RADAR TULUNGAGUNG - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jatim kembali mengumumkan update hasil identifikasi korban tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Minggu (12/10).
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan bahwa hari ini, sebanyak 2 korban berhasil teridentifikasi dari 2 kantong jenazah.
"Hari ini, Minggu, 12 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 2 kantong jenazah, yang match dengan delapan nomor AM (ante morterm)," tuturnya, Minggu (12/10/2025).
Berikut dua jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi pada Minggu (12/10/2025):
1. Ach Haikal Fadil Alfatih, laki-laki, 12 tahun, warga Dusun Timur Leke, Sendang Dajah, Labang, Bangkalan. Teridentifikasi melalui DNA dan medis.
2. Syamsul Arifin, laki-laki, 18 tahun, warga Dusun Tegal Badang, Tlagah, Kecamatan Galis, Bangkalan. Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti pribadi.
Sebelumnya pada Sabtu (11/10/2025), Tim DVI juga berhasil mengidentifikasi satu kantong jenazah atas nama Muhammad Ridwan Sahari.
Ia merupakan santri laki-laki berusia 14 tahun, dengan alamat Bendul Merisi Jaya Timur nomor 17 RT 2/ RW 12, Wonocolo, Surabaya.
Sekadar mengingatkan, masyarakat dikejutkan atas peristiwa ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo pada Senin (29/9/2025) lalu.
Setelah 9 hari berjibaku mengevakuasi korban yang tertimbun reruntuhan, kegiatan operasi SAR resmi ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB.
Data terakhir, korban dalam bencana non alam ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 potongan tubuh. ****