RADAR TULUNGAGUNG- Update cuaca BMKG 5 Maret 2026 menunjukkan adanya potensi hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia. Kondisi ini dipengaruhi oleh beberapa sistem atmosfer, termasuk kemunculan bibit siklon tropis di sekitar wilayah perairan Indonesia dan Australia.
Dalam laporan terbaru, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan bahwa bibit siklon tropis 90S terdeteksi di Samudra Hindia barat daya selatan Jawa Timur. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 35 knot dengan tekanan udara sekitar 998 hPa dan bergerak ke arah timur.
Meski demikian, dalam update cuaca BMKG 5 Maret 2026, peluang bibit siklon tersebut berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan masih tergolong rendah. Intensitas sistem ini justru diperkirakan akan menurun menjadi tropical low karena adanya pengaruh sistem atmosfer lain di sekitarnya.
Bibit Siklon Picu Pembentukan Awan Hujan
BMKG menjelaskan bahwa keberadaan bibit siklon tropis 90S memicu terbentuknya low level jet di wilayah Samudra Hindia selatan Jawa Timur hingga selatan Bali. Kondisi ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari perairan selatan Banten hingga selatan Nusa Tenggara Barat.
Daerah konvergensi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara.
Selain bibit siklon 90S, BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis 93S di perairan barat Australia Barat. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 25 knot dengan tekanan udara 1002 hPa dan bergerak ke arah barat daya.
Namun, seperti halnya sistem sebelumnya, potensi bibit siklon tropis 93S berkembang menjadi siklon tropis dalam 48 hingga 72 jam ke depan juga masih berada dalam kategori rendah.
Sistem atmosfer lain yang turut dipantau adalah bibit siklon tropis 92P yang berada di Teluk Karpentaria. Bibit siklon ini memiliki kecepatan angin maksimum 25 knot dengan tekanan udara sekitar 1003 hPa.
Dalam beberapa hari ke depan, intensitas bibit siklon 92P diprakirakan akan melemah. Walau begitu, sistem ini tetap berpotensi memicu pembentukan daerah konvergensi dari wilayah Nusa Tenggara Timur hingga Laut Arafura bagian selatan.
Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah
Kombinasi dari berbagai dinamika atmosfer tersebut membuat update cuaca BMKG 5 Maret 2026 menunjukkan potensi cuaca signifikan di sejumlah daerah Indonesia.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah berikut:
-
Sumatera Selatan
-
Kepulauan Bangka Belitung
-
Bengkulu
-
Banten
-
DKI Jakarta
-
Jawa Barat
-
Jawa Tengah
-
Daerah Istimewa Yogyakarta
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat
-
Nusa Tenggara Timur
Sementara itu, wilayah lain juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Prakiraan Cuaca Kota-Kota Besar
BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, potensi hujan petir diprakirakan terjadi di Bengkulu dan Pangkal Pinang. Sementara hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di Semarang.
Beberapa kota lain diperkirakan mengalami hujan ringan, antara lain Padang, Jambi, Palembang, Bandar Lampung, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Samarinda, hingga Tanjung Selor.
Selain itu, kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Tanjung Pinang, serta Banjarmasin.
Sementara untuk wilayah Indonesia bagian timur, hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Mataram, Manado, Kendari, dan Merauke.
Adapun sejumlah kota lain diprakirakan mengalami hujan ringan, seperti Denpasar, Palu, Mamuju, Makassar, Gorontalo, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, Jayawijaya, hingga Kupang.
Kondisi berawan tebal diprediksi terjadi di Ambon.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan update cuaca BMKG 5 Maret 2026, terutama bagi warga yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat.
Cuaca ekstrem berpotensi memicu berbagai dampak seperti banjir, tanah longsor, hingga gangguan aktivitas transportasi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap waspada serta memperbarui informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi BMKG.
Informasi terbaru mengenai kondisi cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG maupun media sosial resmi lembaga tersebut.
Baca Juga: JJMN dan PT Bogor Ekspres Media Ajukan Banding, Putusan PN Bogor Dinilai Belum Inkrah
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani