Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dampingi Warga Tulungagung Kelola Wisata Berbasis Ekowisata

Doni Setiawan • Selasa, 6 Juni 2023 | 20:54 WIB
(Dok. Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang For Radar Blitar)
(Dok. Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang For Radar Blitar)

KABUPATEN TULUNGAGUNG - Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang kembali turun gunung memberikan edukasi terkait pengelolaan pariwisata desa. Kali ini, Desa Samar, Kecamatan Pagerwojo, Kabupaten Tulungagung menjadi jujugan Deny Wahyu Apriyadi, S.Ant, M.A dkk dalam rangka pengabdian dan pendampingan kepada masyarakat ini.

Edukasi pengelolaan pariwisata berbasis Ekowisata ini dilaksanakan Jumat (02/06). Diharapkan nantinya warga mampu melakukan pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan sehingga bisa meningkatkan potensi dari wisata yang ada di desa Samar.


Potensi Wisata yang ada di desa ini antara lain, Agroeduwisata Jeruk-Jeruk, River Tubing, dan peternakan sapi perah. Beberapa wisata ini ada yang merupakan wisata unggulan dan ada pula yang merupakan wisata baru. Namun, semua wisata yang ada tetap berbasis pada ekowisata atau wisata yang dibuka untuk memberikan edukasi tanpa mengubah tatanan alam yang ada.

Photo
Photo
(Dok. Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang For Radar Blitar)

Pendampingan pengelolaan pariwisata berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia yang ada di Desa Samar terutama dalam pariwisata. Maka dari itu, tim pengabdian ingin menjadi edukator bagi masyarakat di desa tersebut dan nantinya mampu menyiapkan masyarkat Desa Samar menjadi Edukator dan juga pengelola pariwisata yang lebih berkembang.

Kepala Desa Samar, Rubik Astono menyampaikan keberadaam tim pengabdian bahwa pelatihan dan pendampingan bisa membantu masyarakat untuk lebih berkembang dan mengenal wisata yang ada di desanya sendiri.

Selain itu, warga yang tergabung dalam karangtaruna juga bisa membantu mengenalkan wisata yang ada di desa mereka kepada masyarakat yang akan berkunjung ke Desa Samar. “Tentunya hal ini menjadi pengalaman baik untuk para warga yang nantinya berperan sebagai edukator wisata,” katanya.

Pihaknya juga mendukung konsep ekowisata yang notabene tidak menghilangkan tatanan alam. Sebab, hal itu secara tidak langsung juga ikut melestarikan alam desa.

Astono tidak memungkiri banyaknya destinasi wisata alam yang bisa menjadi pilihan masyarakat. Namun, belum semua menerapkan prinsip ekowisata. Sehingga pihaknya optimistis ekowisata tersebut bisa diterima oleh masyarakat secara luas.

“Kalau karang taruna disini banyak, hanya ya gitu masih seadanya. Karena belum ada pelatihan-pelatihan terkait wisata disini. Kalau pelatihan pembuatan permen dulu ada, tapi kalau masyarakat sebagai Edukator ini belum. Makanya dengan adanya pelatihan dan pendampingan buat masyarakat ini ya monggo, saya setuju bila dilakukan. Jadi, nantinya yang kerja ya masyarakat yang dari desa ini saja, warga sini bisa merasakan manfaatnya. Kalau yang ekowisata ini kan baru dan dengan adanya konsep ini saya mendukung karena lingkungan desa jadi tidak dirubah macam-macam tapi desa masih bisa berkembang dan masyarakat juga dapat manfaatnya,”ucapnya.

Hal senada diungkapkan, Ketua Karang Taruna Desa Samar, Dedik. Menurutnya, pelatihan dan pendampingan ini diharapkan bisa optimal dalam membina warga desa Samar untuk menjadi lebih baik ke depannya. Sumber daya manusia yang kurang kadang menjadi kendala dalam pengelolaan wisata. Untuk itu, pelatihan dan pendampingan dari perguruan tinggi tersebut bisa meminimalisir permasalahan yang terjadi.

“Wisatane yo wes enek, sumber daya manusiane sing nggak ada. Lek ada pelatihan dan pendampingan yang intens ke warga menjadi edukator ya apik mas. Wargane yo iso nduwe pengalaman yang bermanfaat bagi desane. Yo, Insyaallah wisatane iso jalan,”katanya.

Di lokasi yang sama, Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang, Deny Wahyu Apriyadi, S.Ant, M.A mengatakan, kegiatan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat ini dilakukan dengan mengenalkan terlebih dahulu beberapa potensi wisata di Desa Samar. Berikutnya, diberikan beberapa praktek cara memberikan edukasi kepada pengunjung yang nantinya datang ke wisata. Lalu, untuk pengelolaan wisata berbasis Ekowisata dilakukan dengan melihat terlebih dahulu lokasi wisata dan memberikan saran dan masukan kepada pengelola terkait pengembangan dan perawatan yang perlu dilakukan untuk pengelolaan wisata berbasis ekowisata yang ada.

“ Masyarakat yang memiliki minat terhadap wisata yang ada kita latih dan kita dampingi selama beberapa waktu saat mereka menjadi edukator. Kita trial dan error dulu, kalau sudah siap baru dilepas. Kalaupun ada kendala ya pasti kita perbaiki bersama. Nanti juga dikasih masukan ke kades dan bumdes terkait wisata berbasis ekowisata ini. Kita selesaikan bertahap,”ungkapnya.

Pria yang juga dosen sosiologi Universitas Negeri Malang ini menambahkan, tim pengabdian juga memberikan cara-cara yang tepat untuk mengelola wisata berbasis ekowisata. Ini penting untuk menonjolkan wisata yang ada tanpa menghilangkan ciri khas dari lingkungan alam sekitar wisata.

Dia berharap, kegiatan ini bisa menambah pengetahuan masyarakat sehingga pengelolan wisata di desa tersebut menjadi lebih optimal. “ Mudah-mudahan pendampingan ini membawa manfaat, kesejahteraan masyarakat meningkat, lingkungan alam tetap terjaga, dan wisata yang ada di Desa Samar bisa berjalan dan dikenal oleh masyarakat secara luar,” pungkasnya. (mei) Editor : Doni Setiawan
#UM Malang #ekowisata #pengabdian #pendidikan #edukasi pariwisata #Tim Pengabdian Universitas Negeri Malang