RADAR TULUNGAGUNG - Reels Creative Challenge 2026 kembali digelar tahun ini.
Sebanyak 31 peserta dari Tulungagung dan Trenggalek mengikuti technical meeting yang digelar di Lotu’s Cafe and Garden, Tulungagung, pada Jumat (13/2).
Sementara itu, technical meeting lanjutan yang dilaksanakan di Sumber Mulia Motor, Blitar, juga dihadiri belasan peserta pada hari yang sama.
Antusiasme tinggi terlihat sejak awal kegiatan berlangsung.
Memasuki tahun kedua penyelenggaraannya, Reels Creative Challenge 2026 menghadirkan konsep yang semakin matang.
Kompetisi berbasis Instagram Reels ini tidak sekadar menjadi lomba video pendek, tetapi juga menantang peserta menyuguhkan storytelling yang kuat dengan pesan relevan sesuai tema tahun ini yakni “Baikin Hari”.
Dalam sesi coaching class Reels Creative Challenge 2026, peserta mendapatkan pembekalan langsung dari Endik Kuswoyo, penulis skenario dan sutradara berpengalaman di industri kreatif.
Dia menegaskan bahwa konten reels yang baik bukan hanya soal visual yang menarik, melainkan juga harus memiliki alur cerita dan tujuan yang jelas.
“Ini bukan sekadar bikin reels biasa. Harus punya story, punya pesan. Jadi ketika ditonton, nilai yang ingin disampaikan termasuk dari sponsor bisa tersampaikan dengan baik,” ujarnya.
Menurut Endik, kualitas pertanyaan peserta tahun ini menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Para pelajar SMA dan SMK, khususnya dari Tulungagung, dinilai lebih kritis serta memahami konteks produksi konten digital.
“Mereka sadar ini real project, bukan sekadar tugas. Tantangannya memang menuntut kreativitas di atas rata-rata,” katanya.
Dia juga membagikan sejumlah tips teknis, mulai dari membangun hook pada tiga detik pertama, menyusun alur cerita yang ringkas dan padat, hingga menyisipkan pesan moral tanpa terkesan menggurui.
Technical meeting yang telah digelar sebelumnya turut membantu peserta memahami kebutuhan konten sesuai brief kompetisi.
Pendekatan ini sejalan dengan tren konten digital saat ini yang menuntut orisinalitas serta kedalaman pesan.
Reels Creative Challenge 2026 menjadi ruang belajar sekaligus laboratorium kreativitas bagi generasi muda di wilayah Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek.
Manajer event, Yos Ahadre, menjelaskan bahwa tahun ini cakupan peserta diperluas.
Jika sebelumnya mayoritas peserta berasal dari Tulungagung, kini peserta juga banyak datang dari Blitar dan Trenggalek.
“Tahun ini total ada 51 peserta. Antusiasnya luar biasa. Coaching class berjalan sangat hidup karena peserta benar-benar ingin belajar,” jelasnya.
Menurut Yos, event tahunan ini dirancang untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus membangun karakter positif melalui konten digital.
Tema “Baikin Hari” diharapkan mampu menginspirasi peserta untuk menghadirkan pesan kebaikan kepada masyarakat luas.
“Harapannya, karya yang dihasilkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberi dampak positif,” tambahnya.
Kegiatan ini juga didukung berbagai pihak sebagai sponsor dan mitra sehingga peserta dapat merasakan atmosfer kompetisi yang profesional dan terstruktur.
Sejumlah peserta mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari rangkaian acara tersebut.
Laura Ayu Fitri dari SMKN 1 Panggul menyebut kegiatan ini sangat seru dan penuh manfaat.
“Kita dapat pelajaran baru dan suasananya menyenangkan. Semoga event ini terus ada,” ujarnya.
Yulia Dwi Mawarni dari SMAN 1 Kauman juga mengungkapkan kesan positif.
Dia merasa memperoleh banyak ilmu dari Endik Kuswoyo serta kesempatan memperluas jaringan pertemanan lintas sekolah.
“Bisa ketemu teman-teman baru dan belajar langsung dari ahlinya. Itu pengalaman yang luar biasa,” katanya.
Novita Aysun Marina dari SMKN 1 Boyolangu menambahkan bahwa coaching class membantunya memahami cara membuat konten reels yang lebih terstruktur dan sesuai dengan target audiens.
Hal senada disampaikan Adinda Rukiyah Fariza dari SMAN 1 Tulungagung.
Dia berharap Radar Tulungagung terus konsisten menggelar event kreatif seperti ini karena menjadi kebanggaan daerah.
Reels Creative Challenge 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan bagi kreator muda.
Di tengah pesatnya perkembangan media sosial dan industri kreatif digital, kemampuan storytelling menjadi nilai tambah yang sangat penting.
Melalui coaching class ini, peserta dibekali pemahaman bahwa konten viral saja tidak cukup.
Dibutuhkan pesan yang kuat, konsep yang matang, serta eksekusi yang profesional agar mampu bersaing di industri digital.
Melihat tingginya minat dan semangat peserta, besar kemungkinan ajang ini akan terus berkembang serta melahirkan talenta-talenta baru di bidang konten kreatif dari Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek.
Reels Creative Challenge 2026 pun menjadi bukti bahwa pelajar daerah mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan industri digital nasional. (yos/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri