Organisasi merupakan sebuah kumpulan beberapa orang yang memiliki tujuan bersama dan saling bekerja sama di dalamnya guna tercapainya tujuan organisasi tersebut. Pembahasan ini mengenai hubungan sosial anggota dan lingkungan kerja yang berpengaruh terhadap keproduktifan kelompok Paguyuban Keramik Dinoyo dalam organisasi informal. Hal ini penting jika anggota dalam suatu organisasi tidak memiliki hubungan sosial yang baik, maka akan berpengaruh buruk pada kinerja dan menimbulkan miskomunikasi satu sama lain yang akhirnya akan menghambat tujuan organisasi. Terkait analisis Paguyuban Keramik Dinoyo Malang dalam perspektif George Elton Mayo, saya dibimbing oleh dosen pengampu yakni Bapak Dr Sulismadi MSi.
Modal manusia yang dapat dikelola dan memanfaatkan potensinya secara optimal dalam pelaksanaan operasional atau tugas pekerjaan sehari-hari untuk mencapai tujuan organisasi. Faktor lingkungan kerja organisasi sangat mendukung individu untuk mencapai efisiensi kerja. Pola perilaku anggota paguyuban dalam menjalankan peran dan fungsinya juga perlu diperhatikan seperti bagaimana upaya mereka membangun serta menjalin hubungan yang baik satu sama lain.
Organisasi Paguyuban Keramik Dinoyo termasuk ke dalam organisasi informal karena merupakan kelompok yang terbentuk dengan adanya ikatan sosial dalam hubungan antarindividu serta tidak terikat dalam suatu aturan hukum secara resmi. Kelompok informal Paguyuban Keramik Dinoyo juga termasuk dalam kategori gemeinschaft, yang jika dikaitkan dengan teori dari tokoh sosiologi Ferdinand Tonnies mengenai tiga konsep gemeinschaft termasuk ke dalam konsep “the neighbourhood” yaitu hubungan yang saling percaya di antara orangorang dalam satu desa. Pembahasan selanjutnya, dalam organisasi Paguyuban Keramik Dinoyo ini adalah bagaimana cara anggota menjalankan sebuah tanggung jawab, pergantian pengurus, evaluasi kerja, serta hubungan atau interaksi antaranggotanya. Organisasi Paguyuban Keramik Dinoyo ini dapat dikaitkan dengan salah satu teori organisasi yakni teori hubungan manusia (human relationship) milik George Elton Mayo yang berbunyi “faktor yang paling berpengaruh pada produktivitas kerja karyawan adalah hubungan antar karyawan”. Antar individu atau anggota dalam suatu organisasi paguyuban tentunya harus memiliki hubungan yang baik satu sama lain guna menciptakan serta menghasilkan kinerja yang baik juga.
Organisasi Paguyuban Keramik Dinoyo ini menurut saya sesuai dengan landasan organisasi yang termasuk ke dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Adanya landasan organisasi bisa menjadi wadah masyarakat guna tercapainya tujuan organisasi. Organisasi Paguyuban Keramik Dinoyo memiliki pengurus dan anggota di dalamnya yang tentunya juga memiliki tugas, wewenang, ataupun tanggung jawab masing-masing yang diemban untuk lancarnya Paguyuban Keramik Dinoyo.
Fungsi dari Paguyuban Keramik Dinoyo adalah menyosialisasikan nama-nama sentra keramik Dinoyo agar produk dan sentra keramik masing-masing dikenal masyarakat luas. Baik asosiasi maupun organisasi berawal dari pemikiran yang berbeda dan membentuk kesepahaman dan kesepakatan bersama tentang pembentukan bentuk asosiasi. Konflik dalam paguyuban dapat menimbulkan konsekuensi positif dan dapat mendorong inovasi organisasi, kreativitas dan adaptasi. Paguyuban tidak berkembang bisa juga karena pimpinan terlalu berpuas diri, sehingga kurang peka dan negatif terhadap perubahan dari faktor lingkungan eksternal serta tidak ada perbedaan pendapat maupun gagasan baru.
Sekalipun beberapa konflik yang terjadi bermanfaat bagi kemajuan organisasi, akan tetapi konflik yang sering terjadi muncul kepermukaan adalah konflik yang bersifat disfungsional. Konflik seperti itu dapat menurunkan produktivitas, menimbulkan ketidakpuasan, meningkatkan ketegangan dan stress dalam organisasi. Karena paguyuban keramik Dinoyo ini anggotanya juga sebagai perajin tentunya harus menjalin hubungan yang baik. Karena hubungan antara anggota dengan berbagai pihak penting untuk pelaksanaan tugasnya, maka hubungan ini sering disebut hubungan kerja.
Norma sosial kelompok merupakan kunci perilaku kerja. Masalahnya, mayoritas menemukan dan melakukan pekerjaan yang sama berulang kali akan menciptakan kebosanan yang berdampak pada penurunan motivasi. Menurutnya, hubungan sosial dapat membuat karyawan tetap termotivasi. Tanggung jawab anggota harus memenuhi tugas mereka dengan patuh, menjaga ketertiban sesuai dengan kelangsungan produksi dalam kelompok, mengarahkan usaha secara demokratis, mengembangkan keterampilan dan keahlian dan terlibat dalam promosi perusahaan dan asosiasi untuk berkontribusi, serta memperjuangkan kesejahteraan anggota dan keluarganya. Motivasi kerja juga dapat mempengaruhi efektivitas organisasi. Karena motivasi untuk bekerja berdampak pada peningkatan kinerja organisasi.
Menjadi seorang pemimpin dalam sebuah organisasi tentunya harus memiliki sifat dan sikap yang keseluruhannya dapat dipercaya oleh seluruh anggotanya dan dapat menjalankan program kerja dengan baik serta jujur. Seorang ketua paguyuban harus bertanggung jawab dan dapat mengkoordinir arah paguyubannya. Apabila ketua paguyuban memiliki sebuah program kerja untuk menjalankan dan melaksanakannya pun, seorang ketua dapat meminta kerja sama dari anggotanya. Perilaku perajin keramik Dinoyo menunjukkan fungsi tentang interaksi antara perajin dan lingkungannya. Hubungan antara komunitas keramik Dinoyo dengan lingkungannya tidak hanya bersifat ketergantungan, tetapi juga terwujud sebagai hubungan yang saling tergantung dan mengubah lingkungan.
Karena mayoritas pengurus bahkan anggota paguyuban keramik Dinoyo Kota Malang adalah perajin keramik. Jadi, apa yang dijalankan oleh organisasi paguyuban berkaitan dengan permasalahan perajin keramik. Sesuai dengan kepentingan organisasi paguyuban dan statusnya saat ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menerapkan strategi komunikasi pemasaran yang baik dan efektif. Menanggapi hal tersebut, paguyuban Kampung Wisata Dinoyo sangat memperhatikan kualitas produk yang dihasilkannya. Mereka menggunakan hubungan masyarakat untuk merampingkan manajemen paguyuban dan semua perdagangan yang terlibat untuk membangun hubungan. (*)
* Oleh: Dhinie Noer Anie Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang
Editor : Doni Setiawan