Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Simak Ramalan Cuaca Jelang Awal Pekan, Hampir Seluruh Wilayah Jawa Timur Berpotensi Terjadi Cuaca Ekstrem

Dharaka R. Perdana • Minggu, 16 November 2025 | 19:56 WIB

ilustrasi cuaca hujan petir
ilustrasi cuaca hujan petir

RADAR TULUNGAGUNG – Jelang awal pekan hampir seluruh wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG Juanda merilis peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi pada periode 13–19 November 2025.

Baca Juga: Hujan Es Bisa Terjadi di Beberapa Wilayah di Jawa Timur, Wajib Waspadai Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi

Intensitas hujan diperkirakan meningkat signifikan, mulai hujan sedang hingga lebat disertai petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

Deretan wilayah yang berpotensi terdampak nyaris mencakup seluruh kabupaten/kota, antara lain Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Batu, Malang, Surabaya, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Mojokerto, Ngawi, dan Nganjuk.

Selanjutnya juga di Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Trenggalek, Tuban, dan Tulungagung.

Menurut BMKG, meningkatnya potensi cuaca ekstrem ini dipicu pola siklonik di Samudera Hindia selatan Pulau Jawa yang memicu terbentuknya daerah konvergensi di atas wilayah Jawa Timur. Kondisi ini membuat pembentukan awan-awan hujan semakin intens.

Baca Juga: Ramalan Cuaca 20–29 Oktober 2025, BMKG Juanda Imbau Warga Jawa Timur Waspadai Cuaca Ekstrem, Termasuk Tulungagung dan Sekitarnya

Tak berhenti di situ, gangguan gelombang atmosfer berupa Madden–Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Low Frequency yang melintas di atas Jawa Timur turut memperkuat peluang hujan lebat.

Suhu muka laut yang hangat di sekitar Selat Madura juga mendukung tumbuhnya awan konvektif pemicu hujan deras.

BMKG Juanda mengimbau masyarakat serta instansi terkait untuk mewaspadai perubahan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba dalam sepekan ke depan.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca di Bulan Oktober Makin Sulit Ditebak, Simak Pola Perubahan Musim 5 Tahun Terakhir

Wilayah bertopografi curam, bergunung, atau bertebing diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalan licin, dan berkurangnya jarak pandang.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan tanda-tanda cuaca ekstrem dan segera mengantisipasi dampaknya,” tegas Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Juanda Taufiq Hermawan.

Dengan kondisi musim hujan yang kini telah memasuki fase intensif di sebagian besar wilayah Jawa Timur, kewaspadaan dan mitigasi menjadi kunci meminimalkan risiko bencana. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#awal pekan #cuaca ekstrem #jawa timur