Puasa Weton Anak untuk Kesalehan, Ini Tata Cara yang Dijelaskan dalam Kajian

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:15 WIB
Puasa weton anak dibahas sebagai ikhtiar orang tua untuk mendoakan kesalehan, kecerdasan, keselamatan, dan masa depan anak.(pinterest)
Puasa weton anak dibahas sebagai ikhtiar orang tua untuk mendoakan kesalehan, kecerdasan, keselamatan, dan masa depan anak.(pinterest)

JAKARTA - Puasa weton anak menjadi salah satu amalan yang dibahas dalam sebuah kajian sebagai bentuk ikhtiar orang tua untuk mendoakan kesalehan, kecerdasan, keselamatan, dan masa depan putra-putrinya.

Dalam kajian tersebut, pemateri menjelaskan bahwa kehadiran anak merupakan salah satu nikmat besar dari Allah SWT. Karena itu, orang tua tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan lahiriah anak, tetapi juga perlu melakukan ikhtiar batin melalui doa dan amalan ibadah.

Menurut penjelasan dalam video, ujian dalam mendidik anak bisa datang dalam berbagai bentuk. Ada anak yang tidak menurut kepada orang tua, malas beribadah, enggan belajar, hingga lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai.

Orang tua, menurut pemateri, tidak seharusnya hanya bersedih atau mengeluh ketika menghadapi perilaku anak yang demikian. Mereka dianjurkan tetap melakukan berbagai ikhtiar dan mendoakan anak agar mendapat petunjuk serta perlindungan dari Allah SWT.

Salah satu amalan yang disebutkan adalah puasa weton anak atau berpuasa pada hari kelahiran anak berdasarkan perhitungan weton.

Puasa Dilakukan pada Weton Kelahiran Anak

Pemateri menjelaskan, puasa weton anak dilakukan dengan berpuasa pada hari kelahiran anak sesuai kombinasi hari dan pasaran Jawa.

Baca Juga: TPG Juli dan Agustus 2026 Mulai Masuk Rekening, Ada Guru Terima Dua Bulan Sekaligus

Sebagai contoh, jika seorang anak lahir pada Senin Wage, orang tua dapat menjalankan puasa ketika kembali bertemu hari Senin Wage.

Cara tersebut dinilai lebih fleksibel, terutama bagi orang tua yang memiliki beberapa anak dengan hari kelahiran berbeda.

Dalam penjelasan video, seseorang yang memiliki beberapa anak tidak harus berpuasa setiap hari dalam satu pekan. Puasa dapat dilakukan ketika weton kelahiran masing-masing anak kembali tiba.

Pemateri mencontohkan, apabila anak-anak lahir pada weton yang berbeda, orang tua cukup menjalankan puasa sesuai weton masing-masing. Dengan siklus weton yang disebut berlangsung sekitar 40 hari, frekuensi puasa dinilai lebih ringan dibandingkan berpuasa setiap minggu.

Niat puasa yang disebutkan dalam kajian adalah niat puasa sunnah karena Allah SWT.

Tujuan dari puasa weton anak tersebut, menurut pemateri, adalah sebagai ikhtiar orang tua agar anak diberikan kesalehan, kecerdasan, keselamatan, kepatuhan kepada orang tua, serta kesuksesan di dunia dan akhirat.

Pemateri kemudian mengaitkan amalan tersebut dengan keutamaan doa orang yang sedang berpuasa.

Dalam kajian itu disebutkan bahwa waktu berbuka puasa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk memperbanyak doa dan menyampaikan harapan kepada Allah SWT.

Orang tua dianjurkan menyebutkan kebutuhan dan harapan untuk anaknya ketika berdoa. Doa dapat dipanjatkan dengan bahasa yang dipahami, seperti memohon agar anak menjadi saleh dan salehah, rajin beribadah, cerdas, berbakti kepada orang tua, serta dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik.

Puasa Tidak Hanya Menahan Lapar dan Dahaga

Selain menahan lapar dan dahaga, pemateri menekankan pentingnya menjaga perilaku selama menjalankan puasa.

Baca Juga: TPG Juli dan Agustus 2026 Mulai Cair Bertahap, Ini Penyebab Guru Belum Menerima

Menurutnya, orang yang berpuasa juga perlu menjaga lisan dari perkataan buruk, menjaga pandangan, pendengaran, serta menghindari perbuatan yang dilarang.

Puasa, dalam penjelasan tersebut, tidak hanya dipahami sebagai menahan makan dan minum. Orang tua juga diajak menahan emosi dan menghindari ucapan buruk, terutama ketika menghadapi anak.

Selama menjalankan puasa weton anak, orang tua dianjurkan memperbanyak zikir, membaca selawat, tahmid, dan tahlil. Semua amalan tersebut dilakukan sebagai bagian dari ikhtiar dan doa untuk kebaikan anak.

Pemateri juga menyarankan orang tua melakukan sedekah pada hari menjalankan puasa.

Dalam tradisi yang disebutkan dalam kajian, orang tua dapat menyiapkan makanan atau sesuatu untuk dibagikan kepada tetangga maupun orang lain. Sedekah tersebut diniatkan sebagai bagian dari doa dan ikhtiar untuk keselamatan serta kebaikan anak.

Menurut pemateri, orang tua perlu bersungguh-sungguh dalam mendoakan anak, terutama ketika sedang menjalankan ibadah puasa.

Orang Tua Diingatkan Menjaga Ucapan kepada Anak

Hal lain yang ditekankan dalam kajian adalah pentingnya menjaga ucapan kepada anak.

Pemateri mengingatkan bahwa orang tua sebaiknya tidak mengeluarkan kata-kata buruk atau doa yang tidak baik ketika sedang marah menghadapi perilaku anak.

Dalam video tersebut diceritakan sebuah kisah tentang seorang anak yang membuat ibunya marah. Sang ibu kemudian mengeluarkan ucapan yang menurut pemateri justru menjadi doa baik bagi anaknya.

Kisah tersebut digunakan untuk mengingatkan orang tua agar tetap mendoakan kebaikan bagi anak, meskipun sedang menghadapi perilaku yang membuat kecewa atau marah.

Pemateri menyebut kondisi anak yang nakal, tidak menurut, malas belajar, malas beribadah, gemar bermain gim, atau sering keluar rumah sebagai bentuk ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran dan ikhtiar.

Puasa weton anak, doa, zikir, selawat, dan sedekah disebut sebagai beberapa bentuk usaha batin yang dapat dilakukan orang tua.

Pada akhirnya, pemateri menekankan bahwa orang tua tidak hanya perlu berusaha memenuhi kebutuhan materi anak. Mereka juga perlu memohon pertolongan dan petunjuk Allah SWT melalui doa serta amalan ibadah.

Puasa weton anak dalam kajian tersebut disampaikan sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual bagi orang tua yang mengharapkan putra-putrinya tumbuh menjadi anak saleh dan salehah, berbakti, cerdas, serta memperoleh kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Amalan Orang Tua Puasa Weton Puasa Weton Anak Anak Saleh Doa untuk Anak