RADAR TULUNGAGUNG - Kabupaten Trenggalek dikenal sebagai salah satu daerah penghasil bambu.
Tanaman ini tumbuh subur di wilayah pegunungan hingga dataran rendah, baik di lahan produktif maupun lahan tidur.
Melihat potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Trenggalek terus bergerak memanfaatkan bambu sebagai pendorong daya saing berbasis produk lestari.
Berbagai inovasi pengembangan bambu digagas untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, salah satunya pemanfaatan bambu sebagai usaha UMKM.
Sejalan dengan program pemerintah daerah, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Tulungagung turut mendorong terbentuknya klasterisasi usaha kerajinan anyaman bambu di kalangan nasabah Mekaar.
Melalui pendampingan intensif, pelatihan kewirausahaan, serta akses pembiayaan dan pemasaran digital, PNM berupaya mengubah tantangan menjadi peluang.
Klasterisasi ini dibentuk dari kelompok Mekaar di Desa Prambon, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek, yang sebelumnya memproduksi bambu menjadi kemasan keripik tempe dan tape.
Melalui kegiatan ini, tercipta diversifikasi produk anyaman bambu seperti tempat tisu, kipas, dan berbagai kerajinan lain yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Klaster Kerajinan Anyaman Bambu di Trenggalek diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana pemberdayaan perempuan dapat menggerakkan ekonomi desa.
Selain menciptakan kemandirian usaha, inisiatif ini juga memperkuat semangat gotong royong antarnasabah serta membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pelaku industri kreatif.
“Saya senang sekali bisa ikut klasterisasi ini. Kami jadi punya ilmu baru, produk kami lebih cantik dan punya harga lebih baik. Rasanya bangga melihat hasil kerja kami bisa berkembang dan membawa manfaat untuk keluarga,” ucap salah satu peserta klasterisasi.
Pemimpin Cabang PNM Tulungagung, Irvan Effendi, menjelaskan bahwa program ini lahir dari kelompok nasabah yang memiliki aktivitas usaha serupa, yaitu memproduksi besek yang selama ini hanya dijual ke pengepul.
“Tidak hanya berhenti pada kemampuan pembuatan variasi produk, mereka juga dibekali teknik pemasaran baik konvensional maupun digital. Melalui kegiatan klasterisasi ini, diharapkan mampu mendongkrak ekonomi keluarga ibu-ibu di Desa Prambon tersebut,” ujar Irvan. (yay)
Editor : Vidya Sajar Fitri