JAKARTA - Nogo Dino dalam primbon Jawa kuno dipercaya sebagai petunjuk untuk menentukan arah perjalanan agar rezeki dan usaha berjalan lancar. Setiap hari memiliki arah Nogo Dino berbeda, sehingga masyarakat yang masih memegang tradisi ini dianjurkan memperhatikan arah sebelum bepergian.
Kepercayaan Nogo Dino atau naga hari tersebut berkaitan dengan perhitungan arah berdasarkan hari. Dalam tradisi Jawa, posisi naga dipercaya perlu dihindari ketika seseorang hendak mencari rezeki atau menjalankan usaha.
Pembahasan Nogo Dino ini disampaikan dalam sebuah video YouTube yang mengajak masyarakat mengenal kembali primbon Jawa kuno. Perhitungan tersebut disebut sebagai salah satu cara yang dahulu digunakan masyarakat untuk menentukan arah perjalanan.
Arah Nogo Dino Berubah Setiap Hari
Dalam penjelasan tersebut, Nogo Dino memiliki jalur atau arah yang berbeda dari Minggu hingga Sabtu. Perubahan arah itu menjadi dasar perhitungan ketika seseorang akan bepergian.
Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2027 Belum Dipastikan, Ini Penjelasan Pemerintah dan Taspen
Pada hari Minggu, Nogo Dino disebut menghadap ke utara atau lor. Sementara Senin, arah Nogo Dino berada di timur atau wetan.
Selasa memiliki arah tenggara, yakni kawasan antara selatan dan timur. Kemudian Rabu disebut menghadap ke barat laut atau arah antara barat dan utara.
Pada Kamis, Nogo Dino kembali disebut menghadap ke utara. Sementara Jumat memiliki arah barat daya.
Adapun Sabtu disebut menghadap ke selatan barat atau barat daya. Dengan demikian, terdapat hari-hari tertentu yang memiliki arah sama dalam perhitungan tersebut.
Dipercaya Menjadi Petunjuk Arah Rezeki
Dalam tradisi yang dijelaskan, Nogo Dino tidak sekadar berkaitan dengan arah mata angin. Perhitungan tersebut dipercaya memiliki hubungan dengan arah rezeki seseorang.
Baca Juga: RUU APBN 2027 Disiapkan, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi hingga 6,5 Persen
Ketika hendak bepergian untuk mencari rezeki, seseorang disebut perlu mengetahui terlebih dahulu posisi Nogo Dino pada hari tersebut. Arah perjalanan kemudian disesuaikan agar tidak searah dengan posisi naga.
Kepercayaan tersebut didasarkan pada anggapan bahwa perjalanan yang mengikuti arah Nogo Dino dapat mendatangkan kesialan, kegagalan usaha atau rezeki yang tidak sesuai harapan.
Sebaliknya, arah yang berlawanan atau menyimpang dari jalur Nogo Dino dipercaya lebih baik untuk perjalanan mencari penghasilan. Prinsip tersebut menjadi salah satu bagian dari perhitungan primbon Jawa kuno.
Daftar Arah Nogo Dino Minggu-Sabtu
Berikut arah Nogo Dino yang disebutkan dalam video berdasarkan hari:
- Minggu: utara atau nglor.
- Senin: timur atau wetan.
- Selasa: tenggara.
- Rabu: barat laut.
- Kamis: utara.
- Jumat: barat daya.
- Sabtu: barat daya atau selatan barat.
Perhitungan tersebut dapat digunakan sebagai referensi bagi masyarakat yang masih mempelajari budaya dan tradisi Jawa. Namun, penerapannya kembali kepada keyakinan masing-masing.
Bagian dari Primbon Jawa Kuno
Nogo Dino menjadi salah satu pengetahuan tradisional yang terdapat dalam pembahasan primbon Jawa. Bagi sebagian masyarakat, primbon tidak hanya digunakan untuk mengetahui hari baik, tetapi juga menjadi pedoman dalam menentukan berbagai aktivitas.
Dalam konteks Nogo Dino, perhatian utama berada pada arah perjalanan. Seseorang yang hendak mencari rezeki atau menjalankan usaha dipercaya perlu menghitung posisi naga terlebih dahulu.
Tradisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya melestarikan budaya Jawa. Pembahasan mengenai arah Nogo Dino membuat generasi saat ini dapat mengenal salah satu bentuk pengetahuan tradisional yang diwariskan masyarakat terdahulu.
Meski demikian, kepercayaan mengenai hubungan Nogo Dino dengan rezeki, kesialan dan keberhasilan usaha merupakan bagian dari tradisi budaya. Tidak terdapat bukti ilmiah dalam video yang membuktikan bahwa arah tertentu secara langsung menentukan keberuntungan seseorang.
Karena itu, informasi mengenai Nogo Dino dapat dipahami sebagai pengetahuan budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa. Bagi mereka yang meyakininya, perhitungan tersebut dapat menjadi bagian dari pertimbangan sebelum bepergian.
Video tersebut sekaligus mengajak masyarakat untuk belajar bersama mengenai primbon Jawa kuno. Pesannya adalah tetap mengenal dan mencintai budaya tanpa harus mengabaikan perbedaan pandangan di tengah masyarakat.
Editor : Maylanni Diana Fitri