TULUNGAGUNG - Nogo Dino menjadi salah satu perhitungan dalam tradisi Jawa yang berkaitan dengan arah dan waktu. Bagi sebagian masyarakat Jawa, perhitungan ini masih diperhatikan ketika hendak melaksanakan kegiatan penting, terutama lamaran hingga pernikahan.
Kepercayaan mengenai Nogo Dino tidak hanya menentukan posisi naga dalam satu arah tertentu. Posisi tersebut juga mengalami perpindahan berdasarkan bulan dalam kalender Jawa. Karena itu, arah perjalanan yang dianggap sesuai pada satu bulan belum tentu dianggap baik pada bulan lainnya.
Dalam sebuah tayangan di kanal YouTube Kandhakno Wong, dijelaskan bahwa Nogo Dino dapat dibedakan berdasarkan empat arah mata angin. Perhitungannya disebut cukup sederhana karena 12 bulan Jawa dibagi menjadi empat kelompok.
12 Bulan Jawa Dibagi Menjadi Empat Arah
Dalam petungan Jawa, empat arah mata angin dikenal dengan istilah wetan untuk timur, kidul untuk selatan, kulon untuk barat, dan lor untuk utara.
Baca Juga: Praperadilan Febri Adriansyah Uji Penyitaan, Kuasa Hukum Soroti Barang yang Dinilai Tak Terkait TPPU
Keempat arah tersebut kemudian menjadi tempat berpindahnya posisi Nogo Dino sepanjang tahun.
Tiga bulan pertama, yakni Suro, Sapar, dan Mulud, disebut sebagai periode ketika Nogo Dino berada di arah timur atau wetan.
Selanjutnya, naga berpindah ke arah selatan atau kidul selama tiga bulan berikutnya. Periode tersebut meliputi Bakda Mulud, Jumadil Awal, dan Jumadil Akhir.
Setelah itu, posisi Nogo Dino kembali berpindah. Pada bulan Rejeb, Ruwah, dan Poso, naga berada di arah barat atau kulon.
Sementara tiga bulan terakhir, yakni Syawal, Apit, dan Besar, menempatkan Nogo Dino di arah utara atau lor.
Dengan pembagian tersebut, masyarakat dapat melihat posisi naga hanya dengan mengetahui bulan Jawa yang sedang berlangsung.
Kenapa Arah Lamaran Bisa Diperhitungkan?
Salah satu penerapan Nogo Dino yang masih dikenal adalah dalam menentukan arah ketika hendak melamar calon pasangan.
Baca Juga: Diduga Kurang Konsentrasi Saat Melintas, Dua Honda Vario Bertabrakan di Jalan Masuk Ketanon
Misalnya, calon pengantin laki-laki tinggal di sebelah utara dan calon pengantin perempuan berada di selatan. Jika pada saat itu posisi Nogo Dino berada di selatan, perjalanan menuju rumah calon pengantin perempuan dipercaya sebaiknya tidak dilakukan menurut petungan tersebut.
Dalam kondisi seperti itu, waktu dapat menjadi pertimbangan. Perjalanan bisa ditunda hingga posisi Nogo Dino berpindah ke arah lain yang dianggap tidak berhadapan dengan tujuan perjalanan.
Contoh lainnya ketika seseorang hendak melakukan perjalanan dari timur menuju barat. Posisi Nogo Dino perlu diperhatikan karena pada bulan tertentu naga berada di barat.
Rejeb, Ruwah, dan Poso menjadi tiga bulan ketika Nogo Dino berada di arah kulon atau barat. Dalam petungan tersebut, perjalanan menuju arah barat pada periode tersebut dianggap perlu dihindari.
Tidak Disarankan Mengambil Jalan Memutar
Pembahasan mengenai Nogo Dino juga menyinggung cara yang terkadang digunakan untuk menghindari arah tertentu. Ada anggapan bahwa seseorang dapat mengambil jalur memutar terlebih dahulu sebelum menuju arah tujuan.
Misalnya, perjalanan seharusnya dilakukan dari barat ke timur. Seseorang kemudian memilih bergerak ke utara terlebih dahulu, lalu melanjutkan perjalanan ke timur.
Namun, cara tersebut disebut bukan pilihan yang dianjurkan dalam petungan Nogo Dino. Arah perjalanan tetap dipandang berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, sehingga mengambil jalan memutar tidak otomatis dianggap menghilangkan perhitungan arah.
Nogo Dino Masih Jadi Bagian Tradisi Jawa
Perhitungan Nogo Dino merupakan salah satu bentuk petungan yang berkembang dalam kebudayaan Jawa. Bagi masyarakat yang masih memegang tradisi tersebut, perhitungan arah dan waktu dapat menjadi pertimbangan sebelum melaksanakan hajat penting.
Namun, penerapan Nogo Dino tentu kembali kepada keyakinan masing-masing. Di luar persoalan kepercayaan, pembagian posisi naga berdasarkan bulan Jawa juga menjadi bagian dari pengetahuan tradisional yang menarik untuk dipelajari.
Dengan memahami urutannya, posisi Nogo Dino dapat diketahui dengan mudah. Suro, Sapar, dan Mulud berada di timur; Bakda Mulud, Jumadil Awal, dan Jumadil Akhir di selatan; Rejeb, Ruwah, dan Poso di barat; sedangkan Syawal, Apit, dan Besar berada di utara.
Editor : Maylanni Diana Fitri