Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kelola Gaji Pertama Ala Prita Ghozie, Fresh Graduate Wajib Tahu

Tia Ozia • Senin, 19 Februari 2024 | 22:06 WIB
Ilustrasi mengelola keuangan ketika gaji pertama
Ilustrasi mengelola keuangan ketika gaji pertama

NASIONAL - Seseorang dengan label fresh graduate yang baru saja mendapatkan pekerjaan biasanya menunggu gaji pertamanya.

Sayangnya ketika menerima gaji pertama fresh graduate sering melakukan kesalahan dengan membelanjakan tanpa perhitungan.

Akibatnya fresh graduate kembali mendapat kebingungan ketika gaji yang didapat tidak cukup hingga akhir bulan dan menganggap gaji yang ia dapat kecil.

Pada dasarnya tidak salah jika seseorang menghabiskan gajinya untuk berbelanja sesuai keinginan. Tapi akan lebih bijak jika fresh graduate dapat mengelola keuangan dimulai dari gaji pertama yang ia dapatkan.

Dengan mulai memikirkan kedepannya akan banyak kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mencegah fresh graduate mengalami kerugian keuangan.

Dilansir radartulungagung.jawapos.com dari kanal YouTube ZAPFinance TV, Prita Ghozie mengungkapkan kesalahan yang sering dilakukan fresh graduate dalam mengelola gaji pertama.

Tidak bisa membedakan mana kebutuhan, kewajiban, dan keinginan

Kebutuhan adalah pengeluaran untuk biaya hidup yang berbeda setiap orang.

Kewajiban adalah dana yang harus dibayarkan misalnya untuk listrik, bayar kos, hutang, atau cicilan.

Sedangkan keinginan adalah barang yang ingin kita beli terlepas dari kebutuhan dan kewajiban yang bersifat konsumtif.

Sering terjadi bocor halus atau kasar

Biasanya lupa mengalokasikan pos pengeluaran. Sering terjadi karena tidak dialokasikan dengan benar sehingga tidak tahu bocornya keuangan dimana.

Biasakan untuk membelanjakan sesuai dengan budget yang sudah ditata di awal bulan.

Tidak punya simpanan untuk dana darurat

Biasanya karena merasa dana darurat tidak penting dan mengandalkan gaji.

Boleh saja positive thinking bahwa gaji akan terus ada dan pekerjaan terjamin, tapi belum tentu juga keadaan akan selalu sama.

Tapi tetap saja jaga-jaga dalam situasi yang tidak terduga itu juga penting.

Ingat juga bahwa dana darurat digunakan untuk kondisi darurat bukan untuk belanja self reward apalagi keinginan.

Misalnya untuk pengeluaran seperti dilepas kontrak secara tiba-tiba, servis kendaraan, dan sakit. 

Prita Ghozie juga menyebutkan ada alokasi sederhana yang bisa diterapkan yaitu dengan 50% living, 30% saving, dan 20% playing. Alokasi ini bisa digunakan untuk gaji Rp 5 juta keatas. 

Sedangkan gaji dibawah Rp 5 juta bisa gunakan metode komitmen yaitu 75% untuk biaya hidup dan cicilan dan 25% untuk menabung, investasi, dan lain-lain.***

Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra
#keuangan #Prita Ghozie #gaji pertama