Kalender Jawa Seumur Hidup, Patokan 8 Tahun dalam Satu Windu

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 19:30 WIB
Kalender Jawa seumur hidup menggunakan siklus 8 tahun dalam satu windu, dari Alif hingga Jimakir, dengan patokan hari dan pasaran 1 Suro.(pinterest)
Kalender Jawa seumur hidup menggunakan siklus 8 tahun dalam satu windu, dari Alif hingga Jimakir, dengan patokan hari dan pasaran 1 Suro.(pinterest)

JAKARTA - Kalender Jawa seumur hidup dalam sebuah catatan keluarga disebut memiliki pola delapan tahun atau satu windu. Siklus tersebut dimulai dari tahun Alif dan berakhir pada Jimakir, sebelum kembali lagi ke tahun Alif.

Penjelasan mengenai kalender tersebut disampaikan dalam video Cakra Sudarsana TV. Pembuat video memperlihatkan sebuah kalender Jawa yang merupakan peninggalan ayahnya. Catatan itu sebelumnya dibuat ketika ia masih muda atas permintaan orang tuanya.

Menurut penjelasan dalam video, kalender tersebut menjadi catatan mengenai perhitungan tahun Jawa yang dilengkapi dengan patokan hari dan pasaran. Catatan itu kemudian difotokopi dan dijilid agar tetap bisa dipelajari dan menjadi tinggalan bagi anak cucu.

Dalam kalender Jawa yang ditunjukkan, satu windu terdiri dari delapan tahun. Urutannya adalah Alif, Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu, dan Jimakir. Setelah tahun Jimakir selesai, siklus kembali lagi ke tahun Alif.

Salah satu bagian penting dalam catatan tersebut adalah patokan tanggal 1 Suro pada setiap tahun. Tahun Alif memiliki patokan Rabu Wage. Karena itu, ketika tahun yang digunakan adalah Alif, tanggal 1 Suro dihitung jatuh pada Rabu Wage.

Pembuat video juga memberikan gambaran bahwa setelah 1 Suro, perhitungan hari dan pasaran terus berjalan. Dalam contoh yang ditampilkan, tanggal 2 Suro tahun Alif jatuh pada Kamis Kliwon, kemudian tanggal berikutnya mengikuti urutan kalender tersebut.

Patokan 1 Suro dalam 8 Tahun

Setiap tahun dalam satu windu mempunyai patokan masing-masing. Tahun Alif atau yang dalam video disebut berkaitan dengan istilah Aboge memiliki tanggal 1 Suro pada Rabu Wage.

Baca Juga: Lungguhe Nogo Tahun dalam Hitungan Jawa, Ini Arah yang Perlu Diperhatikan

Tahun Ehe memiliki patokan Minggu Pon. Berikutnya, tahun Jimawal mempunyai tanggal 1 Suro pada Jumat Pon. Tahun Je menggunakan Selasa Pahing.

Kemudian tahun Dal memiliki patokan Sabtu Legi. Tahun Be menggunakan Kamis Legi. Tahun Wawu mempunyai patokan Senin Kliwon.

Adapun tahun terakhir dalam satu windu, yakni Jimakir, memiliki tanggal 1 Suro pada Jumat Wage.

Patokan tersebut dirangkum menggunakan sejumlah kode agar lebih mudah diingat. Di antaranya adalah Aboge untuk tahun Alif, kemudian kode untuk tahun Ehe, Jimawal, Je, Dal, Be, Wawu hingga Jimakir.

Menurut pembuat video, kode tersebut membantu mengingat hari dan pasaran tanpa harus membuka kalender setiap kali ingin mengetahui patokan awal tahun.

Catatan Warisan dari Orang Tua

Kalender yang diperlihatkan bukan sekadar catatan perhitungan. Pembuat video menjelaskan bahwa catatan tersebut dibuat atas permintaan ayahnya ketika ia masih berusia sekitar 20 tahun.

Baca Juga: Nogo Dino dalam Hitungan Jawa, Cara Menentukan Arah dan Waktu yang Baik

Setelah cukup lama disimpan, kalender itu kembali ditemukan di dalam lemari. Kondisinya disebut sudah mengalami kerusakan sehingga kemudian dibuat salinan atau fotokopi beberapa tahun lalu.

Pembuat video menyebut catatan tersebut dianjurkan untuk dipelajari agar anak cucu tetap mengetahui perhitungan kalender Jawa yang pernah diajarkan orang tua.

Dalam penjelasan itu juga disebutkan bahwa patokan tanggal 1 Suro bukan satu-satunya bagian yang dapat dipelajari. Terdapat rumus lain untuk mengetahui hari dan pasaran pada awal bulan Jawa berikutnya, seperti Sapar dan bulan-bulan setelahnya.

Contohnya, setelah diketahui tahun Alif memiliki tanggal 1 Suro pada Rabu Wage, perhitungan untuk bulan selanjutnya dapat dilakukan menggunakan rumus yang terdapat pada catatan lain.

Dengan demikian, kalender Jawa dalam video tersebut dipahami sebagai pola yang berulang dalam satu windu. Tahun Alif menjadi awal siklus, kemudian dilanjutkan hingga Jimakir sebelum kembali lagi ke Alif.

Bagi pembuat video, keberadaan catatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertahankan pengetahuan kalender Jawa yang diwariskan keluarga. Ia juga membuka kesempatan bagi penonton yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai catatan dan perhitungan tersebut.

Editor : Maylanni Diana Fitri
kalender Aboge kalender Jawa seumur hidup satu windu tahun Alif kalender jawa