RADAR TULUNGAGUNG- Pesugihan Gunung Kawi kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah vlog eksplorasi kawasan Keraton Gunung Kawi di Kabupaten Malang viral di media sosial. Tempat yang dikenal sebagai situs bersejarah sekaligus spiritual ini disebut-sebut kerap didatangi pengusaha, artis, hingga pejabat demi meminta keberkahan, kesuksesan bisnis, bahkan kemenangan politik.
Dalam video yang diunggah pada Selasa, 13 Januari 2026, sang vlogger mengungkap pengalamannya menyusuri kawasan Keraton Gunung Kawi hingga jalur pendakian Gunung Kawi via Ngantang.Ia menyebut, pesugihan Gunung Kawi sering kali dibungkus dengan istilah “ritual mencari keberkahan”, meski praktiknya kerap diasosiasikan dengan pencarian kekayaan instan.
Sejak awal kedatangan di area keraton, nuansa sakral sudah terasa kuat. Di kawasan tersebut berdiri pohon besar yang dililit kain corak catur, mirip tradisi Bali.
Tak hanya itu, di area yang sama juga terdapat vihara umat Buddha serta pura Hindu, menandakan Gunung Kawi sebagai ruang spiritual lintas kepercayaan yang telah lama hidup berdampingan dengan masyarakat setempat.
Keraton Gunung Kawi dan Cerita di Balik Ritual
Menurut penuturan kuncen yang ditemui vlogger tersebut, Keraton Gunung Kawi kerap dikunjungi tokoh-tokoh populer. Mulai dari pengusaha besar yang bisnisnya tengah terpuruk, artis yang pamornya meredup, hingga pejabat yang sedang menghadapi kontestasi politik.
Kuncen itu mengungkapkan, ada ritual tertentu yang dilakukan di dalam keraton dengan mahar yang tidak sedikit. Disebutkan, satu kali kunjungan ritual bisa memerlukan mahar puluhan juta rupiah. Bahkan, ada cerita tentang seorang mantan presiden Republik Indonesia yang disebut-sebut datang hingga belasan kali sebelum akhirnya terpilih menjadi orang nomor satu di negeri ini.
Cerita semacam inilah yang membuat pesugihan Gunung Kawi terus dipercaya sebagian masyarakat sebagai jalan pintas menuju kekayaan, kekuasaan, dan popularitas. Meski kebenarannya sulit diverifikasi, kisah-kisah tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan semakin menguatkan mitos Gunung Kawi sebagai pusat ritual mistis.
Jalur Pendakian dan Titik Ritual Pesugihan
Tak hanya di area keraton, praktik pesugihan Gunung Kawi juga disebut berlangsung di beberapa titik di jalur pendakian. Vlogger tersebut menyusuri hutan dan menemukan lokasi-lokasi yang diyakini sering dijadikan tempat ritual, ditandai dengan batu bertumpuk, sisa dupa, serta pos kecil untuk berteduh.
Menariknya, ritual di jalur pendakian ini disebut tidak memerlukan mahar besar seperti di keraton. Hal inilah yang membuat beberapa orang memilih melakukan ritual secara mandiri di gunung, terutama mereka yang merasa tidak sanggup membayar biaya mahal.
Suasana hutan Gunung Kawi digambarkan tenang, sejuk, namun memiliki aura mistis yang kuat. Kabut yang kerap turun pada sore hari menambah kesan magis kawasan tersebut, meski pada kunjungan kali ini kabut belum sepenuhnya menyelimuti gunung.
Antara Mitos, Kepercayaan, dan Kritik
Meski mengungkap berbagai cerita mistis, sang vlogger menegaskan bahwa dirinya memandang praktik pesugihan Gunung Kawi secara kritis. Ia menyebut, keberhasilan bisnis atau karier setelah ritual bisa jadi hanyalah kebetulan, bukan bukti mutlak kekuatan ritual tersebut.
Ia juga mengingatkan, khususnya bagi umat Islam, praktik pesugihan dan ritual perdukunan termasuk perbuatan musyrik yang dilarang agama. Namun demikian, ia tetap menghormati pilihan individu lain selama tidak merugikan orang lain.
Gunung Kawi sendiri sejatinya adalah situs budaya dan spiritual yang memiliki nilai sejarah tinggi. Sayangnya, stigma pesugihan kerap menutupi potensi kawasan ini sebagai destinasi wisata religi dan alam.
Hingga kini, pesugihan Gunung Kawi tetap menjadi fenomena yang memancing rasa penasaran publik—antara kepercayaan, mitos, dan realitas yang sulit dibuktikan secara rasional.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani