JAKARTA - Konsep Nogo Dino arah mencari rezeki kembali dibahas dalam tradisi Jawa sebagai pedoman menentukan arah perjalanan ketika seseorang hendak berdagang, mencari nafkah, melamar, atau melakukan keperluan penting lainnya. Dalam video kanal YouTube mas septy berjudul CARA MENCARI REZEKI MENURUT ARAH NOGO DINO, narasumber menjelaskan bahwa arah Nogo Dino dapat berubah sesuai hari dan pasaran, sehingga masyarakat disarankan menghindari arah tersebut saat memulai aktivitas dari rumah.
Pembahasan Nogo Dino arah mencari rezeki dalam video itu difokuskan pada praktik sehari-hari, terutama bagi pedagang keliling. Menurut narasumber, arah yang menjadi Nogo Dino dianggap kurang baik untuk ditempuh pada awal perjalanan karena dipercaya dapat menyebabkan kesialan, sepi pembeli, hingga tertipu dalam usaha.
Video tersebut juga menempatkan Nogo Dino arah mencari rezeki sebagai bagian dari ilmu titen, yakni pengetahuan berdasarkan pengamatan dan pembuktian yang diwariskan secara turun-temurun di masyarakat Jawa.
Letak Nogo Dino Berdasarkan Hari
Narasumber memaparkan bahwa setiap hari memiliki letak Nogo Dino yang berbeda.
Berikut arah yang disebutkan dalam video:
- Timur: Kamis, Jumat, dan Minggu.
- Selatan: Sabtu. - Barat: Selasa, Rabu, dan Senin.
- Utara-Barat: Senin memiliki posisi khusus di Utara-Barat.
- Utara-Timur: Jumat juga disebut memiliki posisi Utara-Timur.
- Utara: Pasaran Wage dianggap berada di Utara dan disebut sebagai hari kosong.
Perbedaan arah inilah yang menjadi dasar seseorang menentukan jalur keberangkatan ketika hendak mencari rezeki.
Letak Nogo Dino Berdasarkan Pasaran
Selain hari, pasaran juga menentukan posisi Nogo Dino.
Narasumber menyebut pembagian berikut:
- Kliwon = Tengah.
- Pahing = Selatan.
- Pon = Barat.
- Wage = Utara.
- Legi = Timur.
Dengan demikian, perhitungan tidak hanya melihat hari, tetapi juga pasarannya.
Contoh Jumat Legi dan Arah yang Dihindari
Video memberikan contoh Jumat Legi.
Hari Jumat memiliki posisi Nogo Dino di Timur, sedangkan pasaran Legi juga berada di Timur.
Karena itu, pedagang yang berangkat dari rumah pada Jumat Legi disarankan tidak memulai perjalanan ke arah Timur.
Narasumber menjelaskan bahwa arah tersebut dianggap kurang baik untuk mencari rezeki pada hari tersebut.
Mengapa Pedagang Keliling Memperhatikannya?
Praktik ini disebut paling sering diterapkan oleh pedagang keliling.
Menurut narasumber, pedagang yang memulai perjalanan ke arah Nogo Dino dikhawatirkan mengalami beberapa hal, antara lain:
- dagangan sepi pembeli,
- hasil penjualan tidak maksimal,
- mengalami kerugian,
- tertipu dalam transaksi.
Karena itu, banyak pedagang tradisional memilih arah keberangkatan yang berbeda dari arah Nogo Dino.
Prinsip Menghindari dan Memilih Arah Sebaliknya
Salah satu tips utama yang disampaikan narasumber adalah menghindari arah Nogo Dino dan memilih arah sebaliknya.
Misalnya, jika Nogo Dino berada di Timur, maka seseorang dianjurkan memulai perjalanan ke arah Barat.
Prinsip ini diterapkan sejak keluar rumah, bukan setelah berada di tengah perjalanan.
Tujuannya adalah agar langkah awal aktivitas penting dimulai dari arah yang dianggap lebih baik.
Baca Juga: Nasi Lodho Tulungagung, Kuliner Warisan Hajatan yang Kini Dijual Mulai Rp7 Ribu
Pasaran Wage Disebut Hari Kosong
Video juga menyoroti pasaran Wage.
Narasumber menyebut Wage sebagai hari kosong atau hari yang “tidak ada isi”.
Karena itu, beberapa aktivitas penting disarankan tidak dimulai pada pasaran tersebut.
Digunakan untuk Hajatan dan Pindah Rumah
Penerapan Nogo Dino tidak terbatas pada urusan dagang.
Narasumber mengatakan masyarakat juga memperhatikannya ketika:
- mengadakan hajatan,
- pindah rumah,
- memulai kegiatan keluarga yang dianggap penting.
Khusus pasaran Wage, narasumber menyebut ada keyakinan bahwa memulai hajatan pada hari tersebut berisiko membuat rezeki seret atau acara kurang sukses.
Diperhatikan Saat Melamar Calon Pengantin
Video juga menyebut praktik ini digunakan ketika seseorang melamar calon pengantin.
Menurut narasumber, arah Nogo Dino diperhatikan agar pihak yang datang melamar tidak mengalami kesulitan, penolakan, atau dipermalukan.
Karena itu, keluarga yang masih memegang tradisi Jawa kadang menentukan arah dan waktu keberangkatan sebelum berangkat melamar.
Ilmu Titen dalam Tradisi Jawa
Narasumber menyebut Nogo Dino sebagai ilmu titen.
Dalam pengertiannya, ilmu titen adalah pengetahuan yang lahir dari pengamatan berulang terhadap peristiwa kehidupan.
Menurut penjelasan video, masyarakat Jawa mempercayai pola-pola tertentu berdasarkan pengalaman turun-temurun, lalu menjadikannya pedoman dalam mengambil langkah.
Karena berbasis pengamatan, praktik ini tidak dijelaskan sebagai rumus ilmiah, melainkan sebagai kearifan lokal.
Baca Juga: Kuliner Botok Iwak Kali Tulungagung Ini Sudah Hampir 10 Tahun, Sajikan Nasi Tiwul dan Wader Crispy
Dipercaya Turun-Temurun
Video menyatakan bahwa kepercayaan terhadap Nogo Dino telah hidup lama di tengah masyarakat Jawa.
Pengetahuan tersebut diwariskan dari generasi ke generasi melalui keluarga, sesepuh, dan lingkungan masyarakat.
Hal inilah yang membuat istilah Nogo Dino masih dikenal hingga sekarang, terutama di kalangan masyarakat yang akrab dengan primbon Jawa.
Bukan untuk Membuat Orang Takut
Meskipun membahas arah yang dianggap kurang baik, narasumber menekankan bahwa tujuan utama praktik ini adalah kehati-hatian.
Pesan yang disampaikan bukan agar orang takut bekerja atau berdagang, melainkan agar lebih cermat dalam memulai aktivitas penting.
Dengan kata lain, Nogo Dino diposisikan sebagai pedoman budaya untuk meningkatkan kewaspadaan.
Melestarikan Kearifan Lokal Jawa
Di bagian akhir video, narasumber mengajak masyarakat untuk tetap melestarikan kearifan lokal Jawa.
Menurutnya, tradisi seperti Nogo Dino merupakan bagian dari warisan budaya yang mengandung nilai kehati-hatian dan kebijaksanaan dalam bertindak.
Ia juga menegaskan bahwa praktik tersebut digunakan sebagai panduan agar seseorang dapat meraih kehidupan yang lebih baik dan lebih beruntung menurut keyakinan budaya setempat.
Ringkasan Praktis Menurut Video
Agar lebih mudah dipahami, berikut inti penjelasan dalam video CARA MENCARI REZEKI MENURUT ARAH NOGO DINO:
Tujuan: menentukan arah keberangkatan yang lebih baik untuk mencari rezeki.
Dasar: posisi Nogo Dino berdasarkan hari dan pasaran.
Contoh: Jumat Legi berada di arah Timur.
Arah yang dihindari: Timur.
Arah yang dipilih: arah kebalikannya, yaitu Barat.
Penerapan: pedagang keliling, hajatan, pindah rumah, dan lamaran.
Pesan utama: gunakan sebagai pedoman kehati-hatian dan pelestarian budaya Jawa.
Dengan demikian, video tersebut memberikan gambaran bagaimana masyarakat Jawa menggunakan Nogo Dino arah mencari rezeki sebagai referensi dalam menentukan langkah awal perjalanan. Praktik itu dipahami sebagai bagian dari ilmu titen dan warisan budaya leluhur yang bertujuan membantu seseorang lebih waspada ketika memulai aktivitas penting, terutama yang berkaitan dengan usaha dan pencarian nafkah.
Editor : Davina Ar RaafikaSumber : Yt mas septy