih dimungkinkan bertambah ataupun berkurang mengingat proses asesmen di lapangan yang masih dinamis. ****
Editor : Dharaka R. Perdana