RADAR TULUNGAGUNG – Ramalan cuaca bakal mendera wilayah Jawa Timur dari pada periode 20 hingga 29 Oktober 2025
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur .
Fenomena tersebut berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Bulan Oktober Makin Sulit Ditebak, Simak Pola Perubahan Musim 5 Tahun Terakhir
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda, Taufiq Hermawan, menjelaskan bahwa saat ini sebagian wilayah Jawa Timur masih berada dalam masa pancaroba, sementara sebagian lainnya sudah memasuki awal musim hujan.
Kondisi ini membuat atmosfer menjadi labil dan memicu peningkatan potensi terbentuknya awan-awan konvektif penyebab hujan lebat.
“Dalam sepekan ke depan, potensi cuaca ekstrem di Jawa Timur meningkat cukup signifikan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya hujan deras disertai petir dan angin kencang,” jelas Taufiq, Selasa (22/10/2025).
Baca Juga: Suhu Bisa Mencapai 37,6 Derajat Celcius Hingga November, Ini 5 Tips Penting Menghadapi Cuaca Panas
Menurut dia, fenomena ini dipicu oleh adanya gangguan gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin yang tengah melintasi wilayah Jawa Timur.
Selain itu, suhu muka laut yang masih hangat di sekitar Selat Madura turut memperkuat pembentukan awan hujan berintensitas sedang hingga lebat.
Beberapa daerah yang diprediksi terdampak cuaca ekstrem meliputi Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Trenggalek, Tuban, Tulungagung, Magetan, Ngawi, Pacitan, dan Ponorogo, serta sejumlah kota besar seperti Kota Surabaya, Kota Kediri, Kota Madiun, dan Kota Probolinggo.
Baca Juga: Kenapa Kipas Angin Terasa Makin Panas saat Cuaca Panas? Ini Penjelasan Lengkap dan Solusinya
BMKG Juanda juga mengingatkan masyarakat di wilayah dengan topografi curam, bergunung, dan tebing untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor, banjir bandang, dan pohon tumbang, terutama saat intensitas hujan tinggi.
“Kami mengharapkan masyarakat dan instansi terkait untuk selalu memantau informasi cuaca terbaru dari BMKG. Hujan ekstrem dapat berdampak pada aktivitas harian, jalan licin, hingga menurunnya jarak pandang,” tambah Taufiq.
BMKG mengimbau agar masyarakat tidak panik, namun tetap siaga dan melakukan langkah antisipasi dini, seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang rapuh, dan menghindari berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir. ****
Editor : Dharaka R. Perdana