JAKARTA - Hari baik khitan menurut Jawa masih menjadi pertimbangan bagi sebagian orang tua yang akan menyunatkan anak. Dalam tradisi Jawa, pemilihan waktu khitan tidak hanya melihat hari, tetapi juga pasaran, bulan, tahun hingga sejumlah pantangan yang dipercaya perlu dihindari.
Pembahasan hari baik khitan menurut Jawa tersebut menekankan pentingnya orang tua mempertimbangkan waktu pelaksanaan sebelum menentukan tanggal. Khitan dipandang sebagai salah satu momen penting dalam kehidupan anak sehingga keluarga berusaha memilih waktu yang dianggap terbaik.
Dalam perhitungan hari baik khitan menurut Jawa, terdapat beberapa unsur yang perlu diperhatikan. Mulai dari hari kelahiran anak, pasaran, bulan Jawa hingga sejumlah hari yang dianggap kurang baik atau memiliki sengkala.
Hari Kelahiran Anak Bisa Menjadi Pilihan
Menurut penjelasan dalam video, hari kelahiran anak dapat menjadi salah satu pilihan untuk melaksanakan khitan. Hari tersebut dianggap istimewa karena berkaitan langsung dengan waktu kelahiran anak.
Baca Juga: SKTP Juli 2026 Sudah Terbit, TPG Guru Segera Cair Meski Validasi Info GTK Masih Oren
Namun, hari kelahiran tidak otomatis dianggap baik tanpa perhitungan tambahan. Orang tua tetap dianjurkan memperhatikan kombinasi hari, pasaran dan bulan sebelum menentukan tanggal.
Dalam kalender Jawa, terdapat tujuh hari dan lima pasaran. Keduanya menjadi bagian penting dalam berbagai perhitungan tradisional.
Selain hari dan pasaran, bulan juga diperhitungkan. Karena itu, keluarga yang mengikuti tradisi tersebut tidak hanya melihat tanggal secara umum dalam kalender Masehi.
Bulan yang Disebut Cocok untuk Khitan
Dalam pembahasan tersebut, terdapat beberapa bulan Jawa yang disebut lebih sesuai untuk melaksanakan khitan. Di antaranya adalah bulan Besar atau Dzulhijah, Mulud, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab dan Ruwah.
Baca Juga: TPG Juli 2026 Belum Cair, Kenapa Guru Masih Harus Menunggu?
Bulan Besar menjadi salah satu contoh yang mendapat perhatian. Namun, tanggal di dalam bulan tersebut tetap perlu dihitung kembali karena tidak semua hari dianggap memiliki kecocokan yang sama.
Sebaliknya, Muharram, Sapar dan beberapa waktu tertentu disebut sebaiknya dihindari untuk kegiatan khitan menurut kepercayaan yang dibahas.
Pembagian tersebut merupakan bagian dari adat dan perhitungan tradisional Jawa. Setiap keluarga dapat memiliki pedoman atau keyakinan yang berbeda dalam menentukan waktu pelaksanaan.
Kenali Hari yang Disebut Perlu Dihindari
Selain bulan, terdapat istilah seperti Azhari, Taliwangke dan Sengkala dalam perhitungan yang dijelaskan. Hari-hari tertentu yang masuk kategori tersebut disebut sebaiknya dihindari.
Sebagai contoh, dalam pembahasan bulan Besar disebut terdapat hari tertentu seperti Sabtu dan Minggu yang perlu diperhatikan. Ada pula perhitungan berdasarkan tahun Jawa yang dapat memengaruhi pilihan tanggal.
Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa menentukan hari khitan dalam tradisi Jawa cukup kompleks. Tidak hanya satu unsur yang digunakan, tetapi beberapa unsur digabungkan sebelum sebuah tanggal dipilih.
Selain pantangan hari, kondisi keluarga juga menjadi pertimbangan. Hari naas yang berkaitan dengan orang tua atau keluarga yang telah meninggal disebut perlu diperhatikan oleh masyarakat yang masih mengikuti hitungan Jawa.
Kamis dan Jumat Disebut sebagai Pilihan
Dalam penjelasan video, Kamis dan Jumat disebut sebagai hari yang istimewa untuk khitan, khususnya pada bulan Besar. Kedua hari tersebut dianggap lebih baik setelah menghindari berbagai sengkala atau pantangan yang ada.
Namun, pemilihan Kamis atau Jumat tetap harus melihat perhitungan lainnya. Hari tersebut tidak serta-merta menjadi pilihan tanpa mempertimbangkan pasaran, bulan dan ketentuan lain.
Karena itu, orang tua yang ingin mengikuti tradisi Jawa disarankan tidak hanya berpatokan pada satu unsur. Semua bagian perhitungan perlu disesuaikan agar mendapatkan tanggal yang dianggap cocok.
Tradisi sebagai Bentuk Ikhtiar Orang Tua
Dalam budaya Jawa, pemilihan hari untuk kegiatan penting sering dikaitkan dengan upaya menghindari tindakan secara sembarangan. Orang tua ingin memberikan yang terbaik bagi anak, termasuk ketika menentukan waktu khitan.
Video tersebut juga menekankan bahwa anak dipandang sebagai aset dunia dan akhirat. Doa serta bimbingan orang tua dianggap memiliki peran penting dalam kehidupan anak.
Meski demikian, hari baik khitan menurut Jawa merupakan bagian dari tradisi dan keyakinan. Tidak ada bukti ilmiah bahwa pemilihan hari tertentu menentukan masa depan anak atau keberhasilan proses khitan.
Secara medis, pelaksanaan khitan sebaiknya tetap mempertimbangkan kondisi kesehatan anak, tenaga medis yang kompeten, kebersihan serta perawatan setelah tindakan.
Bagi keluarga yang masih memegang adat Jawa, perhitungan hari dapat menjadi bentuk pelestarian budaya sekaligus ikhtiar. Sementara keputusan untuk mengikutinya tetap menjadi hak setiap keluarga.
Editor : Maylanni Diana Fitri