RADAR TULUNGAGUNG- Peringatan BMKG tentang hujan lebat kembali disampaikan kepada masyarakat Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Tanah Air pada Jumat, 27 Februari 2026.
Dalam update prakiraan cuaca terbaru, BMKG menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini menunjukkan adanya dinamika yang cukup signifikan. Fenomena tersebut berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan yang intens di berbagai daerah.
Berdasarkan analisis BMKG, peringatan hujan lebat ini dipicu oleh keberadaan sirkulasi siklonik yang terpantau di dua wilayah perairan strategis, yakni di Samudra Hindia Barat Daya Lampung serta di Samudra Pasifik Timur Laut Papua Nugini.
Kondisi ini kemudian memicu terbentuknya sejumlah daerah konvergensi dan konfluensi, yakni pertemuan massa udara yang dapat memperkuat pembentukan awan hujan.
Sirkulasi Siklonik Picu Potensi Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa sistem sirkulasi siklonik tersebut memanjang di beberapa wilayah perairan Indonesia. Salah satunya berada di Samudra Hindia Barat Daya Banten serta di Samudra Pasifik Timur Laut Papua.
Selain itu, daerah konvergensi juga diprakirakan terbentuk di beberapa wilayah lain, antara lain:
-
Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta
-
Dari pesisir selatan Pulau Sumbawa hingga Laut Sawu
-
Di wilayah Laut Flores
-
Hingga kawasan Laut Arafuru
BMKG menilai kondisi tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan intens di sekitar wilayah sirkulasi siklonik maupun sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Akibatnya, potensi hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Wilayah Berpotensi Hujan Lebat Hingga Sangat Lebat
BMKG mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang diperkirakan terjadi di beberapa wilayah berikut:
-
Banten
-
Jawa Barat
-
Daerah Istimewa Yogyakarta
-
Jawa Tengah
-
Jawa Timur
-
Bali
-
Nusa Tenggara Barat (NTB)
-
Nusa Tenggara Timur (NTT)
-
Sulawesi Selatan
-
Maluku
Curah hujan tinggi di wilayah tersebut berpotensi memicu sejumlah dampak hidrometeorologi, seperti genangan air, banjir lokal, hingga tanah longsor terutama di daerah rawan.
Sementara itu, beberapa wilayah lainnya diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Baca Juga: Bukan Tantangan Berat! Berikut Tips Berkendara Motor Bikin Tetap Aktif Bermobilitas Saat Berpuasa
Prakiraan Cuaca di Kota-Kota Besar Indonesia
Selain peringatan wilayah rawan hujan lebat, BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk sejumlah kota besar di Indonesia.
Untuk wilayah Indonesia bagian barat, terdapat potensi hujan disertai petir di beberapa kota, yaitu:
-
Bandar Lampung
-
Surabaya
-
Tanjung Selor
Kemudian terdapat potensi hujan sedang di Semarang.
Sementara sejumlah kota diprakirakan mengalami hujan ringan, antara lain:
-
Medan
-
Padang
-
Tanjung Pinang
-
Bengkulu
-
Palembang
-
Pangkalpinang
-
Jakarta
-
Bandung
-
Yogyakarta
-
Banjarmasin
-
Palangkaraya
-
Samarinda
Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di beberapa wilayah seperti Pontianak, Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, dan Serang.
Prakiraan Cuaca Wilayah Indonesia Timur
Untuk wilayah Indonesia bagian timur, BMKG juga mencatat adanya potensi cuaca ekstrem di beberapa kota.
Potensi hujan disertai petir diperkirakan terjadi di:
-
Denpasar
-
Merauke
Kemudian potensi hujan lebat diprediksi terjadi di:
-
Makassar
-
Mamuju
Sedangkan beberapa kota lainnya diprakirakan mengalami hujan ringan, seperti:
-
Mataram
-
Kupang
-
Kendari
-
Palu
-
Gorontalo
-
Manado
-
Ternate
-
Sorong
-
Manokwari
-
Nabire
-
Jayawijaya
Sementara itu, kondisi berawan hingga berawan tebal diperkirakan terjadi di wilayah Jayapura dan Ambon.
Masyarakat Diminta Rutin Memantau Informasi Cuaca
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Terlebih pada periode musim hujan, dinamika atmosfer dapat berkembang cepat dan memicu peningkatan intensitas hujan dalam waktu singkat.
Karena itu, masyarakat disarankan untuk rutin memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG, baik melalui situs web resmi maupun media sosial.
Langkah ini penting agar masyarakat dapat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem dan meminimalkan risiko yang mungkin terjadi.
Editor : Kirana Meigita Luciana Rani