NASIONAL – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan menarik perhatian sejumlah masyarakat. Berdasarkan informasi oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per tanggal 21 Desember 2023, luas wilayah yang terdampak karhutla di Kalimantan mencapai 1.646 hektar.
Kalimantan Tengah menjadi provinsi terdampak paling serius akibat karhutla, dengan luas lahan yang terbakar mencapai 1.120 hektar. Diikuti oleh Kalimantan Timur dengan 350 hektar dan Kalimantan Selatan 176 hektar.
Pembukaan lahan untuk keperluan perkebunan dan pertanian masih menjadi penyebab utama terjadinya karhutla. Faktor alam seperti petir dan kekeringan juga ikut memperburuk situasi.
Konsekuensi karhutla ini sangat serius, meliputi peningkatan tinggi polusi udara, kerusakan
ekosistem yang parah, dan ancaman terhadap kesehatan masyarakat. Kabut asap dapat
menyebabkan kesulitan bernafas sementara abu dari kebakaran dapat mencemari sumber air.
Pemerintah dan masyarakat bergandeng tangan untuk mengatasi karhutla. Upaya intensif
termasuk penigkatan kegiatan patroli, penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran, dan
kampanye sosialisasi tentang bahaya karhutla dilakukan.
“BNPB terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memadamkan api dan mencegah perluasan karhutla,” kata Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB, dilansir laman BNPB (bnpb.go.id)
Upaya penanggulangan tidak akan berhasil tanpa partisipasi aktif dari masyarakat. Pentingnya kewaspadaan dini terhadap titik api dan kepatuhan terhadap larangan membuka lahan dengan cara dibakar tidak bisa diabaikan.
Mari bersama-sama mencegah terjadinya karhutla di Kalimantan. Lindungi kelestarian paru-
paru bumi dan kesejahteraan masyarakat.