Terlebih, saat ini dunia pendidikan dihadapkan dengan kurikulum baru, yakni Kurikulum Merdeka. Dengan begitu, mereka perlu beradaptasi dengan peningkatan kapasitas, baik secara keilmuwan maupun secara aspek pedagogis.
Ketua Program Pengabdian Masyarakat Prodi Sosiologi UM Nanda Harda Pratama Meiji M.A mengatakan, dia bersama dua rekannya telah membentuk tim. Anggotanya terdiri dari Joan Hesti Gita Purwasih S.Pd., M.Si dan Seli Septiana Pratiwi M.Pd selaku dosen dari Pendidikan Sosiologi. Sedangkan, pelatihan dilakukan secara daring dari tanggal 20-28 Mei 2023. Selain pendampingan secara daring, juga bakal digelar pendampingan secara tatap muka untuk penguatan tema lainnya. “Pelatihan yang dilakukan berupa materi-materi esensial yang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan saat ini,” jelasnya kepada Radar Blitar, Selasa (30/5).
Materi yang dibahas antara lain, perbedaan Kurikulum 2013 dengan Kurikulum Merdeka, struktur Kurikulum Merdeka, pembelajaran berparadigma baru, alur tujuan pembelajaran sosiologi, hingga praktik membuat modul ajar. “Paket lengkap materi tersebut diharapkan menunjang pengetahuan dan keterampilan para alumni, khususnya dalam membuat perangkat ajar Kurikulum Merdeka saat ini,” pungkasnya. (dit/sub) Editor : Endah Sriwahyuni