JAKARTA - Kisah horor Gunung Lawu kembali menyita perhatian warganet. Sebuah cerita pendakian yang dibagikan melalui kanal YouTube bertema horor ini viral setelah mengungkap pengalaman mistis seorang pendaki bernama Jaka yang mengaku “ditahan” makhluk gaib saat mendaki Gunung Lawu via Candi Ceto.
Cerita horor Gunung Lawu ini bermula dari rencana pendakian empat sahabat lama, yakni Jaka, Hadi, Agus, dan Anas. Mereka memutuskan mendaki Gunung Lawu sebagai ajang reuni setelah lama tak bertemu. Meski awalnya hanya berniat berkemah, perjalanan tersebut justru berubah menjadi pengalaman di luar nalar, terutama bagi Jaka yang dikenal peka terhadap hal-hal gaib.
Sejak awal perjalanan menuju basecamp Candi Ceto, Jaka sudah merasakan firasat tak enak. Perasaan seperti diawasi terus menghantui, meski ditenangkan oleh teman-temannya. Pendakian tetap dilanjutkan hingga melewati sejumlah pos, termasuk kawasan candi dan jalur hutan yang semakin rapat dan sunyi.
Pendakian Mulai Dihantui Kejanggalan
Memasuki pos-pos awal, beberapa kejadian aneh mulai dirasakan. Mereka sempat bertemu ular welang yang dipercaya sebagian orang sebagai pertanda larangan melanjutkan perjalanan. Namun, rombongan tetap naik hingga akhirnya mendirikan tenda di Pos 5 atau Bulak Peperangan.
Di lokasi inilah teror semakin terasa. Jaka mengalami mimpi aneh bertemu sosok hitam raksasa bermata merah dan makhluk gaib menyerupai kakek berjubah putih yang menunggang harimau putih. Saat terbangun, Jaka mendapati dirinya berada di luar tenda, sendirian di tengah hutan yang sunyi tanpa suara serangga sekalipun.
Keesokan harinya, meski berhasil mencapai puncak Hargo Dumilah, perasaan tidak nyaman kembali muncul. Jaka meminta rombongan segera turun dengan alasan ingin cepat pulang. Namun, perjalanan turun justru menjadi puncak dari kisah horor Gunung Lawu yang dialaminya.
Diikat Rantai dan Dibawa Prajurit Gaib
Saat berada di jalur antara Pos 4 dan Pos 3, Jaka tiba-tiba pingsan. Ketika sadar, ia mengaku mendapati kedua tangannya terikat rantai besi dan tubuhnya diseret oleh dua sosok berpakaian prajurit kuno. Ia dibawa ke sebuah padang rumput luas tanpa tenda, jalur, maupun tanda-tanda pendakian.
Dalam kondisi panik, Jaka mendengar sosok gaib menuduhnya sebagai keturunan Adipati Cepu yang dilarang naik Gunung Lawu. Sosok tersebut bahkan mengangkat pedang dan mengancam nyawanya. Situasi berubah ketika muncul kembali sosok kakek berjubah putih yang sebelumnya ia lihat dalam mimpi.
Kakek tersebut meminta agar Jaka dilepaskan, seraya menjelaskan bahwa Jaka merupakan keturunan dua garis darah besar. Setelah itu, rantai yang mengikat tangan dan kaki Jaka dilepaskan, dan ia diperintahkan untuk kembali ke alam manusia serta tidak lagi mendaki Gunung Lawu.
Terungkap Larangan Mistis Gunung Lawu
Jaka kemudian sadar di hadapan teman-temannya yang tengah panik mencarinya. Ajaibnya, kondisi kaki Jaka yang sebelumnya cedera parah mendadak pulih tanpa rasa sakit. Rombongan pun segera turun dan meninggalkan Gunung Lawu malam itu juga.
Setelah kejadian tersebut, Jaka mengaku tidak pernah lagi mendaki gunung. Ia menyadari bahwa Gunung Lawu bukan sekadar destinasi wisata alam, melainkan tempat yang sarat sejarah, mitos, dan kepercayaan spiritual, termasuk larangan bagi keturunan tertentu seperti Adipati Cepu yang konon bersumber dari sumpah Prabu Brawijaya V sebelum moksa.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Instruksikan Normalisasi Kanal 9 Km, Solusi Jangka Panjang Atasi Banjir Lamongan
Kisah horor Gunung Lawu ini kembali mengingatkan para pendaki agar selalu menjaga sikap, niat, dan adab saat berada di kawasan gunung yang dianggap sakral oleh masyarakat setempat.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina