Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hujan Es Bisa Terjadi di Beberapa Wilayah di Jawa Timur, Wajib Waspadai Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Dharaka R. Perdana • Senin, 10 November 2025 | 05:32 WIB

di beberapa desa Tulungagung, ritual memanggil hujan tetap menjadi pengingat bahwa manusia dan alam punya hubungan yang erat hubungan yang layak dijaga
di beberapa desa Tulungagung, ritual memanggil hujan tetap menjadi pengingat bahwa manusia dan alam punya hubungan yang erat hubungan yang layak dijaga

RADAR TULUNGAGUNG – Sejumlah wilayah Jawa Timur harus waspada potensi bencana hidrometeorologi seperti hujan sedang hingga lebat, banjir, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, dan hujan es akibat cuaca ekstrem.

Potensi ini diperkirakan terjadi pada periode 6 hingga 12 November 2025 seperti yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG Juanda.

Baca Juga: Musim Pancaroba, Waspadai Cuaca Ekstrem di Jawa Timur 30 Oktober – 5 November 2025, Termasuk Tulungagung

Wilayah yang masuk dalam zona waspada di antaranya mencakup Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Ngawi, Nganjuk, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, hingga Tulungagung.

Bahkan, beberapa kota besar seperti Surabaya, Malang, Batu, Kediri, Blitar, Mojokerto, Pasuruan, Probolinggo, dan Madiun juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem dalam sepekan mendatang.

Baca Juga: Ramalan Cuaca 20–29 Oktober 2025, BMKG Juanda Imbau Warga Jawa Timur Waspadai Cuaca Ekstrem, Termasuk Tulungagung dan Sekitarnya

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda Taufiq Hermawan menjelaskan, peningkatan intensitas cuaca ekstrem disebabkan oleh beberapa faktor atmosfer yang saat ini aktif di wilayah Jawa Timur.

“Masih terdapat gangguan gelombang atmosfer Rossby dan Low Frequency yang melintasi wilayah Jawa Timur. Selain itu, pola belokan angin dan suhu muka laut yang cukup hangat di sekitar Selat Madura turut mendukung pertumbuhan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lebat,” jelasnya.

Baca Juga: Material Sisa Tanah Longsor Berhasil Disingkirkan, Jalur Utama Tulungagung - Trenggalek Via Pagerwojo Kembali Normal

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan perubahan cuaca mendadak, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana seperti tebing curam, lereng gunung, dan bantaran sungai.

Cuaca ekstrem berpotensi menimbulkan banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang, hingga berkurangnya jarak pandang.

“Instansi terkait diharapkan juga meningkatkan kesiapsiagaan, terutama dalam mitigasi bencana di wilayah padat penduduk dan kawasan dengan potensi longsor,” tambahnya.

Baca Juga: Akses Tulungagung - Trenggalek Via Pagerwojo Tertutup Tanah Longsor, Terjadi di Lokasi yang Sama untuk Ketiga Kalinya

Untuk mengetahui kondisi cuaca terkini, BMKG Juanda mengimbau masyarakat agar memantau pembaruan informasi melalui:

BMKG juga rutin membagikan peringatan dini tiga harian dan dua hingga tiga jam ke depan untuk membantu masyarakat melakukan langkah antisipasi.

Dengan intensitas cuaca yang diprediksi meningkat, masyarakat Jawa Timur termasuk wilayah Tulungagung dan sekitarnya diharapkan tetap waspada dan tidak panik, serta memastikan saluran air di sekitar rumah tetap bersih agar genangan air tidak berubah menjadi bencana banjir. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#tulungagung #Bencana hidrometeorologi #cuaca ekstrem #jawa timur