Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspada! Bibit Siklon Tropis Muncul di Selatan Jawa, BMKG Prediksi Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia

Kirana Meigita Luciana Rani • Kamis, 5 Maret 2026 | 11:03 WIB

BMKG peringatkan bibit siklon tropis di selatan Jawa picu hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.
BMKG peringatkan bibit siklon tropis di selatan Jawa picu hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia.

RADAR TULUNGAGUNG-  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait kemunculan bibit siklon tropis di selatan Jawa yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini diprediksi meningkatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah daerah pada Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam update prakiraan cuaca terbaru, BMKG mengungkapkan bahwa saat ini terpantau tiga bibit siklon tropis yang terbentuk di wilayah monitoring Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) BMKG. Kehadiran sistem atmosfer tersebut berpengaruh signifikan terhadap pola cuaca di Indonesia.

Bibit siklon tropis tersebut memicu pembentukan daerah konvergensi dan konfluensi yang meningkatkan pertumbuhan awan hujan. Akibatnya, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah, khususnya di Pulau Jawa dan sekitarnya.

Baca Juga: Update Cuaca BMKG 5 Maret 2026: Bibit Siklon 90S Muncul di Selatan Jawa Timur, Hujan Lebat Diprediksi Guyur Banyak Wilayah

Tiga Bibit Siklon Tropis Terpantau di Wilayah Monitoring BMKG

Bibit siklon tropis pertama yang terdeteksi adalah Tropi 90S. Sistem ini berada di Samudra Hindia bagian barat daya, tepatnya di selatan Jawa Barat.

BMKG mencatat kecepatan angin maksimum pada sistem ini mencapai sekitar 25 knot dengan tekanan udara minimum sekitar 1000 milibar. Dalam 48 hingga 72 jam ke depan, bibit siklon tropis ini diprediksi akan menguat dan bergerak ke arah timur laut hingga timur.

Pergerakan tersebut menyebabkan terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di wilayah perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah. Kondisi ini berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan yang signifikan di kawasan tersebut.

Bibit siklon tropis kedua adalah Tropi 92P yang berada di Teluk Carpentaria. Sistem ini memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 15 knot dengan tekanan udara sekitar 1000 milibar.

Namun, berbeda dengan sistem pertama, bibit siklon tropis ini diperkirakan cenderung melemah dalam 48 hingga 72 jam ke depan. Sistem ini juga bergerak ke arah barat hingga barat laut dan membentuk daerah konvergensi di pesisir utara Australia bagian utara.

Bibit siklon tropis ketiga adalah Tropi 93S yang terdeteksi berada di wilayah barat daratan Australia bagian utara.

Baca Juga: Bukan Tantangan Berat! Berikut Tips Berkendara Motor Bikin Tetap Aktif Bermobilitas Saat Berpuasa

Kecepatan angin maksimum sistem ini mencapai 25 knot dengan tekanan udara sekitar 1001 milibar. BMKG memprediksi sistem ini akan tetap bertahan dan berpotensi menguat, dengan arah pergerakan menuju barat hingga barat laut.

Dampaknya, terbentuk daerah konvergensi dari wilayah perairan barat daya Lampung hingga selatan Pulau Jawa yang berpotensi meningkatkan aktivitas awan hujan.

Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat

Kombinasi dinamika atmosfer akibat tiga bibit siklon tropis tersebut diperkirakan memicu kondisi cuaca signifikan di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Bitcoin Bertahan di Atas MA20, Mampukah BTC Tembus Resistance USD70.000? Analis Sebut Ada Momentum Bullish di Awal Maret

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah berikut:

Selain itu, terdapat pula wilayah lain yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Baca Juga: Bitcoin Tembus USD 72.000 dan Bertahan di 73.500, Analis Prediksi Potensi Rally ke 83.000 di Tengah Gejolak Geopolitik

Prakiraan Cuaca di Sejumlah Kota Besar

BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk berbagai kota besar di Indonesia.

Untuk wilayah barat Indonesia, potensi hujan disertai petir diperkirakan terjadi di Padang, Jambi, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Serang, Yogyakarta, Surabaya, Banjarmasin, dan Palangkaraya.

Sementara itu, hujan dengan intensitas sedang diprediksi terjadi di Semarang. Sedangkan hujan ringan berpotensi mengguyur Medan, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, Jakarta, Bandung, Samarinda, serta Tanjung Selor.

Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, dan Pontianak.

Untuk wilayah timur Indonesia, BMKG memprediksi hujan petir berpotensi terjadi di Merauke. Kemudian hujan sedang diperkirakan mengguyur Makassar dan Mamuju.

Sementara itu, sebagian besar wilayah Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua diprediksi mengalami hujan ringan.

Kondisi berawan tebal diperkirakan terjadi di Sorong, sedangkan udara kabur berpotensi muncul di Kota Palu.

Baca Juga: Dari Hobi Rekam Pakai HP Jadul, Bagus Setya Kini Tekuni Jasa Wedding dan Konten Kreatif di Tulungagung

Masyarakat Diminta Rutin Memantau Informasi Cuaca

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca guna mengantisipasi dampak dari potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem yang dapat terjadi.

Informasi resmi terkait perkembangan cuaca dapat diakses melalui situs resmi BMKG serta media sosial resmi lembaga tersebut.

Dengan meningkatnya aktivitas atmosfer akibat bibit siklon tropis di sekitar wilayah Indonesia, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap potensi banjir, tanah longsor, maupun gangguan aktivitas akibat cuaca ekstrem.
Baca Juga: Dari Hobi Rekam Pakai HP Jadul, Bagus Setya Kini Tekuni Jasa Wedding dan Konten Kreatif di Tulungagung

Editor : Kirana Meigita Luciana Rani
#Update cuaca Indonesia #prakiraan cuaca BMKG #bibit siklon tropis