Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Blitar Diterpa Angin Kencang Dahsyat dan Hujan Es, Atap Stadion Gelora Penataran Roboh Hingga Puluhan Pohon Tumbang

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Kamis, 16 Oktober 2025 | 03:00 WIB

 

rekaman CCTV runtuhnya atap stadion Gelora Penataran (tiktok @whyyydi)
rekaman CCTV runtuhnya atap stadion Gelora Penataran (tiktok @whyyydi)

RADAR TULUNGAGUNG – Wilayah Kabupaten Blitar kembali dilanda bencana alam akibat cuaca ekstrem yang membawa dampak kerusakan signifikan pada fasilitas publik dan rumah warga.

Bencana ini dipicu oleh hujan deras disertai dengan kekuatan angin kencang yang terjadi dalam waktu singkat.

Peristiwa cuaca buruk ini dilaporkan terjadi di beberapa lokasi dalam dua hari berturut-turut, di mana insiden terparah terjadi pada Selasa sore, 14 Oktober 2025, yang menyebabkan ambruknya atap Stadion Gelora Penataran di Kecamatan Nglegok.

Masyarakat di Kabupaten Blitar diimbau untuk waspada mengingat intensitas angin kencang yang terjadi.

Kerusakan parah terlihat jelas di Stadion Gelora Penataran, Blitar, di mana puluhan atap yang terbuat dari gavfalum beserta rangka besinya beterbangan setelah diterjang badai.

Baca Juga: Update Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Total 55 Jenazah Sudah Teridentifikasi

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Blitar Bayu Purna mengonfirmasi bahwa pasca cuaca ekstrem ini, meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian material dilaporkan cukup besar.

Bencana ini melanda setidaknya tiga kecamatan, yakni Nglegok, Garum, dan Kanigoro. Kejadian ini menggarisbawahi betapa berbahayanya cuaca ekstrem yang didominasi oleh tiupan angin kencang.

Sebelum peristiwa robohnya atap stadion, bencana serupa yang melibatkan angin kencang dan hujan es telah terjadi pada Senin sore, 13 Oktober 2025, di kawasan wisata di Kecamatan Garum.

Hujan deras yang diikuti oleh hujan es serta angin yang berputar membuat pengunjung dan warga di area wisata tersebut sempat panik.

Saksi mata menceritakan bahwa peristiwa itu berlangsung sangat cepat, diawali dari angin kencang, disusul awan pekat, dan kemudian turun hujan es yang sangat deras.

Kejadian ini menyebabkan sejumlah pohon karet tumbang dan membuat tempat wisata di Garum porak poranda, meski tidak ada korban jiwa dilaporkan dalam insiden hari Senin itu.

Insiden paling dramatis terjadi di Stadion Gelora Penataran, kebanggaan warga Kabupaten Blitar. Atap stadion di Kecamatan Nglegok ini roboh setelah diterjang angin kencang pada Selasa sore (14/10/2025) sekitar pukul 15.30 WIB.

Angin kencang tersebut disebut berlangsung sangat singkat, yakni sekitar 5 menit, namun cukup kuat untuk menghantam atap bagian tribun atas, terutama di sisi barat.

Seorang warga, Aditya Aris Kurnia, yang saat itu berada di lokasi untuk bermain sepak bola, mengaku kaget dengan peristiwa tersebut. Aris menceritakan kepada detikJatim bahwa saat itu hujan deras sedang terjadi, dan suara gemuruh akibat robohnya atap sangat kencang.

Orang-orang yang berada di dalam stadion sempat tidak bisa keluar karena reruntuhan atap sudah menghalangi. Beruntung, saat kejadian, dilaporkan tidak ada orang yang berada di bawah atap, dan meskipun sempat ada mobil pikap, kendaraan tersebut tidak tertimpa reruntuhan.

Kepala Dispora Kabupaten Blitar, Anindya Putra, menjelaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendataan dan asesmen karena kerusakan yang terjadi termasuk dampak dari bencana alam yang disebabkan oleh angin kencang.

Anindya menambahkan, material atap yang roboh sangat besar dan berat—ukurannya mungkin lebih dari 20 meter—sehingga membutuhkan alat berat untuk memindahkannya.

Baca Juga: PBNU Bakal Menempuh Jalur Hukum atas Tayangan Trans7, Dinilai Lecehkan Dunia Pesantren dan Ponpes Lirboyo Kediri

Laporan BPBD Kabupaten Blitar menunjukkan bahwa dampak bencana angin kencang tidak hanya terfokus di Stadion Nglegok, tetapi juga meluas ke tiga kecamatan, yaitu Nglegok, Garum, dan Kanigoro.

Di Kecamatan Garum, angin kencang menyebabkan kerusakan pada fasilitas pendidikan. Bangunan parkir di SMPN 1 Garum roboh dan menimpa dua unit motor hingga mengalami rusak berat.

Selain itu, teras kelas di sekolah tersebut juga tertimpa pohon dan mengalami kerusakan ringan. Dampak angin kencang di Garum juga dirasakan di Dusun Tanggung Kelurahan Bence (RT 01 RW 01), di mana sebuah rumah mengalami kerusakan ringan akibat tertimpa pohon.

Bahkan, di Desa Slorok, Dusun Pucungsari Lor (RT 02 RW 01), dapur rumah milik Solikin tertimpa pohon, yang juga dikategorikan sebagai kerusakan ringan. Angin kencang juga mengakibatkan pohon tumbang yang menutup akses jalan di Desa Tingal, Kecamatan Garum.

Sementara itu, di Kecamatan Kanigoro, tepatnya di Dusun Banjarejo, dapur rumah milik Mahmud tertimpa pohon tumbang.

Kembali pada insiden di area wisata Kecamatan Garum yang terjadi pada Senin, saksi mata Lilik menjelaskan bahwa hujan yang terjadi disertai angin seperti berputar, dan ini adalah pertama kalinya pohon karet—yang biasanya aman dan tidak mudah patah saat hujan biasa—roboh.

Selain kekuatan angin yang dahsyat, kejadian itu juga diawali dengan turunnya hujan es. Lilik menuturkan bahwa butiran es berukuran sekecil pucuk jari, dengan jumlah yang banyak, menghasilkan suara yang keras di atap bangunan.

Meskipun Lilik pernah menyaksikan hujan es sebelumnya, ia menyebut ukuran kali ini tidak sebesar peristiwa yang terjadi pada hari itu.

Petugas dari BPBD Kabupaten Blitar bergerak cepat di lokasi kejadian untuk melakukan asesmen dan pendataan terkait kerugian material. Hingga berita ini diterbitkan, petugas BPBD terus mendata kerusakan dan memberikan bantuan berupa terpal serta makanan cepat saji kepada masyarakat yang terdampak.

Petugas TNI dan Polri juga turut andil, khususnya di Stadion Gelora Penataran, dengan memasang garis polisi untuk membatasi akses masyarakat ke area reruntuhan.

Baca Juga: Full Gaspol! Yamaha Ajak Awak Media Asah Skill Bawa WR155 & YZ125X pada Event BLU CRU Yamaha Off-Road Skill Up

Plt BPBD Kabupaten Blitar, Bayu Purna, menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa pasca cuaca ekstrem yang melanda Blitar. Ia juga menambahkan bahwa selain melakukan asesmen, pihaknya berkoordinasi dengan perangkat desa untuk melaksanakan kegiatan penanganan lanjutan.

Meskipun dipastikan tidak ada korban jiwa, total kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah, terutama dari insiden di area wisata Garum dan ditambah dengan kerusakan parah pada stadion serta rumah-rumah warga.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi cuaca terbaru dan mengambil langkah pencegahan sehubungan dengan musim hujan dan potensi bencana alam yang disebabkan oleh angin kencang. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#angin kencang blitar #Kota Blitar #blitar