BLITAR – Masyarakat Jawa Timur termasuk Blitar Raya kudu bersiap merasakan paparan sinar matahari yang cukup menyengat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut hal itu dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh sinar ultraviolet (UV) yang menimbulkan elektromagnetik cukup ekstrem.
Kondisi ini diperkirakan bakal berlangsung pada 25-28 September.
Prakirawan BMKG Juanda, Thariq Harun Al Rasyid menyebut, terjadinya sinar UV ekstrem ini dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Salah satunya, sudut datang sinar matahari yang semakin tegak.
“Sehingga akan semakin banyak mengandung sinar ultraviolet,” ujarnya.
Masyarakat yang berkegiatan di luar ruangan saat siang hari dianjurkan untuk menggunakan tabir surya atau cairan pelembap kulit.
Itu akan mengurasi risiko terpapar sinar UV secara langsung.
“Kalau bisa mengoleskan cairan pelembap tabir surya yang memiliki SPF 30+ setiap 2 jam. Hal itu juga dilakukan pada hari berawan terutama atau pada saat tubuh berkeringat,” katanya.
Kondisi sinar matahari secara langsung. Tepatnya pada pukul 10.00-16.00. Masyarakat dianjurkan untuk tetap berada di tempat teduh saat matahari terik siang.
Selain itu, penggunaan pakaian pelindung matahari, topi lebar, atau kacamata hitam juga perlu diperhatikan.
Dia menambahkan, masa peralihan musim juga berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, atau tanah longsor.
“Pemerintah daerah melalui sektor terkait diharapkan dapat menyusun rencana aksi dini untuk mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan oleh bencana hidrometeorologi,” ucapnya. (jar/c1/dit)
Editor : Aditya Yuda Setya Putra