TULUNGAGUNG- Foto, poster, baliho wajah-wajah para calon wakil rakyat sudah menjadi pemandangan yang akrab saat ini. Menjelang pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres), wajar jika para calon anggota legislatif (caleg) mengenalkan diri. Fenomena para artis yang nyaleg pun selalu mencuat setiap kali menjelang tahun politik. Masyarakat sebagai pemilik suara, saatnya cerdas dalam memilih sesuai dengan visi, misi, dan rekam jejak yang baik.
Setidaknya ada puluhan nama artis yang turun dalam bursa pemilihan caleg pada Pileg 2019 mendatang. Termasuk di daerah pemilihan (dapil) Jawa Timur (Jatim). Nama-nama seperti Ahmad Dhani, Manohara, Roni Sianturi, Venna Melinda, Krisdayanti, dan masih banyak lagi, dengan partai politik (parpol) masing-masing yang menjadi kendaraan politik mereka.
Pengamat hukum, sosial, dan politik Dr Dian Ferricha, SH, MH, mengungkapkan, meskipun fenomena artis nyaleg ini tren, masyarakat tetap sebagai panglima dalam demokrasi. Sebab, masyarakat yang berhak menyeleksi dan memilih. Untuk itu, masyarakat tetap harus cerdas dalam memilih. Pilih yang jelas visi misinya dan bagus track record-nya. “Pertama, cari caleg yang memahami kondisi sosial dan ekonomi masyarakat beserta permasalahannya. Bukan hanya sekadar rajin turun blusukan ke lapangan serta menyapa warga konstituennya. Tapi juga paham masalah dan solusi konkret yang ditawarkan. Kedua, cari yang bagus track record-nya, bukan sekadar popularitas yang mentereng. Cari yang amanah dan setidaknya lingkungannya juga terpercaya. Sebab, menjadi legislator tidak hanya sekadar mewakili rakyat, tapi harus siap bertarung lahir batin untuk memperjuangkan aspirasi rakyat,” jlentreh dosen di IAIN Tulungagung ini.
Editor : Didin Cahya Firmansyah