Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hari Baik Mendirikan Rumah Menurut Primbon Jawa, Begini Cara Menghitung Neptu dan Memilih Tanggal yang Dipercaya Membawa Keberuntungan

M. Helmi Nurhisam • Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:35 WIB
Hari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa, simak cara menghitung neptu, wuku, dan Tebo Candi agar pembangunan lancar. (Pinterest)
Hari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa, simak cara menghitung neptu, wuku, dan Tebo Candi agar pembangunan lancar. (Pinterest)

Radar TulungagungHari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa masih menjadi pedoman bagi sebagian masyarakat sebelum memulai pembangunan hunian. Tradisi yang diwariskan secara turun-temurun ini dipercaya mampu membawa keselamatan, kelancaran rezeki, dan ketenteraman bagi penghuni rumah. Tak heran, hingga kini masih banyak orang yang mencari hari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa sebagai bagian dari ikhtiar sebelum membangun tempat tinggal.

Pembahasan mengenai hari baik mendirikan rumah menurut Primbon Jawa kembali menjadi perhatian setelah kanal YouTube Warna Indonesia TV membagikan penjelasan tentang cara menentukan tanggal terbaik berdasarkan perhitungan Jawa Aboge. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa pemilihan hari tidak cukup hanya melihat kalender biasa, tetapi harus memperhitungkan neptu, wuku, ringkel, hingga pantangan dalam penanggalan Jawa.

Melalui metode tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa menentukan hari baik bukan sekadar memilih tanggal yang dianggap membawa keberuntungan. Ada serangkaian perhitungan yang telah diwariskan oleh leluhur dan masih digunakan oleh sebagian masyarakat Jawa hingga sekarang.

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pindah Rumah Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Tanggal yang Dipercaya Membawa Keberuntungan

Hitungan Tebo Candi Jadi Acuan

Dalam penjelasan video disebutkan bahwa terdapat lima kategori hitungan untuk mendirikan bangunan, yakni Kerto, Yoso, Candi, Rogo, dan Sempoyong.

Untuk pembangunan rumah tinggal, hitungan yang paling dianjurkan adalah Tebo Candi. Hitungan ini dipercaya melambangkan bangunan yang kokoh, membawa ketenteraman, serta memberikan keberkahan bagi penghuninya.

Cara menghitungnya dilakukan dengan menjumlahkan neptu hari dan pasaran. Apabila hasil penjumlahan menghasilkan angka 8, 13, atau 18, maka hari tersebut masuk kategori Tebo Candi dan dinilai baik untuk memulai pembangunan rumah.

Sementara itu, untuk bangunan lain seperti toko, dapur, maupun balai pertemuan memiliki hitungan tersendiri sesuai fungsi bangunan yang akan didirikan.

Baca Juga: Hari Baik Khitan Menurut Hari Lahir Anak, Ini Panduan Primbon Jawa Memilih Waktu Sunatan agar Lancar

Perhatikan Wuku dan Ringkel

Selain neptu, masyarakat juga dianjurkan memperhatikan wuku serta ringkel dalam kalender Jawa.

Tidak semua wuku dianggap baik untuk kegiatan yang berhubungan langsung dengan manusia, termasuk mendirikan rumah. Oleh karena itu, pemilihan hari harus disesuaikan dengan kategori wuku yang tidak memiliki pantangan.

Dalam contoh yang dijelaskan pada video, Wuku Merakeh termasuk salah satu wuku yang masih dapat digunakan untuk mendirikan rumah karena tidak bertentangan dengan ketentuan ringkel.

Sebaliknya, beberapa wuku lain harus dihindari karena masuk kategori yang dianggap kurang baik menurut perhitungan Jawa Aboge.

Pastikan Tidak Ada Pantangan Penanggalan

Setelah menemukan hari yang sesuai berdasarkan neptu dan wuku, langkah berikutnya adalah memastikan hari tersebut tidak memiliki pantangan atau nas penanggalan.

Dalam contoh yang dipaparkan, untuk bulan Juni 2025 terdapat dua hari yang memenuhi seluruh syarat, yakni Senin Paing dengan neptu 13 dan Sabtu Paing dengan neptu 18.

Kedua hari tersebut dinilai masuk kategori Tebo Candi, tidak memiliki pantangan penanggalan, serta termasuk kategori hari mulus sehingga dianggap baik digunakan untuk memulai pembangunan rumah.

Meski demikian, penentuan hari tetap harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang karena setiap individu memiliki pantangan berdasarkan hari kelahiran maupun peristiwa penting dalam keluarganya.

Tradisi yang Masih Dilestarikan

Bagi sebagian masyarakat Jawa, menentukan hari baik merupakan bagian dari tradisi yang telah diwariskan turun-temurun. Perhitungan tersebut dipandang sebagai bentuk ikhtiar agar pembangunan rumah berjalan lancar serta memberikan rasa tenang bagi pemiliknya.

Sementara dalam ajaran Islam, seluruh hari pada dasarnya baik selama pekerjaan dilakukan dengan niat yang benar, diawali doa kepada Allah SWT, dan tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan syariat.

Karena itu, perhitungan Primbon dapat dipahami sebagai bagian dari budaya dan kearifan lokal yang masih dijaga oleh masyarakat, bukan sebagai penentu mutlak keberhasilan sebuah pembangunan.

Pada akhirnya, rumah yang nyaman tetap ditentukan oleh perencanaan yang matang, kualitas bangunan yang baik, usaha yang sungguh-sungguh, serta doa agar tempat tinggal tersebut menjadi hunian yang aman, tenteram, dan penuh keberkahan bagi seluruh anggota keluarga.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#neptu hari #hari baik mendirikan rumah #tebo candi #jawa aboge #Primbon Jawa