Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sosok Tajir Penyumbang 28 Kilogram Emas di Tugu Monas ternyata...

Henny Surya Akbar Purna Putra • Senin, 18 September 2023 | 03:45 WIB
Tugu Monas.
Tugu Monas.

NASIONAL - Bangsa Indonesia memiliki simbol identitas yang terletak di Ibu Kota Negara, itu adalah Monumen Nasional, Tugu Monas.

Tugu Monas dibangun pada masa pemerintahan Soekarno, dan monumen itu adalah lambang semangat perjuangan rakyat Indonesia.

Tugu Monas memiliki tinggi hingga 132 meter. Adapun yang paling fenomenal dari tugu itu adalah emas seberat 28 kilogram.

Lantas siapa yang sosok penyumbang emas itu?

Hasil pantauan Radar Tulungagung, sosok itu mengarah pada Teuku Markam. Namun kebenaran sosok ini yang memang menyumbang emas di Tugu Monas, masih menuai perdebatan.

Teuku Markam dikenal sebagai pengusaha tajir di era pemerintahan Soekarno. Ia berasal dari Aceh.

Biar disebut sebagai sosok pentumbang emas Tugu Monas, Teuku Markam dikabarkan menderita pada era pemerintahan Soeharto, orde baru.

Tepatnya, pasca Soekarno lengser, Teuku Markam dijebloskan ke dalam penjara lantaran dituding sebagai Sukarnois dan antek PKI.

Lebih lagi, aset-aset kekayaan Teuku Markam disita negara, termasuk perusahaan PT Karkam.

Pada 1972, Teuku Markam dikabarkan jatuh sakit hingga akhirnya ia tutup usia pada 1985.

Dalam sebuah tayangan video yang diunggah akun Youtube @Ureungtuha76, seorang wanita menyebut dirinya sebagai salah satu keluarga Teuku Markam.

Dalam video itu wanita itu membicarakan keadaan Aceh, tempat kelahiran Teuku Markam.

"Keluarga penyumbang Emas Monas Jakarta angkat bicara tentang Aceh," begitu judul tayangan dalam video.

Wanita itu terlihat memberi semangat perjuangan untuk rakyat kecil, dan meminta untuk tidak melupakan warisan dan sejarah.

“Kita ambil langkah berjuang terus apa yang kehendak rakyat kecil, ya itu pesan saya jangan lupakan bahwa ini warisan” katanya, dikutip pada 17 September 2023.

“Perjuangan ini harus diterusin, apapun kejadiannya, bagaimanapun jadinya sampai titik darah penghabisan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengajak rakyat Aceh untuk bersatu memperjuangkan hak mereka.

“Ayolah kita bersatu semuanya, apa yang hak kita yang tidak ada keadilan dari mereka,” ungkapnya. (tra)

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#teuku markam #tugu monas