BLITAR – Akun media sosial (medsos) Instagram @imigrasi.soekarnohatta terus mendapat ”serangan” dari netizen. Pantauan Jawa Pos Radar Blitar hingga Rabu (20/9), sejumlah komentar warganet terus bermunculan di akun medsos imigrasi tersebut.
Warganet tak hentinya mengkritik pelayanan imigrasi di Bandara Soekarno Hatta yang tidak mengenakkan terhadap pendakwah asal Blitar Gus Iqdam. Warganet kecewa dengan perlakuan tersebut dan membela pendakwah muda yang sedang naik daun ini.
”Petugas harusnya memberi pelayanan terbaik bukannya jadi preman. Segera minta maaf jangan berbelit-belit,” tulis komentar dari akun IG @firshafebria, Rabu (20/9/2023).
Kemudian, ada juga warganet yang mengomentaris soal kamera CCTV di bandara tersebut. Akun IG wina_lim0922, itu meminta pihak terkait untuk mengecek rekaman CCTV agar jelas kejadian yang tidak mengenakkan yang menimpa Gus Iqdam.
Baca Juga: Akun Medsos Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soetta Diserbu Jamaah Gus Iqdam
"cek cctv kan bisa kalau ingin tahu siapa yg berbicara dengan Gus iqdam jd jelas orangnya....setiap sudut bandara kan ada cctv jd mustahil jika yg bersangkutan tidak bisa terdeteksi????," tulisnya, menimpali komentar warganet lainnya.
Sementara itu, di akun medsos lainnya, TitTok, telah beredar tangkapan layar sejumlah nama pegawai Imigrasi Bandara Soetta, Jakarta. Salah satu dari nama itu ada yang tertera satu nama pegawai yang disebut-sebut oleh Gus Iqdam, yakni Affan.
Akun TikTok itu atas nama @99teams, itu memposting konten berupa tangkapan layar nama-nama pegawai imigrasi.
Satu dari sejumlah urutan nama itu ditandai warna merah. Nama itu adalah Affan Heriandri menjabat sebagai Kanim Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta.
Akun yang memposting tangkapan layar nama tersebut langsung dibanjiri komentar warganet. Ada lebih dari 1.500 komentar yang meramaikan.
Salah satu warganet meminta untuk spil foto yang bersangkutan (Affan). "Spil fotonya," tulis akun @Rajata.
Baca Juga: Gus Iqdam Ajak Generasi Muda Blitar, Jaga Nilai-Nilai Keislaman
Setelah ramai "serangan" dari warga net, akun resmi Imigrasi Soekarno-Hatta langsung merilis pernyataan berupa klarifikasi atas kejadian yang tidak mengenakkan pendakwah muda asal Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar itu.
Pernyataan resmi itu bisa dilihat melalui link ini. Ada 11 poin penyataan yang disampaikan oleh Imigrasi Soekarno-Hatta dan disebarkan melalui akun medsos X (dulu Twitter).
Salah satu poin tersebut menyebutkan soal rekaman CCTV yang merekam Gus Iqdam saat diperiksa oleh petugas imigrasi. (sub)