NASIONAL - BBM menjadi sumber utama transportasi. Kelangkaan BBM akan memengaruhi aktivitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Kelangkaan bahan bakar ini terjadi di daerah Maluku Barat Daya.
Seorang dosen Universitas Pattimura yang terdampak akibat kelangkaan bahan bakar ini memutuskan untuk menempuh perjalanan ke kampus dengan menunggangi seekor kuda. Dilansir dari Youtube KompasTV.
Sefanya Sairiltiata, Dosen Universitas Pattimura itu mengaku menempuh jarak 12 km dari rumah ke tempat mengajar, yang kurang lebih sekitar 1 jam untuk bisa sampai. Ia sudah dua hari ini berangkat mengajar dengan menunggangi kuda tersebut.
Hal itu disampaikan saat Dosen Ilmu Budaya dan Pendidikan Kepulauan Maluku, ditemui di ruang dosen PSDKU Universitas Pattimura, pada Rabu (28/2/24).
Sefa mengungkapkan bahwa hanya dirinya lah satu-satunya dosen yang memiliki tempat tinggal jauh dari kampus, dosen-dosen lainnya kebetulan tinggal di kota yang tidak jauh dari tempat mengajar.
Pada hari pertama menunggangi kuda, Ia memakan waktu selama 2 jam untuk bisa sampai di kampus. Pasalnya, kuda yang ditunggangi adalah kuda betina yang berusia 2 tahun dan tidak pernah ditunggangi untuk menempuh perjalanan jauh.
Dosen Ilmu Budaya dan Pendidikan itu bilang, kuda betina merupakan kuda yang dipelihara oleh keluarganya untuk mengangkut hasil panen kebun di dekat rumah saja.
Sehingga pada hari kedua Ia memutuskan untuk menggunakan kuda yang berbeda. Ia memilih kuda berumur 5 tahun dengan jenis kelamin jantan yang sudah terlatih menempuh perjalanan jauh dengan muatan beban.
Menurutnya kuda jantan ini lebih cepat mengantarnya ke kampus, hanya memakan waktu sekitar 1 jam 10 menit.
Perjalanannya ke kampus dengan menunggangi kuda inilah yang membuatnya mencuri perhatian masyarakat yang melintas dan momen ini pun tidak terlepas dari sorotan media.
Ia merasa masyarakat sekitar tampak heran melihat seorang dosen menaiki kuda untuk berangkat ke kampus.
Karena hanya Ia satu-satunya dosen yang mengajar dengan menggunakan alat transportasi masa lalu, yang kini banyak tergantikan dengan transportasi modern yang lebih cepat dan mudah.
Meski awalnya merasa malu, tetapi ia juga merasa bangga karena tekatnya yang begitu besar untuk tetap mengajar meski harus menggunakan kuda sebagai alat transportasi untuk bisa sampai di kampus.
Kelangkaan BBM di daerahnya justru membuatnya dikenal sebagai seorang dosen yang inspiratif. Ia mengaku akan tetap menunggangi kuda selama BBM di Maluku Barat Daya masih mengalami kelangkaan.***
Editor : Henny Surya Akbar Purna Putra