RADAR TULUNGAGUNG— Pesugihan Gunung Kawi kembali menjadi sorotan setelah sebuah pengakuan mengejutkan disampaikan dalam kanal YouTube Jalan Buntu. Seorang pria bernama Purnomo, warga Bogor yang pernah lama tinggal di Malang, membagikan pengalaman nyata mengantar beberapa orang melakukan ritual pesugihan di kawasan Gunung Kawi, Jawa Timur. Cerita ini membuka tabir sisi gelap pesugihan yang jarang diungkap ke publik.
Dalam pengakuannya, Purnomo menegaskan bahwa pesugihan Gunung Kawi memang bisa mendatangkan uang dalam waktu singkat. Namun, harga yang harus dibayar disebut jauh lebih mahal daripada harta yang diperoleh.
Ia mengaku pertama kali terlibat tanpa sengaja, hanya diminta mengantar teman berwisata alam ke Gunung Arjuno dan Bromo pada akhir 2019.
Baca Juga: Liga Champions 2025/2026 Pekan ke-7: Arsenal Pimpin Klasemen, Real Madrid dan Bodo/Glimt Menggila
Awal Mula ke Gunung Kawi
Perjalanan berubah ketika salah satu rombongan mulai tertarik dengan cerita ritual spiritual yang mereka lihat di Gunung Arjuno. Rasa penasaran itu berujung pada permintaan untuk diantar ke Gunung Kawi, lokasi yang sejak lama dikenal sebagai tempat ritual pesugihan.
Setibanya di lokasi, Purnomo menggambarkan suasana yang sangat kontras dengan wisata alam biasa. Deretan homestay, penjual sesajen, suara gamelan, hingga peziarah yang menunggu jatuhnya buah dewandaru menjadi pemandangan sehari-hari.
Semua aktivitas tersebut berkaitan erat dengan praktik pesugihan Gunung Kawi yang dipercaya sebagian orang dapat melancarkan rezeki.
Baca Juga: Hasil Liga Champions 2025/2026 Matchday 7: Real Madrid Menang Telak, Arsenal Kokoh di Puncak
Ritual dan Janji Kekayaan
Dua orang yang diantar, Ujo dan Aji (bukan nama sebenarnya), menyatakan niat ingin kaya secara terang-terangan kepada juru kunci setempat. Mereka bahkan mengaku siap menanggung risiko apa pun, termasuk kehilangan nyawa. Ritual pun dilakukan secara bertahap, lengkap dengan sesajen, darah hewan, dan tirakat khusus.
Beberapa bulan setelah ritual pertama dan kedua, perubahan ekonomi mulai terlihat. Salah satu pelaku usaha mendadak mampu melunasi utang ratusan juta rupiah.
Yang lain, seorang karyawan, mencatat penjualan jauh melampaui target perusahaan. Uang datang deras, bahkan disebut muncul misterius di sebuah kotak yang diletakkan di bawah tempat tidur.
Dampak Gaib ke Sang Pengantar
Namun, dampak pesugihan Gunung Kawi tidak hanya dirasakan pelaku ritual. Purnomo mengaku mengalami gangguan tidur selama lebih dari sebulan. Ia berkali-kali mengalami mimpi buruk dan kondisi seperti ketindihan, bertemu sosok makhluk besar berwarna hitam yang menagih kehadirannya.
Merasa takut, ia menolak terlibat lebih jauh. Bahkan saat diberi uang Rp50 juta sebagai “ucapan terima kasih”, Purnomo memilih menyalurkannya ke masjid, gereja, wihara, panti asuhan, dan warga kurang mampu. Ia mengaku tidak ingin menyimpan uang yang sumbernya tidak jelas.
Kematian Beruntun Setelah Ritual Ketiga
Tragedi mulai terjadi setelah ritual ketiga. Istri salah satu pelaku meninggal dunia setelah sakit misterius. Beberapa waktu kemudian, anaknya meninggal secara mendadak setelah terjatuh dari sepeda. Tidak berselang lama, ibu mertua dan anggota keluarga lain juga meninggal, sebagian dengan cara yang tidak wajar.
Puncaknya, salah satu pelaku tewas dalam kecelakaan tunggal. Tak lama berselang, pelaku lain meninggal dunia pada 2021, yang secara medis disebut akibat Covid-19. Namun rangkaian kejadian ini membuat banyak pihak mengaitkannya dengan konsekuensi pesugihan Gunung Kawi.
Peringatan Keras: Jangan Coba-coba
Purnomo menegaskan bahwa kisah ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi menjadi peringatan. Menurutnya, pesugihan bukan sekadar soal ritual, melainkan perjanjian yang konsekuensinya bisa merembet ke keluarga.
“Kalau sudah masuk, katanya enggak bisa mundur. Yang diambil bukan cuma uangnya, tapi bisa orang-orang terdekat,” ujarnya.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa jalan pintas menuju kekayaan sering kali menyimpan risiko besar. Di balik gemerlap uang, ada harga mahal yang bisa menghancurkan hidup seseorang secara perlahan.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Instruksikan Normalisasi Kanal 9 Km, Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir Lamongan
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani