Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Misteri Gunung Semeru Kian Bikin Penasaran! Kisah Mbah Dipo, Arco Podo Majapahit, Ikan Mas Ranu Kumbolo, hingga Tanjakan Cinta

Natasha Eka Safrina • Kamis, 29 Januari 2026 | 18:25 WIB

Misteri Gunung Semeru terkuak! Fakta letusan, wedhus gembel, larangan pendakian, hingga Arcapada Arcopodo di Mahameru.
Misteri Gunung Semeru terkuak! Fakta letusan, wedhus gembel, larangan pendakian, hingga Arcapada Arcopodo di Mahameru.

JAKARTA - Misteri Gunung Semeru seolah tak pernah habis dibicarakan, terutama di kalangan pendaki yang pernah merasakan langsung aura “atap Pulau Jawa” ini. Gunung Semeru dikenal sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan puncak Mahameru yang menjulang hingga 3.676 meter di atas permukaan laut. Namun di balik jalur pendakian yang menantang dan panorama yang memukau, tersimpan kisah-kisah yang turun-temurun beredar sebagai mitos, legenda, hingga pengalaman mistis.

Cerita misteri ini ada yang dipercaya penuh keyakinan, ada pula yang dianggap sekadar dongeng. Namun satu hal yang jelas, nama Semeru selalu punya magnet tersendiri. Mulai dari kisah juru kunci legendaris, arca gaib peninggalan Majapahit, larangan memancing di Ranu Kumbolo, sampai mitos cinta yang konon bisa “jadi kenyataan” jika dilakukan dengan benar.

Salah satu kisah paling terkenal adalah tentang Mbah Dipo, sosok yang disebut sebagai juru kunci Gunung Semeru. Hampir setiap gunung besar di Indonesia memiliki figur juru kunci, yang dipercaya mampu menangkap pesan alam dan pertanda dari gunung, termasuk kapan akan terjadi letusan atau bencana. Mbah Dipo dikenal luas di kalangan pendaki, meski kini telah meninggal dunia.

Baca Juga: Mitos Gunung Lawu: Sunan Lawu dan Kyai Jalak, Penjaga Gaib Jalur Pendakian

Kisah Mbah Dipo: Pesan Keselamatan Saat Semeru Meletus

Dalam cerita yang beredar, Mbah Dipo pernah memberi pesan yang hingga kini masih sering diingat pendaki: jika Semeru meletus, pergilah ke arah sungai dan jangan pernah menuju ke arah Gunung Sawur. Kebenaran kisah ini sulit dipastikan, namun banyak yang menganggapnya sebagai pesan keselamatan yang sarat makna.

Mbah Dipo disebut tinggal di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Di masa mudanya, ia dikisahkan pernah bertapa di puncak Semeru atau Mahameru. Bahkan, karena lamanya bertapa, rambutnya disebut sampai menyentuh pinggang. Mbah Dipo juga dipercaya bisa menangkap tanda-tanda alam ketika Semeru akan “berulah”.

Baca Juga: Mitos Gunung Lawu : Larangan Memakai Baju Hijau Saat Mendaki Gunung Lawu

Ada pula kebiasaan unik yang dikaitkan dengannya. Jika ada tamu datang ke kediamannya, tamu diminta bermalam dan harus menuruti aturan sampai diizinkan pulang. Sebaliknya, bila Mbah Dipo tidak menghendaki tamu menginap, maka “haram” hukumnya bermalam. Konon, pelanggaran aturan itu bisa memicu kejadian di luar nalar.

Mbah Dipo juga disebut pernah berjanji akan menjamin keselamatan warga di lereng Semeru. Setelah ia wafat, kisahnya menyebut pada 2007 peran juru kunci beralih kepada Eyang Putri, yang dipercaya sebagai murid sekaligus penerusnya.

Arco Podo: Dua Arca Majapahit yang Disebut Gaib

Misteri lain yang tak kalah populer adalah tentang Arco Podo atau Arcopodo. Kawasan ini dikenal sebagai tempat istirahat pendaki karena memiliki dataran yang cukup luas dan relatif nyaman untuk berhenti sejenak.

Menurut cerita yang beredar, di area ini terdapat dua patung prajurit Kerajaan Majapahit yang hanya bisa dilihat oleh orang tertentu yang memiliki “mata batin”. Arca kembar ini disebut peninggalan sejarah yang melegenda puluhan tahun dan sempat dikabarkan hilang.

Baca Juga: Mitos Larangan Berkata Kasar dan Mengeluh Saat Mendaki Gunung Lawu

Arco Podo diperkirakan berasal dari masa Majapahit dan menghadap ke utara, arah Puncak Mahameru. Kisah yang beredar menyebut salah satu arca tidak memiliki kepala, sementara satunya utuh. Ada pula dugaan bagian arca hilang sejak zaman Belanda. Letak patung ini disebut ditemukan kembali pada 1984, dan sejak itu menjadi salah satu cerita paling sering dibahas di jalur Semeru.

Menariknya, beberapa pendaki mengaku pernah melihatnya, namun kesaksian mereka berbeda-beda, termasuk soal ukuran dan wujudnya. Hal inilah yang membuat Arcopodo kerap disebut sebagai “pengalaman mistis” khas Semeru.

Ikan Mas Ranu Kumbolo: Dewi Penjaga dan Larangan Memancing

Nama Ranu Kumbolo hampir selalu muncul dalam pembahasan misteri Gunung Semeru. Danau ini berada di ketinggian sekitar 2.389 mdpl dan dikenal indah sekaligus sakral. Salah satu larangan yang paling populer adalah pendaki tidak boleh memancing atau menangkap ikan mas di danau tersebut.

Baca Juga: Mitos Larangan Mendaki Gunung Lawu Berjumlah Ganjil, Dipercaya Bisa “Digenapkan” Makhluk Gaib

Masyarakat setempat meyakini ikan mas itu adalah jelmaan Dewi penjaga. Kisahnya bermula dari legenda pasangan suami istri, ketika sang istri yang sedang mengandung ingin makan ikan. Sang suami memancing dan mendapatkan ikan mas besar yang bisa berbicara dan meminta dirawat. Namun ikan itu akhirnya dimasak dan dimakan, lalu terjadi rangkaian kejadian yang dipercaya sebagai kutukan.

Konon, anak mereka lahir dengan sisik di tubuhnya dan diberi nama Kumbolo. Dalam cerita, Kumbolo kemudian mencari Mutiara Pelangi untuk menghilangkan sisiknya. Mutiara itu jatuh dan membentuk cerukan yang mengeluarkan air hingga menjadi danau. Kisah inilah yang dipercaya sebagai asal-usul Ranu Kumbolo.

Kawasan Kelik dan Tanjakan Cinta yang Jadi “Ritual” Pendaki

Pendaki juga sering membahas Kelik, kawasan yang ditandai batu in memoriam untuk mengenang pendaki yang meninggal di Semeru, termasuk Soe Hok Gie. Lokasi ini disebut rawan kejadian kesurupan, dengan cerita pendaki dirasuki roh manusia atau roh binatang.

Baca Juga: Kawah Putih Ciwidey Bandung, Pesona Danau Vulkanik Berwarna Unik di Kaki Gunung Patuha

Sementara itu, ada pula Tanjakan Cinta, jalur panjang yang dikenal punya mitos romantis. Konon, pendaki yang melewati tanjakan ini tanpa menoleh ke belakang dan menyebut nama orang yang dicintai, permintaan cintanya akan terkabul dan hubungan menjadi abadi. Namun larangannya tegas: jangan menengok, karena dipercaya bisa membuat hubungan hancur.

Di balik semua mitos, Gunung Semeru tetap menjadi gunung yang harus dihormati. Pendakian bukan hanya soal menaklukkan puncak, tetapi juga menjaga sikap, mematuhi aturan, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Editor : Natasha Eka Safrina
#gunung semeru #tanjakan cinta #Mbah Dipo #misteri gunung semeru #ranu kumbolo #mitos gunung