Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ratusan Ribu Petugas Pemilu Menghadapi Risiko Kesehatan, Abraham Wirotomo: Ini Upaya Meningkatkan Kesiapsiagaan

Gita Tamimatus Sa'adah • Sabtu, 10 Februari 2024 | 15:00 WIB
Petugas Pemilu dihadapkan dengan risiko kesehatan.
Petugas Pemilu dihadapkan dengan risiko kesehatan.

NASIONAL - Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo, menyampaikan bahwa ada 212.000 petugas penyelenggara pemilu punya risiko kesehatan. Data tersebut merupakan hasil skrining kesehatan petugas pemilu yang diolah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Dilansir dari Media Indonesa, Abraham mengatakan bahwa pada per 6 Februari 2024, sudah ada 2,2 juta lebih petugas pemilu yang mengisi skrining riwayat kesehatan secara online.

Dari jumlah tersebut ada 212 ribu lebih punya risiko kesehatan. Beliau menyampaikan demikian saat melakukan verifikasi lapangan implementasi Surat Edaran Bersama (SEB) tentang Pelaksanaan Skrining Riwayat Kesehatan dan Optimalisasi Kepesertaan Aktif Program JKN bagi Petugas Penyelenggara Pemilu dan Pilkda 2024, di Jawa Barat, Selasa (6/2/2024)

Pemerintah telah membentuk tim yang terdiri 12 kementerian/lembaga dan beranggotakan lebih dari 85 orang ini tindak lanjut dari Surat Edaran Bersama (SEB) Kementerian Dalam Negeri, BPJS Kesehatan, Komisi Pemilihan Umum (KPU), dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), pada 20 November 2023.

Tim ini dibentuk sebagai tim monitoring dan evaluasi terkait pelaksanaan layanan skrining riwayat kesehatan dan optimalisasi kepesertaan aktif program JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) bagi petugas penyelenggara pemilu dan Pilkada 2024.

"Upaya ini bentuk kehadiran negara untuk melindungi dan memberikan hak-hak kesehatan bagi petugas. Dari sisi pemerintah, langkah ini juga upaya untuk meningkatkan kesiapsiagaan,” papar Abraham.

Berdasarkan kilas balik Pemilu 2019 yang telah lalu, data dari kpu.go.id bahwa total ada 894 petugas yang meninggal dunia dan 5.175 petugas mengalami sakit.

Menkes Nila F Moeloek mengatakan ada banyak kemungkinan yang mengakibatkan para penyelenggara adhoc sakit bahkan meninggal dunia.

Namun dari analisa sementara, berdasarkan laporan dari tiap provinsi, sakit dan meninggalnya para petugas selain karena faktor usia juga karena adanya faktor risiko yang menyebabkan dirinya mudah sakit hingga meninggal dunia.

Faktor kelelahan bukan jadi faktor utama, namun lebih pada kesadaran akan kondisi kesehatan masing-masing atau riwayat penyakit yang mungkin diderita. Rabu (8/5/2019).***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#petugas pemilu #risiko kesehatan