TRENGGALEK – Memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei tahun 2026, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Trenggalek bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek menegaskan komitmennya dalam Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) guna memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial.
Sinergi ini diwujudkan melalui optimalisasi program inovatif "Gerdu Praja", sebuah gerakan yang menggandeng Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk peduli terhadap perlindungan sosial kepada pekerja informal.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Trenggalek, Adhie Wibowo menyampaikan, bahwa peringatan May Day tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud kepedulian Bupati Trenggalek, Bapak Mochamad Nur Arifin, melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja membuat suatu inovasi dalam bentuk perlindungan sosial tenaga kerja dan kepedulian kolektif antara Pemerintah Daerah dan PNS terhadap nasib pekerja informal di sekitarnya.
Baca Juga: Santunan JKM Pekerja Rentan Disalurkan, BPJS Ketenagakerjaan Trenggalek Pastikan Tepat Sasaran
Sampai saat ini sudah masuk 1.072 data pekerja rentan yang telah didaftarkan ke BPJS Ketenagakerjaan dalam program Gerdu Praja.
"Momentum May Day kami maknai sebagai bentuk kepedulian bersama. Melalui program Gerdu Praja, kita menggerakkan semangat gotong royong di mana satu PNS mendaftarkan dan membiayai satu pekerja rentan dalam dua program perlindungan dasar, yaitu Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," ungkap Bowo, sapaan akrabnya.
Dalam rangkaian perayaan yang merujuk pada agenda resmi kedinasan ini, dilakukan tiga sesi penyerahan simbolis yang menandai kesuksesan kolaborasi lintas sektor tersebut:
Penyerahan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada ahli waris almarhum Sarijan, seorang pekerja yang terdaftar melalui manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Penyerahan simbolis kartu kepesertaan program Gerdu Praja kepada salah satu perwakilan pekerja informal yang didaftarkan oleh PNS Kabupaten Trenggalek.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial lingkungan, BPJS Ketenagakerjaan memberikan dukungan terhadap pembuatan 2 unit sumur resapan guna keberlanjutan sumber daya air di Trenggalek.
Selain kegiatan simbolis, acara ini juga diisi dengan penanaman pohon secara bersama-sama yang melibatkan seluruh peserta sebagai bentuk dukungan dalam program Net Zero Carbon.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Trenggalek, diharapkan program ini tidak hanya menjadi program musiman, namun menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menurunkan angka kemiskinan baru akibat adanya risiko kerja.
BPJS Ketenagakerjaan terus berkomitmen memberikan layanan prima dan memastikan setiap tetes keringat pekerja di Trenggalek terlindungi oleh negara. (*)
Editor : Vidya Sajar Fitri