RADAR TULUNGAGUNG- Terungkap Dugaan Pesugihan Gunung Kawang di Balik Karaoke MewahPraktik pesugihan Gunung Kawang kembali menjadi sorotan setelah seorang mantan pemandu lagu membongkar kisah mengerikan di balik sebuah karaoke kafe mewah di wilayah terpencil Jawa Timur.
Kesaksian itu diungkapkan oleh Mbak Ais, narasumber dalam kanal YouTube horor Malam Mencekam, yang mengaku nyaris menjadi korban ritual pesugihan demi kekayaan pemilik tempat hiburan malam tersebut.
Peristiwa ini terjadi pada 2019, saat Mbak Ais bekerja sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke yang dikenal sebagai tempat paling ramai dan “tidak pernah sepi tamu” di daerah tersebut.
Namun di balik gemerlap lampu temaram, Mbak Ais menyebut ada praktik gaib yang mengarah pada pesugihan Gunung Kawang.
Baca Juga: Jejak Kiai Abu Mansur dalam Sejarah Lahirnya Kabupaten Tulungagung
Rekrutmen Janggal dan Aturan Aneh
Awal kejanggalan dirasakan sejak proses perekrutan. Mbak Ais direkrut melalui media sosial dengan iming-iming penghasilan besar. Seluruh biaya perjalanan ditanggung pemilik kafe.
Setibanya di lokasi, para pemandu lagu dikontrak tiga bulan dengan aturan ketat, salah satunya larangan makan malam setelah Magrib.
“Kalau lapar, cuma boleh makan di hall. Enggak boleh makan berat malam hari,” ujar Mbak Ais.
Menurutnya, aturan tersebut belakangan terasa tidak masuk akal setelah serangkaian peristiwa mistis terjadi.
Korban Pertama: Pemandu Lagu Meninggal Misterius
Tragedi bermula ketika seorang pemandu lagu bernama Dewi tiba-tiba terjatuh di area karaoke dan mengalami luka parah, meski lokasi jatuh tidak berbahaya. Beberapa hari dirawat, Dewi akhirnya dipulangkan oleh keluarganya. Namun empat hari kemudian, kabar duka datang. Dewi meninggal dunia secara mendadak.
Tak lama berselang, pemandu lagu lain bernama Riska mengalami kejadian lebih tragis. Riska mendadak sakit panas tinggi, kejang-kejang, hingga akhirnya meninggal di mess karyawan dengan kondisi mengenaskan.
“Darah keluar dari mata, hidung, mulut, dan telinga,” tutur Mbak Ais.
Kematian Riska sempat disebut sebagai sakit biasa. Namun para karyawan merasa ada yang ditutupi.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Instruksikan Normalisasi Kanal 9 Km, Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir Lamongan
Penemuan Sesajen dan Foto Dililit Benang
Kecurigaan menguat ketika Mbak Ais dan rekannya menemukan sebuah gudang terkunci di belakang kafe. Di dalamnya terdapat sesajen lengkap: kepala hewan, ayam cemani, bunga, arak, dan yang paling mengejutkan—foto pemandu lagu yang dililit benang merah.
“Awalnya foto Riska, lalu menyusul foto saya,” kata Mbak Ais.
Ia menduga kuat ritual tersebut terkait pesugihan Gunung Kawang, di mana tumbal manusia dipersembahkan demi kekayaan dan kelancaran usaha.
Manajer Tewas, Bangunan Terbakar Misterius
Setelah sesajen dirusak, terjadi peristiwa kebakaran aneh di area gudang. Api muncul tanpa sumber listrik maupun gas. Keesokan harinya, manajer karaoke ditemukan tewas dengan posisi tubuh tidak wajar.
Anehnya, operasional karaoke tetap berjalan normal. Tidak ada garis polisi, tidak ada penyelidikan terbuka. Semua karyawan diminta tutup mulut.
Uang Berubah Jadi Daun Kering
Puncak kejanggalan dialami Mbak Ais saat menerima uang bonus dari pemilik kafe. Uang itu berbau harum tak biasa. Beberapa hari kemudian, uang tersebut berubah menjadi daun kering di dalam dompet.
“Itu momen saya yakin, ini bukan hal biasa,” ucapnya.
Tak lama kemudian, Mbak Ais dan rekannya memilih keluar dari tempat tersebut, meski harus menebus kontrak.
Dugaan Kuat Pesugihan Gunung Kawang
Mbak Ais meyakini pemilik karaoke menjalankan pesugihan Gunung Kawang, dengan pemandu lagu sebagai tumbal. Dugaan itu diperkuat dengan kematian beruntun, kekayaan fantastis sang bos, serta ritual tersembunyi yang terus dilakukan.
Hingga kini, kisah ini masih menjadi misteri. Namun pengakuan Mbak Ais membuka tabir gelap dunia hiburan malam yang jarang terungkap ke publik.
Baca Juga: Akta 65 Tak Kunjung Terlihat, Abdul Fickar Hadjar: Nany Widjaja Bisa Terjerat Pidana Pemalsuan
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani