Naga Dina Sabtu Legi, Ini Cara Menghitung Arah Kekuatan dan Patine Dina

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 19:40 WIB
Naga dina Sabtu Legi dihitung dari neptu 14. Simak cara menentukan arah kekuatan hari dan patine dina berdasarkan hitungan Jawa.(pinterest)
Naga dina Sabtu Legi dihitung dari neptu 14. Simak cara menentukan arah kekuatan hari dan patine dina berdasarkan hitungan Jawa.(pinterest)

JAKARTA - Naga dina dalam hitungan Jawa digunakan untuk menentukan arah yang disebut sebagai kekuatan atau jayane dina. Selain itu, ada pula patine dina yang dalam penjelasan tradisi tersebut menjadi patokan arah yang dianggap perlu dihindari ketika seseorang hendak melakukan kegiatan tertentu.

Pembahasan mengenai naga dina dan patine dina dijelaskan dalam sebuah video yang membahas hitungan weton. Sebelum melakukan perhitungan, seseorang perlu mengetahui nilai neptu hari dan pasaran.

Dalam rumus yang disampaikan, setiap hari memiliki nilai berbeda. Minggu bernilai 5, Senin 4, Selasa 3, Rabu 7, Kamis 8, Jumat 6, dan Sabtu 9. Sementara nilai pasaran terdiri dari Legi 5, Pahing 9, Pon 7, Wage 4, dan Kliwon 8.

Nilai tersebut kemudian digunakan untuk menentukan neptu gabungan sebuah weton. Hasil penjumlahan menjadi dasar untuk menghitung arah naga dina.

Contoh yang digunakan adalah Sabtu Legi. Sabtu memiliki neptu 9 dan Legi mempunyai nilai 5. Jika digabungkan, neptu Sabtu Legi menjadi 14.

Perhitungan arah dimulai dari timur atau wetan. Setelah itu, hitungan bergerak menuju selatan, barat, dan utara. Urutan tersebut kemudian berulang sesuai jumlah hitungan yang digunakan.

Dengan neptu 14, hasil perhitungan pada contoh tersebut jatuh di arah selatan. Artinya, naga dina Sabtu Legi dalam rumus yang dijelaskan berada di selatan.

Arah selatan tersebut disebut sebagai tempat kekuatan hari atau jayane dina.

Cara Menentukan Patine Dina

Setelah menemukan naga dina, perhitungan dilanjutkan untuk mencari patine dina. Cara menghitungnya menggunakan hasil neptu yang sama, tetapi hari dan pasarannya terlebih dahulu dihitung berdasarkan urutan masing-masing.

Baca Juga: Nogo Dino dalam Hitungan Jawa, Cara Menentukan Arah dan Waktu yang Baik

Pada contoh Sabtu Legi, angka yang digunakan adalah 14. Hitungan hari dimulai dari Sabtu dan dilanjutkan melalui urutan hari hingga mencapai hasil akhir. Dari perhitungan tersebut diperoleh hari Sabtu.

Kemudian pasaran Legi juga dihitung sebanyak 14 langkah. Urutannya bergerak dari Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon, lalu kembali lagi ke Legi. Hasil akhirnya dalam contoh tersebut adalah Kliwon.

Dengan demikian, patine dina Sabtu Legi diperoleh sebagai Sabtu Kliwon.

Tahap berikutnya adalah mencari arah patine dina. Sabtu mempunyai nilai 9, sedangkan Kliwon bernilai 8. Jika dijumlahkan, neptu Sabtu Kliwon menjadi 17.

Angka 17 kemudian kembali dihitung dari arah timur dengan urutan timur, selatan, barat, dan utara.

Dalam contoh yang diberikan, hitungan 17 berakhir di arah timur atau wetan. Karena itu, patine dina Sabtu Legi disebut berada di arah timur.

Digunakan sebagai Patokan Arah

Dalam penjelasan video, patine dina digambarkan sebagai “kuburan” atau tempat yang sebaiknya dihindari. Karena itu, hitungan tersebut dikaitkan dengan kegiatan yang dianggap memiliki kepentingan besar.

Baca Juga: Nogo Dino dalam Hitungan Jawa, Cara Menentukan Arah dan Waktu yang Baik

Beberapa kegiatan yang disebut antara lain mengarak pengantin, mendirikan rumah, pindah rumah, hingga berdagang atau mencari rezeki.

Sebagai contoh, apabila seseorang berdagang pada Sabtu Legi dan bergerak ke arah timur, arah tersebut dianggap kurang baik berdasarkan hitungan yang dijelaskan karena menjadi posisi patine dina.

Sebaliknya, arah selatan menjadi posisi naga dina Sabtu Legi. Arah itu disebut sebagai kekuatan atau jayane dina dalam perhitungan tersebut.

Pembahasan ini menunjukkan bahwa perhitungan naga dina dan patine dina membutuhkan beberapa tahap. Pertama, mengetahui neptu hari dan pasaran. Kedua, menjumlahkan keduanya. Ketiga, menghitung hasilnya berdasarkan arah mata angin.

Untuk patine dina, terdapat tahap tambahan dengan menentukan hari dan pasaran berdasarkan jumlah hitungan sebelum mencari arah akhirnya.

Dalam tradisi hitungan Jawa yang dibahas dalam video, cara tersebut digunakan sebagai pedoman agar seseorang lebih berhati-hati ketika menentukan arah untuk berbagai keperluan. Penjelasan Sabtu Legi menjadi salah satu contoh untuk memahami bagaimana rumus tersebut diterapkan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
naga dina patine dina Sabtu Legi hitungan Jawa Weton Jawa