Hari Baik Beli Kendaraan Menurut Jawa: Jangan Pilih Sembarangan, Ini Pantangannya

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 19:55 WIB
Hari baik beli kendaraan menurut Jawa mengenal hitungan genap dan sejumlah pantangan. Simak aturan hari, pasaran, Jumat, hingga hari naas.(pinterest)
Hari baik beli kendaraan menurut Jawa mengenal hitungan genap dan sejumlah pantangan. Simak aturan hari, pasaran, Jumat, hingga hari naas.(pinterest)

JAKARTA - Memilih waktu membeli sepeda motor atau mobil ternyata memiliki perhitungan tersendiri dalam adat Jawa. Hari baik beli kendaraan menurut Jawa dipercaya sebagian masyarakat dapat menjadi ikhtiar agar kendaraan awet dan pemiliknya selamat selama digunakan.

Dalam tradisi tersebut, hari baik beli kendaraan ditentukan dengan menghitung nilai hari dan pasaran. Hasil penjumlahan kemudian dilihat apakah menghasilkan angka genap atau ganjil.

Selain angka genap, ada sejumlah waktu yang dipercaya perlu dihindari. Hari Jumat, hari naas dan beberapa hari tertentu dalam kalender Jawa disebut memiliki pantangan tersendiri untuk membeli kendaraan bermesin.

Hitung Hari dan Pasaran Sebelum Membeli

Menurut pengalaman yang dibagikan dalam video, masyarakat yang mengikuti perhitungan Jawa disarankan memilih hari dengan jumlah nilai genap. Nilai tersebut berasal dari penjumlahan hari dan pasarannya.

Baca Juga: Kenaikan Gaji Pensiunan 2027 Belum Pasti, 16 Agustus Jadi Momentum Tunggu Keputusan Pemerintah

Misalnya, Minggu Kliwon disebut memiliki jumlah 13. Nilai tersebut merupakan angka ganjil sehingga tidak masuk pilihan yang dianjurkan dalam perhitungan tersebut.

Contoh lainnya adalah Minggu Legi. Hari Minggu memiliki nilai lima, sedangkan Legi juga bernilai lima. Jika dijumlahkan, hasilnya menjadi 10 atau genap.

Hari dengan hasil genap kemudian dipercaya lebih baik untuk membeli kendaraan. Harapannya, kendaraan dapat digunakan dengan selamat dan tidak mudah mengalami masalah.

Perhitungan ini disebut berlaku untuk kendaraan bermesin, baik roda dua maupun roda empat. Dengan kata lain, masyarakat dapat menggunakannya sebagai pertimbangan ketika hendak membeli sepeda motor atau mobil.

Jumat Disebut Bukan Pilihan yang Baik

Selain melihat angka genap, terdapat pantangan khusus yang disampaikan dalam video. Salah satunya adalah menghindari hari Jumat untuk membeli kendaraan bermesin.

Baca Juga: TPG Agustus 2026 Dijadwalkan Cair Mulai 21 Agustus, Ini Tahapan Penerbitan SKTP

Menurut kepercayaan yang dijelaskan, kendaraan yang dibeli pada Jumat disebut lebih mudah mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut dapat terjadi pada mesin maupun komponen lainnya.

Karena itu, masyarakat yang mengikuti tradisi tersebut disarankan memilih hari lain. Pilihan yang dianggap lebih baik adalah hari dengan nilai genap dan tidak masuk kategori hari pantangan.

Namun, informasi tersebut merupakan pengalaman dan pengetahuan tradisional. Pembuat video menyebutnya sebagai tukar kawruh, bukan aturan yang wajib diikuti semua orang.

Kenali Istilah Hari Naas

Perhitungan adat Jawa juga mengenal istilah hari naas. Hari tersebut dalam video dikaitkan dengan tanggal atau hari meninggalnya orang tua maupun mertua.

Bagi masyarakat yang mempercayainya, hari naas dianggap perlu dihindari ketika membeli kendaraan. Tujuannya untuk menjaga keselamatan pemilik dan kendaraan berdasarkan perhitungan tradisional.

Selain hari naas, terdapat pula hari yang disebut sebagai hari terlarang. Karena itu, seseorang yang ingin menggunakan hitungan Jawa perlu melihat lebih dari sekadar nilai hari dan pasaran.

Pemilihan hari harus mempertimbangkan apakah tanggal tersebut termasuk hari naas atau masuk kategori yang dianggap tidak baik.

Satu Suro Juga Disebut sebagai Pantangan

Dalam pembahasan tersebut, istilah sangar tahun turut dijelaskan. Salah satu contoh yang disebut adalah tanggal 1 Suro.

Tanggal tersebut merupakan bagian dari kalender Jawa dan dalam kepercayaan yang disampaikan termasuk waktu yang perlu diperhatikan. Masyarakat yang mengikuti perhitungan tersebut disarankan tidak menjadikannya sebagai pilihan untuk membeli kendaraan.

Dengan demikian, terdapat beberapa lapisan perhitungan. Pertama, melihat nilai hari dan pasaran. Kedua, memilih hasil yang genap. Ketiga, memastikan tanggal tersebut bukan Jumat, hari naas atau hari yang masuk kategori pantangan.

Tradisi Jawa Bukan Jaminan Keselamatan

Hari baik beli kendaraan menurut Jawa merupakan bagian dari adat dan kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Perhitungan tersebut dapat menjadi bentuk ikhtiar bagi masyarakat yang masih memegang tradisi leluhur.

Namun, kepercayaan bahwa hari pembelian menentukan keawetan kendaraan atau keselamatan pengendara tidak disertai bukti ilmiah dalam video.

Faktor nyata tetap perlu menjadi perhatian utama. Kondisi kendaraan, kualitas mesin, kelengkapan surat, perawatan berkala dan kemampuan pengemudi memiliki peran penting terhadap keamanan kendaraan.

Begitu pula saat berkendara. Penggunaan helm, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, menjaga kecepatan dan tidak mengemudi secara ugal-ugalan jauh lebih penting untuk menjaga keselamatan.

Pada akhirnya, pemilihan hari dapat ditempatkan sebagai bagian dari tradisi. Sementara keputusan untuk mengikuti atau tidak mengikuti hitungan tersebut menjadi pilihan setiap orang.

Editor : Maylanni Diana Fitri
pasaran Jawa hari naas hitungan Jawa hari baik beli kendaraan adat jawa