Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Waspada, Koi Rentan Mati karena Jamur Dampak Perubahan Cuaca

Endah Sriwahyuni • Sabtu, 27 Mei 2023 | 20:27 WIB
WARNA-WARNI: Puluhan ikan koi milik Yusuf tampak sehat meksi cuaca sedang tidak baik. Mengurangi porsi pakan menjadi strategi pembudi daya saat musim pancaroba. (Mila Inka Dewi/Radar Blitar)
WARNA-WARNI: Puluhan ikan koi milik Yusuf tampak sehat meksi cuaca sedang tidak baik. Mengurangi porsi pakan menjadi strategi pembudi daya saat musim pancaroba. (Mila Inka Dewi/Radar Blitar)
KOTA BLITAR - Cuaca ekstrem menjadi kendala bagi peternak ikan air tawar, salah satunya ikan koi. Cuaca panas di siang hari dan dingin ketika malam membuat suhu air kolam menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut bisa membuat ikan rentan terkena penyakit. Paling parah bisa menyebabkan kematian.

Salah satu pembudi daya ikan koi, Yusuf mengungkapkan, ketika momen pergantian cuaca alias bediding, ikan biasanya rentan terkena penyakit. Yaitu, bakteri jamur. Hal tersebut bisa membuat kualitas dan kondisi ikan menurun.

“Kalau cuaca seperti ini, ikan bisa terserang penyakit jamur. Apalagi kalau sudah sampai insang, ikan bisa mati,” ucapnya.

Dia menambahkan, kondisi air harus selalu diperhatikan. Karena kunci budi daya ikan koi ada pada kualitas airnya. Setiap hari, filter kolam harus dibersihkan. Jika cuaca tak menentu, cara lain untuk menjaga kondisi ikan koi dengan mengurangi jumlah makanan.

Menurutnya, nafsu makan ikan menurun saat suhu air dingin. Untuk itu, porsi pakan harus dikurangi. Sebab, sisa pakan pada kolam bisa mengendap dan mengotori kolam.

“Ikan harus puasa. Maksudnya, jumlah makanan yang diberikan dikurangi. Sering boleh, tapi dalam jumlah yang sedikit,” tambahnya.

Pria bertubuh tinggi itu mengatakan, setiap tahun selama musim pancaroba akan selalu ada ikan yang mati. Jumlahnya pun tidak menentu. Tergantung ketahanan ikan terhadap suhu air yang tidak stabil.

“Pasti ada yang mati, itu selalu menjadi kendala kalau cuaca bediding. Untuk jumlah ya tidak menentu, karena ketahanan ikan beda-beda,” katanya

Kondisi serupa juga dialami oleh Muhari. Warga Kelurahan Tanjungsari ini mengaku ikannya sering terpapar bakteri jamur. Dia mengungkapkan sudah ada beberapa ikan koi miliknya yang mati mendadak selama bulan ini.

“Sudah ada dua yang mati, tapi yang ukurannya masih kecil,” tuturnya

Dia menambahkan, ikan koi yang masih kecil belum bisa beradaptasi secara maksimal dengan suhu yang tak menentu. Ciri ikan yang terserang jamur bisa dilihat dari berkurangnya aktivitas ikan di dalam kolam. Warna ikan menjadi pucat dan nafsu makan menurun.

“Biasanya kurang bergerak atau diam di pinggir kolam,” ucapnya

Muhari biasanya memisahkan ikan yang terkena jamur setelah dilakukan perawatan khusus dengan memberikan antibiotik.

“Harus dikarantina agar tidak menular ke ikan yang lain. Kalau sampai menyebar ya tambah rugi,” tambahnya

Dia menyarankan pembudi daya ikan koi harus memberikan perawatan ekstra agar ikan-ikan yang dipelihara bisa bertahan menghadapi cuaca tak menentu di musim pancaroba. Selain itu, sesering mungkin juga mengecek kebersihan kolam dan kondisi ikan.

“Karena ini faktor alam, ya sebisa mungkin diminimalisasi dampaknya. Caranya ya harus aktif mengecek kebersihan kolam atau aktivitas ikan di kolam. Jadi harus jeli,” pungkasnya. (mg2/c1/hai)

Photo
Photo
BERSIH: Kondisi air dan kolam harus sering dibersihkan. (Mila Inka Dewi/Radar Blitar) Editor : Endah Sriwahyuni
#suhu air kolam #ikan koi #cuaca panas blitar #kolam ikan koi #cuaca ekstrem #cuaca blitar #ikan koi blitar