Nogo Dino dalam Tradisi Jawa: Arah yang Dipercaya Bisa Bawa Rezeki atau Kesialan

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:20 WIB
Dino dalam tradisi Jawa dikaitkan dengan arah, hari dan pasaran. Simak pembagian arahnya serta kepercayaan soal rezeki dan kesialan.(pinterest)
Dino dalam tradisi Jawa dikaitkan dengan arah, hari dan pasaran. Simak pembagian arahnya serta kepercayaan soal rezeki dan kesialan.(pinterest)

JAKARTA - Nogo Dino menjadi salah satu bagian dari pengetahuan tradisional Jawa yang masih menarik perhatian masyarakat. Dalam kepercayaan tersebut, Nogo Dino berkaitan dengan penentuan arah berdasarkan hari dan pasaran Jawa. Arah tertentu dipercaya perlu dihindari agar seseorang tidak mengalami kesialan atau kerugian.

Pembahasan Nogo Dino kembali menjadi perhatian setelah sebuah video di YouTube menjelaskan posisi Nogo Dino berdasarkan hari dalam kalender Jawa. Dalam tradisi tersebut, keberadaan Nogo Dino disebut berpindah-pindah arah setiap hari.

Konsep Nogo Dino juga dikaitkan dengan berbagai aktivitas, mulai dari berdagang, bepergian, membeli barang, pindah rumah hingga melakukan lamaran. Namun, hal tersebut merupakan bagian dari kepercayaan dan adat Jawa, bukan ketentuan yang dibuktikan secara ilmiah.

Arah Nogo Dino Berdasarkan Hari

Dalam penjelasan video, posisi Nogo Dino disebut berbeda berdasarkan hari. Pada Kamis, Jumat dan Minggu, Nogo Dino dipercaya berada di arah timur.

Baca Juga: TPG Agustus 2026 Dijadwalkan Cair Mulai 21 Agustus, Ini Tahapan Penerbitan SKTP

Sementara itu, Sabtu disebut sebagai hari ketika Nogo Dino berada di selatan. Adapun Senin, Selasa dan Rabu dikaitkan dengan arah barat.

Khusus Senin, posisi tersebut disebut berada di barat laut atau dalam istilah Jawa disebut ngalor ngulon. Sedangkan Jumat dikaitkan dengan arah timur laut.

Selain hari, tradisi ini juga mengenal pembagian berdasarkan pasaran Jawa. Kliwon disebut berada di tengah, Pahing di selatan, Pon di barat, Wage di utara dan Legi di timur.

Pembagian hari dan pasaran tersebut kemudian digunakan untuk menentukan arah yang dianggap baik maupun kurang baik dalam melakukan kegiatan tertentu.

Pedagang Keliling Diminta Memperhatikan Arah

Salah satu contoh yang dibahas adalah aktivitas pedagang keliling. Dalam kepercayaan Nogo Dino, pedagang disebut perlu memperhatikan arah perjalanan dari rumah.

Sebagai contoh, ketika Nogo Dino berada di timur, seseorang dipercaya sebaiknya tidak bepergian atau berdagang menuju timur. Arah sebaliknya dianggap lebih baik untuk menghindari potensi kerugian menurut kepercayaan tersebut.

Dalam video, Jumat Legi menjadi salah satu contoh. Pasaran Legi dikaitkan dengan arah timur. Jika seseorang berdagang menuju timur pada waktu tersebut, dipercaya dapat mengalami dagangan sepi, tertipu atau kehilangan barang.

Sebaliknya, pedagang disebut dapat memilih arah lain yang tidak menjadi posisi Nogo Dino. Cara tersebut dipercaya dapat membantu menghindari hal-hal yang dianggap kurang baik.

Dikaitkan dengan Lamaran dan Kegiatan Penting

Kepercayaan Nogo Dino tidak hanya digunakan untuk aktivitas perdagangan. Dalam tradisi yang dijelaskan, arah juga dapat dipertimbangkan ketika seseorang hendak melakukan lamaran.

Keluarga yang akan melamar seseorang disebut perlu memperhatikan arah rumah tujuan. Tujuannya, menurut kepercayaan tersebut, agar perjalanan dan proses lamaran berjalan lancar serta terhindar dari hal yang dianggap memalukan atau merugikan.

Konsep serupa juga sebelumnya dikaitkan dengan pemilihan hari baik untuk berbagai kegiatan. Namun, dalam penjelasan tersebut, pasaran Wage disebut tidak digunakan untuk menentukan hari baik karena dianggap memiliki makna “kosong”.

Karena itu, masyarakat yang masih memegang tradisi Jawa biasanya memiliki perhitungan tersendiri sebelum menentukan waktu untuk kegiatan penting.

Nogo Dino sebagai Bagian dari Adat Jawa

Nogo Dino pada akhirnya merupakan bagian dari pengetahuan dan kepercayaan tradisional masyarakat Jawa. Perhitungan hari, pasaran dan arah menjadi unsur yang digunakan sebagian masyarakat untuk menentukan langkah dalam kehidupan sehari-hari.

Video tersebut juga mengajak penonton untuk memahami tradisi secara terbuka dan mengambil sisi positifnya. Kepercayaan mengenai Nogo Dino dapat dipandang sebagai bagian dari warisan budaya yang diwariskan antargenerasi.

Meski demikian, klaim mengenai keberuntungan, rezeki, kerugian atau kesialan berdasarkan arah Nogo Dino tetap berada dalam ranah kepercayaan budaya. Tidak ada penjelasan ilmiah dalam video yang membuktikan bahwa posisi tersebut secara langsung menentukan nasib seseorang.

Bagi masyarakat yang masih menjalankan adat Jawa, Nogo Dino dapat menjadi bagian dari cara mereka menghormati tradisi. Sementara bagi masyarakat lainnya, informasi tersebut dapat menjadi wawasan mengenai kekayaan budaya dan sistem pengetahuan tradisional Jawa.

Editor : Maylanni Diana Fitri
pasaran Jawa hari baik Jawa Nogo Dino Tradisi Jawa adat jawa