Naga Dina dan Patine Dina dalam Hitungan Jawa, Beginilah Cara Menghitungnya

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 19:35 WIB
 
Naga dina dan patine dina dihitung dari neptu hari serta pasaran. Simak contoh Sabtu Legi dan arah kekuatan serta patine harinya.(pinterest)
Naga dina dan patine dina dihitung dari neptu hari serta pasaran. Simak contoh Sabtu Legi dan arah kekuatan serta patine harinya.(pinterest)

JAKARTA - Naga dina dan patine dina menjadi bagian dari hitungan hari dalam tradisi Jawa yang menggunakan weton. Keduanya digunakan sebagai patokan untuk melihat arah yang dianggap memiliki kekuatan hari serta arah yang perlu dihindari ketika seseorang hendak melakukan kegiatan besar.

Penjelasan mengenai cara menghitung naga dina dan patine dina disampaikan dalam sebuah video. Dalam penjelasan tersebut, naga dina disebut sebagai “kekuatane hari” atau jayane dina. Arah tempat naga dina berada dianggap sebagai tempat yang memiliki kekuatan pada hari tersebut.

Sementara patine dina memiliki makna berbeda. Dalam penjelasan video, patine dina diibaratkan sebagai “kuburan” atau tempat yang sebaiknya dihindari untuk kegiatan tertentu. Patokan ini disebut dapat digunakan ketika seseorang hendak melakukan hajat besar, seperti mengarak pengantin, mendirikan atau pindah rumah, hingga berdagang dan mencari rezeki.

Sebelum menghitungnya, seseorang perlu mengetahui neptu hari dan neptu pasaran. Nilai neptu hari yang disebutkan dalam video adalah Minggu 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9.

Adapun nilai pasaran terdiri atas Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Setelah nilai hari dan pasaran diketahui, keduanya dijumlahkan untuk mendapatkan neptu yang akan digunakan dalam perhitungan arah.

Contoh Naga Dina Sabtu Legi

Sebagai contoh, video menggunakan hari Sabtu Legi. Sabtu memiliki neptu 9, sedangkan Legi bernilai 5. Jika dijumlahkan, neptu Sabtu Legi menjadi 14.

Baca Juga: Lungguhe Nogo Tahun dalam Hitungan Jawa, Ini Arah yang Perlu Diperhatikan

Perhitungan naga dina kemudian dimulai dari arah timur atau wetan. Arah tersebut menjadi titik awal hitungan. Urutannya adalah timur, selatan, barat, utara, kemudian kembali ke timur.

Dengan neptu 14, hitungan akhirnya jatuh pada arah selatan atau kidul. Karena itu, dalam contoh tersebut, naga dina Sabtu Legi berada di selatan.

Arah selatan kemudian disebut sebagai jayane dina atau kekuatan hari untuk Sabtu Legi berdasarkan rumus yang dijelaskan dalam video.

Setelah mengetahui naga dina, perhitungan dilanjutkan untuk menentukan patine dina. Caranya dimulai dengan menghitung neptu hari dan pasaran secara terpisah menggunakan urutan masing-masing.

Untuk Sabtu dengan neptu 14, perhitungan pada urutan hari menghasilkan Sabtu kembali. Kemudian pasaran Legi dengan hitungan 14 menghasilkan Kliwon.

Dengan demikian, patine dina untuk Sabtu Legi dalam contoh tersebut adalah Sabtu Kliwon.

Patine Dina Sabtu Legi Jatuh di Timur

Sabtu Kliwon kemudian dihitung kembali berdasarkan neptunya. Sabtu memiliki nilai 9 dan Kliwon 8, sehingga total neptunya adalah 17.

Baca Juga: Xiaomi Pad 8 Disebut Lebih Worth It dari iPad 2025, Ini Alasannya

Hitungan arah kembali dimulai dari timur dengan urutan timur, selatan, barat, dan utara. Setelah mencapai batas urutan tersebut, hitungan kembali ke timur.

Dalam contoh video, angka 17 akhirnya jatuh pada arah timur atau wetan. Artinya, patine dina Sabtu Legi dalam perhitungan tersebut berada di arah timur.

Penjelasan itu kemudian dikaitkan dengan berbagai kegiatan yang dianggap penting. Jika seseorang hendak mengarak pengantin, pindah rumah, berdagang, atau melakukan kegiatan untuk mencari rezeki pada Sabtu Legi, arah timur disebut sebagai arah yang perlu dihindari berdasarkan hitungan tersebut.

Pembuat video memberikan gambaran bahwa seseorang yang berdagang pada hari Sabtu Legi dan bergerak ke arah timur, menurut perhitungan yang dijelaskan, dikhawatirkan tidak memperoleh hasil. Hal tersebut dikaitkan dengan posisi patine dina yang berada di arah timur.

Sebaliknya, naga dina Sabtu Legi berada di selatan. Arah tersebut diposisikan sebagai kekuatan atau jayane dina.

Naga dina dan patine dina dalam penjelasan tersebut pada akhirnya digunakan sebagai pedoman dalam hitungan Jawa. Tujuannya, seseorang yang mempercayai dan menggunakan perhitungan tersebut dapat lebih berhati-hati dalam menentukan arah ketika hendak melakukan kegiatan tertentu.

Perhitungan ini bertumpu pada neptu hari, neptu pasaran, serta urutan empat arah mata angin. Contoh Sabtu Legi menjadi gambaran bagaimana kedua patokan tersebut diperoleh, mulai dari menentukan naga dina hingga menemukan arah patine dina.

Editor : Maylanni Diana Fitri
naga dina patine dina Naga Dina dan Patine Dina hitungan Jawa Weton Jawa