BLITAR – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar terus berinovasi dalam memberikan nilai tambah bagi para pesertanya.
Tak sekadar menyerahkan hak santunan secara finansial, badan penyelenggara jaminan sosial ini menginisiasi program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Ahli Waris (PEKA) untuk membekali para penerima manfaat dengan keterampilan wirausaha.
Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Blitar, Ahmad Fauzi Melalui program PEKA, para ahli waris yang ditinggalkan oleh tulang punggung keluarga didorong agar memiliki kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Selain itu, santunan Jaminan Kematian (JKM) bernilai Rp 42 juta kerap habis untuk kebutuhan konsumtif jangka pendek jika tak dikelola dengan tepat.
"Melalui program PEKA, kami ingin memberdayakan ahli waris agar memiliki skill wirausaha sehingga modal santunan tersebut bisa diputar menjadi usaha mandiri," ujar Ahmad Fauzi saat dikonfirmasi, Jumat (4/9).
Dia melanjutkan, target utama dari program penjangkauan ini adalah para janda atau keluarga yang kehilangan pencari nafkah utama agar tetap memiliki penghasilan pascamusibah.
Pada gelombang awal pelaksanaan PEKA, BPJS Ketenagakerjaan Blitar mengundang sebanyak 30 orang ahli waris untuk mengikuti pelatihan teknis pembuatan dan pengemasan produk minuman sari pati mawar.
Dalam memfasilitasi peningkatan keterampilan (up-skilling) tersebut, pihak kepolisian dan BPJS Ketenagakerjaan menjalin kolaborasi strategis bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar dari Kelurahan Rembang, Kota Blitar.
"Kami mengundang 30 ahli waris untuk dibekali keahlian pembuatan dan pengemasan minuman sari pati mawar. BPJS Ketenagakerjaan tidak memberikan permodalan tambahan, melainkan memfasilitasi dan meng-upgrade keahlian mereka agar mampu merintis UMKM mandiri," terangnya secara taktis.
Pihaknya berharap sinergi pelatihan wirausaha ini mampu mencetak para pelaku usaha mikro baru di wilayah Blitar yang mampu menopang kebutuhan harian keluarga secara berkelanjutan.
"Harapan besar kami, para ahli waris ini punya pegangan keterampilan dan percaya diri untuk menghidupi keluarganya secara mandiri lewat usaha olahan pangan yang berkelanjutan," pungkasnya.(jar)
Editor : Vidya Sajar Fitri