Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kiai dan Bu Nyai Se-Blitar dan Tulungagung Kompak Dukung Gus Ipul-Mbak

Anggi Septian Andika Putra • Rabu, 16 Mei 2018 | 18:04 WIB
kiai-dan-bu-nyai-se-blitar-dan-tulungagung-kompak-dukung-gus-ipul-mbak
kiai-dan-bu-nyai-se-blitar-dan-tulungagung-kompak-dukung-gus-ipul-mbak

BLITAR - Para kiai, bu nyai, serta jamaah thoriqoh se-Blitar dan Tulungagung berkumpul dan kompak memberikan dukungan bagi pasangan calon gubernur (cagub) Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno (Mbak Puti).


Di Blitar, dukungan mereka diberikan di sela-sela zikir toriqoh naqsabandiyah sekaligus konsolidasi nahdliyin yang digelar di pesantren Mambaul Hikam, Udanawu, Blitar.


Sementara di Tulungagung, para kiai, ulama dan bu nyai berkumpul di pesantren Ma'hadul Ilmi Wal Amal (MIA) Moyoketen, Tulungagung. "Seluruh kiai, para badali (koordinator thoriqoh, Red) kecamatan, mari kita doakan dengan khusyuk agar Gus Ipul jadi gubernur Jawa Timur," kata KH Ahmad Diya'uddin Zamzami, pengasuh pesantren Mambaul Ulum sekaligus mursyid thoriqoh naqsabandiyah ketika memimpin doa dari atas panggung.


Usai berdoa di atas panggung yang diamini ribuan jamaah thoriqoh dan warga Blitar, KH Diya'uddin lantas mengajak Gus Ipul ziarah ke makam ayah dan kakeknya yang ada di belakang masjid pesantren.


Dari makam, doa bersama yang dilakukan para jamaah thoriqoh lantas dilanjutkan di dalam masjid yang didahului dengan salat Duhur. "Saya memimpin untuk mendukung Gus Ipul jadi gubernur. Ini bukan hanya karena Gus Ipul, tapi semata untuk menjalankan perintah para kiai sepuh se-Jawa Timur," kata dia.


Usai dari Blitar, Gus Ipul lantas bergeser menuju pesantren MIA Tulungagung. Di pesantren ini, ribuan ulama, kiai, bu nyai, serta warga NU, muslimat dan fatayat sudah menunggu. "Saya teringat amanat dari almarhum abah saya bahwa calon yang amanah dan diperintah kiai hanyalah Gus Ipul. Gus Ipul ini dicalonkan kiai, bukan mencalonkan diri," kata KH Samsul Umam Azis, pengasuh pesantren Ma'hadul Ilmi Wal Amal.


Sementara itu, dalam kesempatan kunjungan kali ini, Gus Ipul juga sempat bertemu dengan gabungan kelompok tani dan lembaga masyarakat desa hutan serta perkumpulan pedagang pasar tradisional di GOR Campurdarat.


Gus Ipul menyebut komitmennya untuk mengembangkan potensi kawasan selatan. Blitar dan Tulungagung yang juga masuk wilayah kawasan ini diharapkan dapat tumbuh optimal selaras dengan program pasangan Gus Ipul dan Mbak Puti. "Pantai selatan harus digenjot. Pembangunan harus berimbang antara selatan dan utara. Sehingga komitmen Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur benar-benar bisa diwujudkan," kata Gus Ipul.


Kini, satu di antara masalah ketimpangan di Jawa Timur, menurut Gus Ipul, disebabkan masih belum meratanya pembangunan. Terutama pembangunan di pesisir selatan dan utara. Apabila Gus Ipul terpilih sebagai gubernur mendatang, pihaknya telah menyiapkan "tebar jala" yang merupakan kepanjangan dari pusat ekonomi baru jalur selatan.


Satu di antara program yang tercantum di dalam visi pembangunan ini adalah membangun kawasan penyangga agropolitan dan wisata dari Ngawi hingga Banyuwangi. "Kalau infrastrukturnya sudah jadi, maka pesisir selatan akan maju pesat. Terutama di sektor pariwisata dan berbasis agropolitan," kata mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal ini.


Blitar dan Tulungagung yang juga memiliki banyak pesantren diharapkan segera menyiapkan diri untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. "Infrastrukturnya maju, wisatanya maju, pengembangan SDM juga maju. Salah satu caranya adalah bekerja sama dengan pesantren," kata salah satu Ketua PBNU ini.


"Ini adalah salah satu komitmen kami untuk patuh kiai. Kiai berpesan agar pembangunan merata dan bisa dinikmati bersama. Sehingga mari ikuti instruksi kiai, insyaallah kita wujudkan kesejahteraan yang merata," kata keponakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur, Red) ini mengakhiri. (*/ed/and)

Editor : Anggi Septian Andika Putra