Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Update Cuaca BMKG 5 Maret 2026: Bibit Siklon 90S Muncul di Selatan Jawa Timur, Hujan Lebat Diprediksi Guyur Banyak Wilayah

Kirana Meigita Luciana Rani • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:58 WIB

Update cuaca BMKG 5 Maret 2026: bibit siklon 90S di selatan Jawa Timur picu potensi hujan lebat di banyak wilayah Indonesia.
Update cuaca BMKG 5 Maret 2026: bibit siklon 90S di selatan Jawa Timur picu potensi hujan lebat di banyak wilayah Indonesia.

RADAR TULUNGAGUNG-  Update cuaca BMKG 5 Maret 2026 menunjukkan adanya potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa sistem atmosfer, termasuk kemunculan bibit siklon tropis di sekitar wilayah perairan Indonesia dan Australia.

Dalam laporan terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa bibit siklon tropis 90S terdeteksi di Samudra Hindia barat daya selatan Jawa Timur. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot dengan tekanan udara sekitar 998 hPa dan bergerak ke arah timur.

Meski demikian, dalam update cuaca BMKG 5 Maret 2026, peluang bibit siklon tersebut berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan masih tergolong rendah. Intensitas sistem ini justru diperkirakan akan menurun menjadi tropical low karena adanya pengaruh sistem atmosfer lain di sekitarnya.

Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Atas MA20, Mampukah BTC Tembus Resistance USD70.000? Analis Sebut Ada Momentum Bullish di Awal Maret

Bibit Siklon Picu Pembentukan Awan Hujan

BMKG menjelaskan bahwa keberadaan bibit siklon tropis 90S memicu terbentuknya low level jet di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Bali. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari perairan selatan Banten hingga selatan Nusa Tenggara Barat.

Daerah konvergensi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.

Selain bibit siklon 90S, BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis 93S di perairan barat Australia Barat. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara 1002 hPa dan bergerak ke arah barat daya.

Namun, seperti halnya sistem sebelumnya, potensi bibit siklon tropis 93S berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan juga masih berada dalam kategori rendah.

Sistem atmosfer lain yang turut dipantau adalah bibit siklon tropis 92P yang berada di Teluk Karpentaria. Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot dengan tekanan udara sekitar 1003 hPa.

Dalam beberapa hari ke depan, intensitas bibit siklon 92P diprakirakan akan melemah. Walau begitu, sistem ini tetap berpotensi memicu pembentukan daerah konvergensi dari wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Laut Arafura bagian selatan.

Baca Juga: Bitcoin Mendekati Resistance USD 74.500, Analis Prediksi BTC Bisa Tembus All Time High Meski Potensi Koreksi Masih Mengintai

Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah

Kombinasi dari berbagai dinamika atmosfer tersebut membuat update cuaca BMKG 5 Maret 2026 menunjukkan potensi cuaca signifikan di sejumlah daerah Indonesia.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah berikut:

Sementara itu, wilayah lain juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Baca Juga: Bitcoin Tembus USD 72.000 dan Bertahan di 73.500, Analis Prediksi Potensi Rally ke 83.000 di Tengah Gejolak Geopolitik

Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar

BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia.

Untuk wilayah Indonesia bagian barat, potensi hujan petir diprakirakan terjadi di Bengkulu dan Pangkal Pinang. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Semarang.

Beberapa kota lain diperkirakan mengalami hujan ringan, antara lain Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, hingga Tanjung Selor.

Selain itu, kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, serta Banjarmasin.

Sementara untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Mataram, Manado, Kendari, dan Merauke.

Adapun sejumlah kota lain diprakirakan mengalami hujan ringan, seperti Denpasar, Palu, Mamuju, Makassar, Gorontalo, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, hingga Kupang.

Kondisi berawan tebal diprediksi terjadi di Ambon.

Baca Juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Lebih Kering dan Datang Lebih Awal, Waspada Kekeringan dan Karhutla di Sejumlah Wilayah

Imbauan BMKG untuk Masyarakat

BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan update cuaca BMKG 5 Maret 2026, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat.

Cuaca ekstrem berpotensi memicu berbagai dampak seperti banjir, tanah longsor, hingga gangguan aktivitas transportasi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada serta memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG.

Informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG maupun media sosial resmi lembaga tersebut.

Baca Juga: JJMN dan PT Bogor Ekspres Media Ajukan Banding, Putusan PN Bogor Dinilai Belum Inkrah

Editor : Kirana Meigita Luciana Rani
#cuaca ekstrem Indonesia #Update Cuaca BMKG 5 Maret 2026 #Hujan Lebat BMKG