Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Imbas Video Bocor, Admin Media Sosial Wali Kota Surabaya Ajukan Pengunduran Diri

Iqbal Pangestu • Senin, 3 November 2025 | 04:44 WIB

Sejumlah warganet menyoroti video bocoran percakapan tim admin media sosial Wali Kota Surabaya yang viral di media sosial.
Sejumlah warganet menyoroti video bocoran percakapan tim admin media sosial Wali Kota Surabaya yang viral di media sosial.

RADAR TULUNGAGUNG - Kontroversi melanda setelah video percakapan tim admin media sosial Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bocor dan terekam saat siaran langsung Instagram dijeda. Insiden ini langsung menuai kontroversi dan banyak dibicarakan oleh publik di media sosial.

Potongan video berdurasi 57 detik tersebut diunggah oleh akun TikTok @exploretuban dan segera viral. Akibat kebocoran ini, nama Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjadi perbincangan hangat di media sosial.

Dalam rekaman yang bocor, terdengar suara seorang admin perempuan bercanda dengan rekan-rekannya membahas konten kegiatan lapangan Wali Kota Surabaya.

Candaan tersebut dinilai warganet menyudutkan Eri Cahyadi, seolah kegiatan yang dilakukan hanya sebatas rekayasa konten.

Baca Juga: Golkar Tegaskan Laporan Meme Bahlil Bukan Sekadar Pembelaan, Tapi Upaya Jaga Ruang Digital dari Fitnah, Hoaks, dan Serangan Rasial

Suara admin perempuan yang belakangan diketahui bernama Hening Dzikrillah terdengar mengatakan bahwa jika videonya bagus, sebaiknya disimpan dulu. Ia menambahkan bahwa video itu bisa dipakai untuk seakan-akan Bapak keliling jika besok terjadi hujan.

Kalimat "epok-epok" yang dalam kosakata Surabaya berarti pura-pura, langsung menjadi fokus utama pembicaraan warganet. Banyak yang menilai candaan ini memperlakukan kegiatan lapangan Wali Kota sebagai bahan konten semata dan tidak etis.

Saat percakapan tersebut berlangsung, Wali Kota Eri Cahyadi sedang meninjau lapangan dan sama sekali tidak mengetahui obrolan yang terekam.

Admin perempuan tersebut juga tampak tidak sadar bahwa mikrofon masih aktif, dan suaranya bocor ke publik saat live dijeda.

Bahkan, admin perempuan itu sempat memastikan kepada rekannya apakah suaranya tidak akan terekam saat live Instagram dalam posisi jeda. Ia bertanya, "Eh iki lek wis ngene, lak gak metu suarane yo?" untuk memastikan suaranya tak terekam.

Video yang beredar luas itu membuat kontroversi dan menuai sentimen negatif terhadap Eri Cahyadi. Hingga Minggu, 2 November 2025 siang, video di akun TikTok @exploretuban telah ditonton lebih dari 1,6 juta kali.

Baca Juga: Dualisme di DPD Golkar Tulungagung, Pengamat Nilai Komunikasi Tak Sinkron Jadi Penyebab

Selain viral, kolom komentar di akun Instagram Eri Cahyadi pun dibanjiri dengan komentar bernada sindiran dari masyarakat. Situasi tersebut menunjukkan dampak besar dari kelalaian saat mengelola media sosial publik.

Tidak lama setelah video percakapannya viral, admin yang bersangkutan segera menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.

Admin perempuan tersebut, Hening Dzikrillah (@heningdzikrillah), menyampaikannya secara terbuka melalui akun Instagram pribadinya.

Hening mengaku ucapannya tersebut murni hanya sebatas candaan internal dengan teman-temannya di dalam mobil. Ia menegaskan bahwa candaan tersebut sama sekali tidak bermaksud untuk merendahkan atau menimbulkan kesan negatif terhadap Wali Kota.

Namun demikian, Hening Dzikrillah mengakui bahwa meskipun konteksnya bercanda, ucapannya melanggar standar kerja dan prinsip dasar Wali Kota.

Ia menyampaikan penyesalan penuh dan menyadari bahwa insiden ini berdampak besar bagi citra pimpinan Kota Surabaya.

Hening juga menjelaskan bahwa Eri Cahyadi telah mempercayakan tim untuk mengelola konten, sehingga beliau tidak terlibat langsung dalam proses pengunggahan konten di media sosialnya. Ia menyatakan bahwa kesalahan ini adalah murni kesalahan pribadinya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral yang besar, Hening menyatakan telah mengajukan permohonan pengunduran diri dari posisinya.

Ia berharap besar Wali Kota dapat memaafkannya, meskipun hingga kini belum ada komunikasi langsung dengan Eri Cahyadi.

Legislator Kota Surabaya, Arif Fathoni, turut bereaksi atas kejadian viral yang menimpa tim media sosial tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya ini membela Eri Cahyadi dan menekankan bahwa kejadian itu murni kelalaian individu.

Baca Juga: Seni Mendengarkan, Kunci Komunikasi yang Sering Diremehkan tapi Menentukan Segalanya

Fathoni menegaskan bahwa tidak etis jika seluruh kegiatan lapangan Wali Kota lantas dipukul rata seolah-olah hanya pencitraan semata.

Ia percaya warga Surabaya tahu betul bahwa Eri Cahyadi adalah pemimpin yang benar-benar hadir di lapangan untuk rakyat.

Politisi Partai Golkar itu mengapresiasi langkah cepat sang admin yang meminta maaf dan memutuskan mundur dari tim media sosial.

Ia menilai pengunduran diri Hening Dzikrillah tersebut sebagai langkah terhormat yang jarang dilakukan dalam birokrasi.

Arif Fathoni juga menekankan pentingnya membangun budaya pemaaf dalam masyarakat. Ia berharap satu kesalahan kecil tidak membuat anak muda kehilangan semangat dan kreativitas dalam berkarya. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#wali kota surabaya #viral #eri cahyadi #media sosial