Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

5 Makhluk Mitologi Pulau Jawa yang Masih Dipercaya: dari Wewe Gombel hingga Aul, Kisah Misterius yang Melegenda di Nusantara

Natasha Eka Safrina • Senin, 9 Maret 2026 | 22:10 WIB

Makhluk mitologi Pulau Jawa seperti Wew Gombel, Ahol hingga Maung Bodas masih dipercaya dalam cerita rakyat Nusantara.
Makhluk mitologi Pulau Jawa seperti Wew Gombel, Ahol hingga Maung Bodas masih dipercaya dalam cerita rakyat Nusantara.

JAKARTA – Kisah makhluk mitologi Pulau Jawa hingga kini masih hidup dalam cerita rakyat dan kepercayaan masyarakat. Beragam legenda tentang makhluk gaib tersebut tidak hanya menjadi bagian dari folklor Nusantara, tetapi juga kerap dikaitkan dengan sejarah, budaya, hingga pesan moral bagi masyarakat.

Pulau Jawa yang dikenal sebagai pusat budaya di Indonesia memiliki banyak cerita mengenai makhluk mitologi. Beberapa di antaranya bahkan sudah terkenal hingga ke berbagai daerah di Nusantara. Mulai dari sosok menyeramkan yang dipercaya menculik anak-anak hingga makhluk penjaga hutan yang dihormati masyarakat.

Berikut beberapa makhluk mitologi Pulau Jawa yang sering muncul dalam cerita rakyat dan masih dipercaya keberadaannya oleh sebagian masyarakat.

Baca Juga: Legenda Baru Klinting dan Misteri Terbentuknya Rawa Pening: Kisah Naga Sakti di Kaki Gunung Telomoyo yang Menuntut Balas atas Kesombongan Manusia

Ahol, Kelelawar Raksasa Misterius dari Gunung Salak

Salah satu makhluk mitologi yang sering dibicarakan adalah Ahol, makhluk menyerupai kelelawar raksasa yang konon berasal dari kawasan Gunung Salak, Jawa Barat.

Ahol digambarkan memiliki tubuh besar dengan bulu abu-abu, mata hitam besar, serta sayap yang sangat lebar. Dalam berbagai cerita, bentangan sayap makhluk ini bahkan disebut bisa mencapai hingga delapan meter. Wajahnya disebut mirip kera dengan cakar tajam dan kaki yang mengarah ke belakang.

Makhluk ini dipercaya hidup di gua-gua dekat air terjun dan biasanya muncul pada malam hari untuk mencari makanan seperti ikan dan hewan kecil. Namun dalam beberapa kisah, Ahol juga disebut bisa menyerang manusia jika merasa terancam.

Cerita mengenai Ahol sempat menarik perhatian peneliti Eropa pada awal abad ke-20. Seorang ahli burung asal Belanda dilaporkan pernah melihat makhluk terbang besar di kawasan Gunung Salak pada tahun 1925. Meski demikian, hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan keberadaan makhluk tersebut.

Kuda Sembrani, Kuda Bersayap dalam Mitologi Jawa

Makhluk mitologi lainnya yang terkenal dalam cerita rakyat Jawa adalah Kuda Sembrani. Sosok ini digambarkan sebagai kuda bersayap yang mampu terbang dengan kecepatan luar biasa.

Baca Juga: Misteri Naga Baru Klinting dan Asal-usul Telaga Ngebel: Kisah Kutukan Lidi yang Menenggelamkan Desa Angkuh di Kaki Gunung Wilis

Dalam tradisi pewayangan, Kuda Sembrani disebut sebagai tunggangan dewa, salah satunya Batara Wisnu. Selain itu, legenda juga menyebut kuda tersebut pernah menjadi tunggangan Sultan Agung, raja besar Kesultanan Mataram.

Beberapa daerah di Pulau Jawa bahkan dipercaya sebagai lokasi penampakan Kuda Sembrani. Salah satunya di Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, di mana terdapat batu yang diyakini memiliki bekas tapak kaki kuda tersebut.

Masyarakat sekitar juga mempercayai bahwa air yang berada di cekungan bekas tapak tersebut memiliki khasiat tertentu, meskipun hal ini kembali pada kepercayaan masing-masing.

Wewe Gombel, Sosok Menyeramkan dari Semarang

Nama Wew Gombel mungkin menjadi salah satu makhluk mitologi paling populer di Pulau Jawa. Sosok ini digambarkan sebagai perempuan tua berwajah menyeramkan dengan payudara panjang menjuntai.

Legenda menyebut Wew Gombel berasal dari kisah seorang perempuan yang sakit hati karena dikhianati suaminya. Setelah membunuh suaminya, perempuan tersebut melarikan diri dan akhirnya mengakhiri hidupnya di kawasan Bukit Gombel, Semarang.

Sejak saat itu, arwahnya dipercaya gentayangan dan dikenal sebagai Wew Gombel. Dalam cerita rakyat, makhluk ini disebut sering menculik anak-anak yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

Namun berbeda dengan makhluk menyeramkan lainnya, Wew Gombel tidak digambarkan membunuh korbannya. Anak-anak yang diculik biasanya hanya disembunyikan sementara sebagai bentuk “peringatan” bagi orang tua agar lebih memperhatikan anak mereka.

Baca Juga: Misteri Tombak Baru Klinting: Pusaka Sakti Ki Ageng Mangir yang Ditakuti Mataram, Benarkah Berasal dari Lidah Naga?

Maung Bodas, Harimau Putih Penjaga Alam

Di wilayah Tatar Sunda, masyarakat mengenal sosok Maung Bodas atau harimau putih. Makhluk ini dipercaya sebagai simbol keberanian dan kekuatan.

Dalam beberapa legenda, Maung Bodas dikaitkan dengan Prabu Siliwangi, raja Kerajaan Pajajaran. Ada cerita yang menyebut sang raja pada akhir hidupnya menjelma menjadi harimau putih setelah melakukan pertapaan.

Sebagian masyarakat Sunda percaya makhluk ini masih menjaga hutan-hutan di Jawa Barat. Maung Bodas diyakini akan menampakkan diri ketika manusia merusak alam atau melakukan tindakan buruk terhadap lingkungan.

Karena dianggap sebagai penjaga alam, sosok harimau putih sangat dihormati oleh masyarakat setempat.

Aul, Manusia Berkepala Anjing

Makhluk mitologi lain yang tak kalah menyeramkan adalah Aul. Sosok ini digambarkan memiliki tubuh manusia tetapi berkepala anjing atau serigala dengan tubuh penuh bulu.

Dalam cerita rakyat, Aul dipercaya tinggal di hutan-hutan pegunungan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Makhluk ini disebut memiliki kekuatan luar biasa, termasuk kemampuan menyatukan kembali bagian tubuhnya yang terpisah.

Beberapa legenda menyebut Aul berasal dari manusia yang mempelajari ilmu hitam hingga berubah menjadi makhluk setengah manusia setengah hewan.

Hingga kini berbagai kisah mengenai makhluk mitologi Pulau Jawa masih terus diceritakan dari generasi ke generasi. Terlepas dari benar atau tidaknya keberadaan mereka, cerita-cerita tersebut tetap menjadi bagian penting dari warisan budaya dan folklore Nusantara.

Baca Juga: Resmi! TPG THR Guru ASN 2026 Cair dengan Tambahan Komponen, Ini Kriteria Penerima dan Skema Lengkapnya

Editor : Natasha Eka Safrina
#kuda sembrani #gunung salak #wewe gombel #makhluk mitologi #Ahol