Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Update Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Total 55 Jenazah Sudah Teridentifikasi

Dharaka R. Perdana • Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:12 WIB

Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki. (Novia Herawati/ JawaPos.com)

RADAR TULUNGAGUNG - Identitas jenazah tragedi runtuhnya bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo terus bertambah.

Hingga Senin malam (13/10), Tim Disaster Victim Identifiction (DVI) Polda Jawa Timur berhasil mengidentifikasi 2 jenazah korban tragedi Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo, sehingga total menjadi 55. 

Baca Juga: 2 Kantong Jenazah Korban Ambruknya Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Teridentifikasi Asal Bangkalan

Kabiddokkes Polda Jawa Timur, Kombes Pol M. Khusnan Marzuki mengatakan bahwa hari ini, sebanyak 2 korban berhasil teridentifikasi dari 2 kantong jenazah.

"Hari ini, Senin, 13 Oktober 2025, Tim DVI Polda Jawa Timur berhasil melaksanakan identifikasi terhadap 2 kantong jenazah, yang match dengan dua nomor AM (ante morterm)," ujarnya, Senin (13/10/2025) seperti dilansir JawaPos.com.

Baca Juga: Tim DVI Polda Jawa Timur Identifikasi 48 Santri Korban Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Berikut Nama dan Alamatnya

Berikut dua jenazah korban tragedi Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo yang berhasil diidentifikasi pada Senin (13/10):

1. Khafa Ahmad Maulana, laki-laki, 15 tahun, warga Jalan Cendana RT 4/ RW 1, Ngawen, Sidayu, Gresik, Jawa Timur.

Teridentifikasi melalui DNA, medis, properti barang kepemilikan.

2. Irham Ghifari, laki-laki, 16 tahun, warga Katerungan RT 6/ RW 1, Katerungan, Krian, Sidoarjo.

Teridentifikasi melalui DNA, medis, dan properti barang kepemilikan.

Baca Juga: Polda Jawa Timur Naikkan Status Hukum Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Jadi Penyidikan, Benarkah Polisi Sudah Kantongi Calon Tersangka?

Kombes Khusnan menerangkan proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data antemortem (AM) dari keluarga dengan postmortem (PM) korban yang dikumpulkan Tim DVI di Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya. 

"Sampai dengan hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi total 55 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima. Saat ini operasi DVI masih berjalan dengan melakukan pendalaman nomor AM dan PM," tambahnya.

Jika merujuk pada data Ante Mortem, yang melaporkan kehilangan adalah 63 korban, masih tersisa 8 orang yang belum ditemukan.

Terkait jumlah korban, Kombes Khusnan tak bisa memberikan jawaban pasti 

"Pada intinya saat ini, masih tersisa 8 orang yang belum ditemukan dan di kamar jenazah kami masih ada 9 kantong jenazah, termasuk beberapa itu body part," pungkas Khusnan. 

Baca Juga: Menteri PU Tegaskan Bangun Ulang Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Anggaran Disiapkan Sepenuhnya dari APBN

Sekadar mengingatkan, pada 29 September lalu bangunan musholla Ponpes Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo runtuh saat digunakan salat Asar.

Setelah 9 hari melakukan pencarian, operasi SAR ditutup pada Selasa (7/10) pukul 10.00 WIB. Data terakhir, korban dalam tragedi ini mencapai 171 orang, dengan rincian 104 korban selamat dan 67 kantong jenazah korban, termasuk 8 body part. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#jenazah #sidoarjo #Polda Jawa Timur #Al Khoziny